
Sie langsung senyum ke arah dafa dan juga yang lain karena mereka baru datang.
Dafa juga membalas senyuman Siera begitu juga aldo yang tak henti henti ya menatap Siera.
" hai daf, baru datang, kalian juga
" iya... Ucap dito, aldo dan ria kompak
" oia gaes kenalin ni temen-temen gue disekolah gue dulu, ini ada dita, neni, lili, nino dan galih.. Ucap sie memperkenalkan temannya pada teman-teman dina
" hai salam kenal semuanya dan kenalin juga gue ria, ini dafa, ini aldo dan ini dito cowok gue... Ucap ria sambil menunjuk temannya satu persatu
" salam kenal juga... Gue galih cowok Siera.. Sela galih memperkenalkan diri sebagai pacar siera
Aldo yang mendengar galih memperkenalkan sebagai cowok Siera merasa terkejut dan tampak marah. Dafa yang melihat aldo langsung menepuk pundak aldo pelan.
" sabar al... Dafa menyemangati aldo dan aldo hanya mengangguk pelan.
Tak lama papa Ronal datang dengan diikuti pak amar di belakang papa...
" wah, rame bener ini rumah Om... Kalo tiap hari kayak gini Om pasti bakalan seneng... Ucap papa Ronal senang
" Om... Jawab mereka semua kompak
" Ya udah dilanjut saja, Om mau ke dalam dulu... Mau bersih-bersih...
" baik om
__ADS_1
" tuan kalau begitu saya mau pulang dulu... Ucap pak amar berpamitan kepada bosnya
" Ya udah pak hati-hati
" baik tuan
Tak lama setelah kepergian papa Ronal, bik narti datang memberitahukan bahwa makan malam sudah siap
" non Siera, non dina makan malam sudah siap...
" baik bibik kita akan ke ruang makan
Mereka semua menuju ke tempat makan yang sudah ditata agar cukup untuk mereka semua duduk, setelah mendapatkan tempat duduk masing masing papa Ronal dan mama yunita juga ikut bergabung dengan mereka.
Entah sengaja atau tidak tempat duduk Siera tepat berhadapan dengan aldo dan galih berada di sebelah Siera. Awalnya galih merasa biasa saja dengan sikap aldo tetapi lama-lama galih merasa marah karena aldo menatap Siera dengan tatapan penuh cinta. Galih tidak bisa berbuat apa-apa karena ini dirumah keluarga anggara, entah jika di luar mungkin galih akan menghajar aldo yang berani menatap Siera terbang-terangan.
Usai makan yang di iringi dengan sendau gurau dan tawa mereka bersama sama. Akhirnya mereka memilih mengobrol di taman belakang rumah itu. Tempat yang sungguh nyaman terdapat ayunan, kolam ikan, kolam renang, gasebo dan pemandangan luar yang tampak indah
Dafa yang mengetahui itu hanya bisa menasehati aldo agar tidak terpancing emosi.
" lo yang sabar bro, gue tau lo cinta sama Siera sejak pandangan pertama tapi gue g bisa apa-apa kalo selama ini Siera juga sudah punya cowok. Karena walaupun dekat tapi semenjak kita pisah sekolah gue udah g pernah saling curhat sama sie. Tapi setau gue sie belum pernah pacaran mungkin si galih pacar pertama sie. Jadi gue harap lo bisa menahan emosi lo... Gue g mau kalian berantem gara-gara cewek
" lo bener daf, mungkin galih memang cinta pertama sie, gue liat sie emang cinta banget sama galih. Gue pasrah bro... Kalo emang sie jodoh gue pasti dia terima gue, lo tau sendiri gue g pernah mau pacaran dan gue belum pernah suka sama cewek... Tapi sie beda... Gue ngerasa jantung gue berdetak cepat jika ada di dekat sie
" sabar bro semua sudah ada takdirnya masing-masing
" ok tanks gue ucapin
__ADS_1
" sama-sama al, lo sahabat gue... Gue kenal lo bukan sebulan dua bulan...
Aldo dan dafa saling melempar senyum... Aldo berusaha mengikhlaskan sie dengan galih walau ada rasa sakit di hatinya tapi dia berusaha untuk tetap tersenyum
Tiba-tiba naomi menghampiri Siera, dan mengatakan jika secepatnya sie harus menolong naomi
" kenapa na... ?
" gue... Gue... !!!!!
Sie tau apa yang akan diutarakan naomi. Hingga dia mengumpulkan teman-teman nya untuk di ajak berbicara
" gaes sini dong kumpul... Gue mau ngomong sama kalian...
" ngomong apaan sie... Ucap galih
" sekarang kita udah menjadi teman boleh nggak gue minta tolong sama kalian untuk membantu teman gue naomi.. Si kunti baru
" tolong... Tolong apaan sie... Emang kita bisa nolong apa sie... Ucap lili...
" jadi gini gue mau kalian nemenin gue mencari tau rumah pacar naomi untuk mencari jasad naomi dan setelah itu kita ke rumah orang tua naomi buat nyampe in ke orang tua naomi bahwa naomi sudah mati... Gimana kalian mau bantu gue
Semua yang ada di situ nampak diam dan berfikir...
" ok, gue mau bantu lo, ucap aldo
" gue juga mau, ucap galih tak mau kalah dari aldo
__ADS_1
" gue juga, gue juga... Mereka akhirnya menyetujui apa yang Siera rencanakan
Setelah waktu sudah menunjukkan malam hari, mereka akhirnya berpamitan untuk pulang.