
Sie, Dina dan sang mama sudah kembali ke rumah setelah adzan Maghrib berkumandang.
" kok baru pulang cinta... sibuk banget ya...
" iya sih tapi Alhamdulillah sudah teratasi...
" ceritain dong...
" nanti dulu ya aku mandi dulu terus kita makan malam dulu... ok sayang...
" ya udah sana udah bau acem nih...
" mana ada...
Sie mandi selesai itu mereka berdua turun bersamaan dengan mama Yunita dan Dina yang akan turun ke lantai bawah.
" kayaknya seru tadi...
" iya dong pa... kasian tuh anaknya Kartika teman SMU mama... diguna-guna sama orang pa... makanya kata sie dia terlihat seperti poci... tapi untungnya ya pa... sie memanggil Romi agar membawa tu poci keluar dari tubuh Fibri putri Kartika...
" beneran cin...
" he em...
" pokoknya seru deh kak tadi...
Mereka berlima makan sambil ngobrol dengan santai.
Selesai makan Sie dan Aldo pamit ke kamar karena sie merasa capek.
" capek... ucap Aldo setelah mereka sampai di kamar.
" he em...
" mau dipijitin...
" boleh...boleh...
" sini aku pijitin pakek plus² mau...
" ish apaan sih L udah kayak apa aja...
" nggak papa sih kalo kamu mau...
" L... tadi di kampus ngapain aja ada yang ganjen nggak sama kamu...
" ganjen sih banyak cuma kamu kan tahu aku nggak mau merespon mereka... ucap Aldo sambil memijat punggung siera...
" Oia cin, sebentar lagi kita kan KKN... mungkin kita akan saling terpisah...
" ooooh... hiks... iya...
" kalo bisa aku akan minta untuk dekat sama kamu...
" boleh... boleh... enaknya kita magang di mana L...
" gimana kalo kita KKN di Malang aja... tempatnya kan masih banyak yang religi...
" hemmmmm... sekarang kamu juga seneng ya ke tempat yang begituan...
__ADS_1
" iya aku kan ngikutin kamu lagian seperti itu juga menyenangkan.... jujur selama kita bersama, aku banyak mengenal mereka yang tak kasat mata...
" jadi terpengaruh ya...
" nggak papa kok aku malah seneng banget...
2 bulan berlalu Sie dan Aldo mendapat keberuntungan bisa melakukan KKN di tempat yang mereka inginkan secara bersama, begitu juga dengan Dina, Ria,Dito dan Dafa juga memilih bergabung dengan sie dan Aldo di tempat yang sama.
" cinta... persiapan sudah...
" sudah semua kok L...
" lo Din... ?
" udah kak... lo tenang aja...
" yang lain pada kemana kok belum ada yang dateng... ucap Aldo yang sudah menunggu di kampus.
" tuh mereka... ucap Dina menunjuk ke rombongan
" kenapa lama banget...
" sorry Al, gue sakit perut tadi... ucap Dito.
Aldo menghitung jumlah teman satu angkatannya sekitar 9 orang dan semua sudah lengkap, mereka tinggal berangkat ke bandara Soekarno Hatta dengan tujuan Malang Jawa timur.
Sekitar pukul 9 mereka sudah sampai di bandara, mereka masih menunggu 10nmenit lagi untuk pesawat berangkat.
Panggilan ditujukan kepada mereka dengan tujuan Malang. Mereka masuk ke dalam pesawat, sampai pukul 11 kurang mereka sudah sampai di bandara abdulrachman saleh.
" widiiiiih bener-bener sejuk udara kota Malang... ucap Dito
" eh... itu papan nama buat kampus kita... berarti kita sudah di jemput... ucap Dafa
" ya udah ayo kita samperin...
" permisi... bapak yang jemput rombongan dari universitas Gramedia... ucap Aldo sebagai Ketua kelompok.
" benar... mari silahkan ikut saya menuju kantor...
" terima kasih... dengan bapak siapa... ?
" saya Jaenal...
" oh... pak Jaenal... perkenalkan saya Aldo.. dan mereka semua teman seangkatan saya ...
" hai pak... salam kenal... ucap mereka kompak...
" iya salam kenal... mari silahkan...
" terima kasih pak Jaenal...
Sie sedari tadi hanya diam memperhatikan karena sejak dia datang, dia melihat sosok anak laki-laki kecil yang mengikuti kemanapun pak Jaenal melangkah.
Dan sepertinya pak Jaenal sendiri tahu akan hal itu tapi sie masih diam saja memperhatikan. Setelah masuk ke dalam mini bus, Sie sengaja duduk di sebelah pak Jaenal.
" ehm... maaf pak... perkenalkan nama saya siera...
" oh iya neng...
__ADS_1
" pak... boleh saya tanya sesuatu tapi bapak jangan tersinggung ya...
Pak Jaenal sedikit mengernyitkan alisnya sedikit bingung.
" tanya apa ya neng...
" apa bapak punya Indra ke enam...
" ehm... kok neng tahu... ?
" saya juga pak...
" ooooh...
" apa anak kecil yang mengikuti bapak itu anak bapak...
" bukan neng... bapak secara tidak sengaja bertemu dia di depan jalan kantor 3 hari yang lalu sejak saat itu dia ngikutin bapak...
" ooooh... ehm... memang kenapa dia Sampek ngikutin bapak...
" dia bilang dia mencari orang tuanya... dia berjalan tak tentu arah sampai ke sini neng... dan kata dia, dia senang ikut bapak karena bapak orang baik...
Sie tersenyum mendapat jawaban seperti itu.
" dek... nama kamu siapa... ucap sie pada anak lelaki itu yang duduk bersebelahan dengan sie.
" aku Wahyu... ucapnya tersenyum. kakak cantik... boleh nggak Wahyu ikut kakak...
" kenapa... ?
" kakak orang baik...
" boleh kakak tanya sesuatu ke kamu... ?
" boleh...
" dimana keluargamu...
" aku nggak tahu kak...
Sie masih diam memperhatikan Wahyu.
" tempat tinggal kamu dimana... ?
" aku nggak tahu kak...
" kamu nyaman tinggal dengan pak Jaenal...
" nyaman sih kak, cuman kadang aku kesepian karena pak Jaenal sibuk jadi nggak bisa diajak main...
" ooooh... kamu ternyata pengen teman main toh...
" he em... Wahyu kesepian... kakak cantik mau bermain sama Wahyu...
" ehm... boleh tapi kalo Kakak juga nggak sibuk sih... eh Wahyu kamu mau nggak kakak carikan teman main... tapi kamu harus tinggal disana menemani dia...
" boleh kak... tapi Wahyu harus tinggal di mana... ?
Pak Jaenal masih memperhatikan dan mendengar percakapan sie dan Wahyu.
__ADS_1