I AM SPECIAL INDIGO

I AM SPECIAL INDIGO
Bab 171


__ADS_3

Usai membersihkan diri, mereka semua pergi keluar dari mes mencari makan. Jam menunjukkan pukul 6.30 mereka berhenti di kedai penjual soto ayam.


" aman kan sie... ucap Dito


" aman tenang aja...


" berarti makanannya beneran enak... rame banget...


" iya...


" kenapa sih... ? ucap Romeo


" nggak papa...


" ayok masuk cari tempat habis itu kita makan udah laper banget.... ucap Dafa.


Mereka makan dengan anteng. Selesai makan mereka berniat jalan di perkampungan rumah warga untuk melihat-lihat.


" bener-bener adem banget ya... ucap dina


" he em... sejuk bener... kalo tiap pagi kita jalan-jalan kayaknya seru... ucap Ria.


" eh... itu ada rame-rame kenapa...? ucap Mega


" ayo... kita lihat sebentar ... ucap Romeo.


" maaf pak... permisi... ada apa ya kok rame bener... pakek ada polisi segala lagi... ? ucap dina


" pembunuhan neng...


"astaghfirullah hal'adzim.... ucap mereka kompak.


" siapa pak... apa perampokan... ucap dito


" nggak tahu... masih di selidiki sama polisi kayaknya sih perampokan soalnya satu keluarga di bunuh.


" gila... tuh pembunuh... sadis bener...


Sie tak sengaja melihat salah satu sosok yang bersimbah darah menatapnya dari arah halaman depan rumah itu.


" permisi pak boleh saya mendekat...


" silahkan neng...


" eh... mau ngapain Lo mendekat... disini aja...


" gue lihat salah satu korban yang bersimbah darah menatap gue mau ngasih tahu sesuatu...


" benarkah...


" eit... tunggu... ucap Mega


" apaan ga...


" gue kayak kenal sama polisi muda yang ada di depan polisi berkumis itu... ucap Mega.


" kenal di mana Lo...


" beneran... tapi siapa ya...


" ngasal Lo...


" Ya ampuuuunnn... bener kan gue kayak kenal, dia sepupu gue...

__ADS_1


" gila Lo sepupu Sampek lupa...


" hahahahaha... saking seringnya ketemu... bentar gue panggil dulu...


" kak Surya... ucap Mega melambaikan tangan.


Orang yang di maksud menoleh dan mengernyitkan alis mengingat-ingat. Setelah itu dia mendekat...


" loh... Mega kamu ngapain disini...


" hehehehe... Mega lagi KKN kak...


" KKN di mana ?


" tuh di PT DELOVERS PROPERTY...


" sejak kapan... ?


" kemarin baru datang... Oia kak... ada apaan sih...


" pembunuhan... kayaknya perampokan...


" ehm... kak... kenalin ini temen gue siera dan dia mungkin bisa bantu kakak mengungkap siapa pembunuh di balik kasus ini...


" beneran....


" he em kak... dan kata Sie di situ ada salah satu korban yang sedang melihat dia mungkin mau kasih tahu sesuatu kali..


" kalo gitu suruh temen kamu masuk tapi yang lain tunggu di luar saja... terlalu ramai...


" siap kakak... ayo Sie Lo masuk... tapi Kak, Mega boleh ikut masuk kan... ?


" ok... boleh... tapi tunggu aku mau lapor sama atasan dulu...


" apa benar kamu bisa melihat mereka.... ?


" benar pak... bahkan dia ada di sebelah bapak dengan muka yang sedang sedih...


" tolong kamu cari informasi tentang semuanya...


" baik pak... Darsono... ucap Sie melihat nametag di baju polisi itu.


Tak lama Sie mulai dengan memandang korban itu dan mengatakan silahkan kamu ceritakan.


" apa yang sebenarnya terjadi... ?


" aku tidak tahu ... semalam aku tidur di kamar seperti biasa... orang tuaku juga dan kedua kakak ku juga...


" terus apa yang kamu lihat... ?


" saat aku tidur dan terbangun tiba-tiba tangan dan kakiku sudah di ikat. kami dikumpulkan jadi satu di ruang keluarga. Kedua orang tuaku diikat juga dan kedua kakak laki-lakiku juga. Aku meminta untuk dilepaskan dan berteriak-teriak tapi mereka malah tertawa bahagia...


" ada berapa banyak orang... ?


" sekitar 7 orang kalo nggak salah...


" apa mereka merampok... ?


" iya mereka mengambil semua perhiasan dan uang mama papa di brankas. Mereka berteriak dan saling tertawa karena mendapatkan apa yang mereka inginkan... Mereka menutup mulut kami dengan kain agar kami tidak bisa berteriak...


" siapa nama kamu... ?


" namaku Rania... aku diperkosa bergiliran oleh mereka di hadapan ke dua orang tuaku dan ke dua kakak ku...

__ADS_1


" astaghfirullah hal'adzim... apa kamu mengenali wajah mereka...


" sangat... aku sangat mengenali wajah itu... wajah orang yang paling dekat denganku... wajah orang yang selalu melindungiku bila aku di dekati lelaki lain... wajah orang yang selalu ada di saat aku butuh perhatian... tapi dia tega menghancurkan aku ... Saat dia memperkosaku, dia bilang hanya menginginkan tubuhku... dan harta orang tuaku... dia benci kepada keluargaku karena dia bilang keluargaku yang menyebabkan orang tuanya meninggal.... hiks... aku... hancur... ucap Rania memandang penuh kebencian pada seseorang yang juga ikut melihat kejadian di rumah itu. Dia menangis histeris atas kematian Rania.


" apa dia yang kamu maksud... ?


" iya... dia raditia... dia yang sudah menghancurkan keluargaku dan juga membunuhku...


" tapi polisi tidak menemukan bukti...


" ada... ada buktinya...


" mana... tunjukkan padaku...


Rania masuk ke dalam rumah diikuti Siera yang juga masuk. Rania menunjukkan bukti yang tak sengaja jatuh di bawah kolong almari yang sempit.


" itu disana adalah bukti bahwa Radit yang sudah membunuhku...


" apa itu...


" cincin Radit yang terjatuh saat dia membunuhku...


" ok... aku akan meminta kak Surya untuk mengambilnya...


Sie melangkah keluar dan memanggil Surya untuk masuk ke dalam rumah.


" permisi kak... tolong ikut saya masuk...


" oh... ok...


mereka berdua masuk dan menuju sebuah almari.


" kak di sana ada barang bukti milik pembunuh itu...


" benarkah... jadi siapa pembunuh itu...?


" nanti akan sie kasih tahu tapi kakak ambil dulu bukti itu...


" ok...


" tapi kak... nanti kalo sudah diambil kakak langsung sembunyikan karena pembunuh itu ada di sini...


" apa...!!! siapa... ?


" nanti Kak...


Setelah diambil, Surya menyimpan cincin itu di dalam kantong celananya.


Sie mendekati raditia yang terlihat sangat sedih.


" permisi... kakak siapanya korban...


" saya kekasih korban...


" oh... maaf saya ikut berduka...


" terima kasih.


Sie tak sengaja melihat Raditia membawa pistol di balik bajunya.


" kalo begitu maaf kak saya permisi...


" baik... terima kasih...

__ADS_1


__ADS_2