I AM SPECIAL INDIGO

I AM SPECIAL INDIGO
Bab 58


__ADS_3

" sie kenapa teriak manggil nama aldo, ucap ria yang ada di kamar saat sie sudah masuk ke kamar mereka.


" nggak papa, tadi aldo isengin gue..


" oh..., btw sie gue bener-bener nggak nyangka loh kalo lo ternyata kakak dina.


" gue juga baru tau ri dan gue seneng banget ri gue udah nemuin keluarga gue...


" tapi sie kok bisa umur kalian nggak beda jauh.


" setau gue waktu ibuk gue cerita, waktu itu gue umur 3 bulan dan ternyata mama udah hamil lagi...


" what ternyata papa lo gercep juga ya...


" hahahaha... Lo ada-ada aja ri...


Udah sono buruan mandi ntar gantian


" siap...


30 menit kemudian semua sudah selesai dan bersiap makan siang. Suasana villa semakin ramai karena ulah sie dan teman-temannya. Selesai makan sie dan teman-temannya bercengkrama di taman belakang villa. Mereka memutuskan untuk berenang. Setelah puas mereka kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat.


Waktu menunjukkan pukul 7 malam mereka semua m!em,?persiapkan acara barbeqiu di halaman belakang villa itu, sie melihat banyak makhluk astral yang ada di sana. Sie melihat banyak anak-anak kecil yang bermain kejar-kejaran, ada kunti yang sedang menggendong bayinya, dan yang menarik perhatian sie ada sosok genderuwo kecil sedang memandang Siera yang sedang asyik tertawa dengan teman-temannya. Sie penasaran dengan genderuwo kecil itu kemudian dia berjalan menghampiri genderuwo kecil itu.


" hai,,, kamu sendirian aja..


" iya...


" kemana orang tua kamu...


" ibuku ada tapi ayahku nggak ada

__ADS_1


" kemana perginya ayahmu...


" aku nggak tau kami terpisah sudah lama...


" sekarang dimana ibumu...


Tak lama sang ibu genderuwo kecil datang menghampiri anaknya dan juga siera. Dia tidak senang melihat sie dekat dengan anaknya.


" heh kamu manusia, mau kamu apakan anakku


" eh... Kamu...!!! Emangnya kamu liat aku ngapa-ngapain anak kamu... Nggak kan


" kenapa kamu dekati anakku


" aku cuma nanya sama dia kenapa sendirian aja... Emang ganggu ya tanya gitu... ?


" anakku mungkin penasaran kenapa disini ramai sekali dan kalian berisik. Disini nggak pernah ada orang berisik...


" nurmala itu nenekmu... Bukankah cucu nurmala cuma 1...


" kamu salah, cucu utiku itu 2 cuma aku dulu diculik dan baru ketemu 3 bulanan yang lalu sama keluargaku itupun baru tadi aku sama keluarga sadar kalo aku adalah putri mereka. Genderuwo itu menangis mendengar cerita sie


" kamu kenapa menangis... ?


" aku inget dengan nurmala, dia adalah satu-satunya orang di dunia ini yang mau berteman dan menjadi sahabatku. Rumahku di sana di pohon beringin itu (ucapnya sambil menunjuk ke pohon beringin yang ada di belakang villa), selama ini nurmala yang selalu mengajakku bermain. Kemana dia pergi aku selalu ikut, hingga aku bertemu dengan suamiku dan aku menikah. Setelah putraku lahir, ada seorang pertapa yang sedang menambah ilmu kanuragannya dan dia bertarung dengan suamiku. Suamiku penguasa di daerah ini, hingga suamiku kalah bertarung dengan pertapa itu dan suamiku dibawa dijadikan budaknya. Sampai sekarang kami terpisah.


" Ya Allah nasib kita sama... Sie melihat anak genderuwo itu dan bersimpati.


" siapa nama kamu hem... Ucap sie pada anak genderuwo itu.


" aku raka... Dan dia ibuku ningsih.

__ADS_1


" oia aku punya teman juga namanya bimo dia genderuwo yang aku bawa dari rumah temanku dito


" tunggu-tunggu kamu bilang kamu juga punya teman genderuwo namanya bimo... ?


" iya... Namanya bimo kenapa


" suamiku bernama bimo


" benarkah... Tunggu sebentar aku panggilkan dia. Sie kemudian melangkah pergi menuju kamarnya. Aldo yang melihat sie mengikuti Siera.


" sie, cinta kamu mau kemana...


" L, aku mau ambil keris di kamar kenapa kamu mau ikut.


" ayok aku anter, aku nggak tega liat cintaku harus jalan sendirian... Mau aku gendong... Hem... Ucapnya sambil memainkan alis


" idih gombalnya udah tebel tuh...


" hahahaha... Aldo tertawa dan merangkul pundak Siera menuju kamar.


" kak sie, mau kemana..


" mau ke kamar bentar ngambil barang kakak...


" ooooh ya udah... Heh al, lo jagain kakak gue jangan diapa-apain.. Awas kalo diapa-apain... Ucap dina mengepalkan tangan kanannya ke atas dada. Aldo hanya cengegesan sambil melangkah pergi dengan Siera sedang kedua orang tua sie hanya geleng-geleng kepala dan tersenyum


Sesampai di kamar, aldo menunggu di depan pintu dan sie masuk ke kamar mengambil keris itu dan mereka segera membawanya keluar. Semua yang ada di taman belakang nampak bingung kenapa sie membawa keris itu keluar. Mereka saling memandang


" nanti bakal sie jelasin dan kamu L tunggu disini ya sama temen-temen, aku mau ke sana sebentar... Ucap sie menunjuk ke arah dia berbicara dengan ke dua genderuwo.


" ok cinta, aku akan liat dari sana dan kamu ati-ati ya... Ucapnya mengelus puncak kepala Siera. Sie nampak malu-malu

__ADS_1


__ADS_2