I AM SPECIAL INDIGO

I AM SPECIAL INDIGO
Bab 56


__ADS_3

Pagi menjelang, mereka berdua lupa kalo hari ini mereka akan pergi ke puncak dengan mama dan papa tak lupa mereka juga sudah menghubungi teman-temannya untuk diajak ke villa milik nenek dina. Karena hari ini sabtu jadi mereka libur dan semalam papa sama mama akan mengajak mereka pergi.


Jam sudah menunjukkan angka 05.30 pagi tapi mereka berdua masih asyik berselimut. Sang mama datang membangunkan keduanya


" Ya Allah punya 2 anak perawan jam segini masih molor apa mereka lupa kalo hari ini kita mau ke puncak... Ck.. Ck.. Ck.. Bangun,.... Kalian ini ya udah tau mau pergi tapi jam segini masih aja molor...


" Ya Allah ma sie dan dina lupa... Ucap sie sambil berlalu pergi ke kamar mandi setelah itu bergantian dengan dina


" cepetan papa sudah nungguin di bawah,,, habis ini kita sarapan dulu sambil nunggu temen-temen kalian juga.


Mama yunita akhirnya turun menuju meja makan dan di sana sudah ada papa yang menunggu. Tak lama setelah itu datang atu persatu teman-teman mereka.


" kalian semua sudah sarapan belum... Ucap mama yunita.


" sudah tante, ucap mereka kompak


Tak lama sie dan dina turun sambil membawa tas ransel mereka masing-masing yang sudah mereka persiapkan dari semalam. Sie juga membawa keris yang di kasih dito entah kenapa sie merasa dia harus membawa keris itu dan dia masukkan ke dalam tas ranselnya.


Setelah selesai sarapan mereka menuju ke mobil, sie dan dina naik di mobil aldo karena di mobil sang papa ke 3 maid nya juga ikut. Satu satu mobil dengan mama dan papa. Tak lupa juga mereka membawa perlengkapan dan bahan-bahan untuk barbeqiu nanti malam di puncak.


" sudah siap semua... Ucap papa ronal


" siap..


" ya udah ayok kita berangkat, jangan lupa berdo'a sebelum berangkat. Mereka semua mengangguk


Hampir 4 jam perjalanan yang mereka tempuh karena terjebak macet di hari weekend. Sampai akhirnya mereka memasuki villa yang sangat besar itu. Bagi mereka semua villa itu sangat sejuk dan nyaman jauh dari hiruk pikuk bisingnya kota metropolitan. Begitu juga sie yang pertama kali masuk ke villa disuguhkan bukan hanya pemandangan yang indah tapi juga penampakan yang ada di sana sini.


" Ya Allah banyak banget penampakannya.... Ucap sie sambil melihat-lihat keberadaan mereka.


" beneran cin, mereka banyak..

__ADS_1


" he em...


" what yang bener lo sie selama gue ke sini tapi nggak ada yang aneh-aneh kok sie... Ucap dina


" lo sering ke sini din... Ucap sie


" Ya sering banget tapi terakhir kali waktu nenek gue meninggal sie sekitar 5 bulan yang lalu...


" terus selain nenek, siapa aja yang tinggal di sini...


" nggak ada cuman mang asep sama istrinya yang tinggal disini untuk membersihkan dan menjaga rumah ini...


" akhirnya sampek juga pegel semua badan aku... Ayok buruan masuk nanti kalian pilih kamar sendiri-sendiri ya di lantai atas.


" sie gue sekamar sama lo aja ya sie...gue takut... Ucap ria sambil menggandeng tangan Siera.


" Kalo kalian bertiga giman mau sendiri-sendiri apa sekar juga. Ucap dina


" yo'i kita sekamar aja... Ucap dito dan dafa


" hehehe... Dasar penakut, masak cowok penakut.


" yey... Lo sih enak sie nggak takut sama mereka malah mereka yang takut sama lo.. Ucap dito


" tapi kan kita nggak bisa liat mereka dito... Ucap aldo


" tapi tetep aja gue takut


" apa lo mau gue buka dit, biar lo bisa liat mereka jadi mereka nggak nakut-nakutin lo lagi..


" nggak..nggak sie mending gue nggak tau mereka aja dari pada harus liat yang aneh-aneh... Hiiiii.. Ucap dito bergidik ngeri

__ADS_1


" hahahahahaa... Tawa mereka kompak.


" sudah belum ngobrolnya... ? Tanya papa Ronal kepada mereka yang sedang tertawa. Ayok buruan masuk jangan lupa barang-barang kalian jangan ketinggalan di mobil.


" siap om...


Pintu villa itu terbuka lebar... Nampak mang asep dan isteinya bik ijah menyambut tuan, nyonya dan nona mereka.


" selamat datang kembali tuan, nyonya dan non dina..


" iya mang... Gimana kabarnya mang asep dan istri... Tanya papa ronal


" alhamdulillah kita berdua selalu sehat tuan.


" mang asep makasih ya karena udah selalu jagain villa nenek. Villanya nggak pernah berubah masih sama seperti lima bulan yang lalu. Ucap dina dan mang asep tersenyum ke dina


" oia mang kenalin ini namanya Siera anak angkat saya.. Dia sudah nolong dina dari kecelakaan mang hingga dia sendiri yang mengalami kecelakaan dan koma selama dua bulan. Ucap mama yunita pada mang asep yang merupakan orang kepercayaan nenek sedari mama yunita kecil. Jadi mama yunita sudah menganggap mang asep seperti ayahnya.


" selamat datang non Siera.. Non, boleh mang asep tanya sama non... Ucapnya ke siera


" boleh mang... Mau tanya apa...


" apa non bisa lihat makhluk astral...


Sie sedikit kaget mendengar pertanyaan mang asep.


" mang asep kok tau... Ucap sie penasaran


" keliatan dari mata non..


" masak sih mang... Emangnya mata sie kenapa

__ADS_1


" Ya mang asep sih nggak tau kenapa tapi mang bisa liat mata non itu beda.


__ADS_2