I AM SPECIAL INDIGO

I AM SPECIAL INDIGO
Bab 9


__ADS_3

Setelah dafa mengambil kotak kayu itu, dafa segera keluar dari kamarnya menuju ruang tamu...


" kotak ini kan sie... Sambil menunjukkan kotak itu kepada siera


" iya... Benar dafa kotak ini yang gue cari...


" emang isinya apa sih sie... Kayaknya penting banget sampai di gembok gitu... Semua orang menatap kotak kayu yang memang masih digembok...


" gue sendiri juga g tau daf apa isi kotak ini... Nenek rus sebelum meninggal di hari itu berpesan pada gue bahwa gue mesti menyimpan dan membuka kotak itu disaat waktu yang tepat...


" ooooh... Jadi ini kotak punya nek rusmini...


" iya... Ehm... Gue mau coba gembok ini dulu...


" pakek apa sie kan itu dikunci... Sela dafa


" lo tenang aja... Sebelum nenek pergi nenek ngasih kalung ini ke gue... Dan lo liat apa yang ada di kalung gue...


" ha... Itu kan kunci...


" yap... Betul ini kunci untuk membuka gembok ini...


" Ya udah sie cepetan buka... Dafa dan dina sudah terlihat tidak sabar lain halnya dengan para orang tua mereka hanya menggelengkan kepala melihat tingkah anak anaknya...


" sabar napa... Setelah itu sie membuka kotak itu dengan kunci yang sudah di pegangnya... Setelah terbuka semua mata tertuju pada isi dari kotak itu...


" waaaahh... Isinya ada perhiasan dan juga uang sie... Eh.. Ada suratnya juga loh sie...


Sie pun membaca surat yang dedengarkan oleh semua orang yang ada di ruangan itu...


Teruntuk Siera cucu tercintaku...


Setelah membaca surat ini mungkin nenek sudah tidak berada di sampingmu lagi sie...


Nenek minta maaf atas apa yang selama ini terjadi padamu sie...

__ADS_1


Nenek tidak bisa berbuat apa apa sie untuk menolongmu karena ibumu selalu mengancam nenek akan menjualmu jika nenek melaporkan semua yang terjadi padamu....


Di kotak ini ada sedikit peninggalan dari nenek sie...


Pergunakanlah dengan baik ya sie...


Nenek selalu menyayangimu sie..


Walaupun nenek sudah tak disisimu lagi tapi ingatlah sie nenek selalu ada di hatimu..


Nenek selalu berdo'a semoga kamu akan segera mendapatkan kebahagiaan yang selalu kamu impian cucuku...


Bersabarlah dan ingatlah selalu sebarkanlah kebaikan dimanapun kamu berada...


Nenek sayang kamu Siera cucuku....


Setelah membaca surat itu Siera menangis... Mama yunita yang melihatnya langsung memeluk Siera penuh kasih sayang...


" tante, rumah sie sudah dijual. Sekarang sie nggak tau lagi harus tinggal di mana... ?


" iya om.... Sie menjawab tapi tidak menatap ke arah papa Ronal...


Papa Ronal dana mama yunita melangkah keluar untuk membicarakan sesuatu...


" ma, sekarang Siera sudah tidak mempunyai rumah dan dia sendirian bagaimana kalo dia kita ajak saja tinggal di rumah dan kita bisa mengangkatnya sebagai anak ma... Gimana menurut mama...


" ehm.. Mama juga setuju pa... Apalagi dina pasti seneng banget sekarang sudah g sendirian lagi... Tapi gimana dengan ibunya Siera pa..


" mama kan tau sendiri ibunya pergi entah kemana...


" Ya udah pa ayo.. Kita masuk... Kita bahas sama dina dan sira...


Setelah berbicara berdua akhirnya kedua orang itu masuk ke dalam dan mengutarakan semuanya...


" bigama sie... Dina... Kalian setuju kam

__ADS_1


" Dina setuju pa... Dina bakalan seneng banget kalo Siera mau jadi saudara dina dan tinggal bareng sama gitu


" apa sie nanti nggak ngrepoti Om sama tante...


" nggak sayang seperti apa yang dina bilang, kita semua pasti akan bahagia... Ya... Sie... Mau ya.. Tinggal bareng sama tante sama Om juga...


Sie masih terlihat berfikir... Jika tidak tinggal dengan mereka, sie harus tinggal dimana... Akhirnya setelah agak lama berfikir... Sie pun menyetujui...


Ketiga keluarga baru sie tak kalah bahagianya... Mereka tersenyum senang dengan keputusan Siera...


" tapi... Sekolah sie gimana...


" kamu jangan khawatir sayang nanti Om akan memindahkan sekolah kamu... Jadi kamu bisa satu sekolah dengan dina...


"yey... Akhirnya kita satu sekolah sie... Sekarang gue bisa jagain lo sie... Sahut dafa dengan semangat...


" iya daf... Makasih....


Setelah urusan dengan keluarga bu ratna dan dafa selesai, sie dan keluarga barunya berpamitan untuk pulang...


" baiklah bu.... Karena urusan kami di sini sudah selesai jadi kami mohon undur diri...


" baik pak... Bu... Tolong jaga Siera ya...


" ibu tidak usah khawatir... Kami akan selalu menjaga sie dengan baik...


Saat hendak melangkah tiba tiba sekelebat bayangan keluar dari dalam kamar bekas nek rusmini... Karena arah kamar itu terlihat dari ruang tamu... Sie, hanya melihatnya saja dan bertanya..


" siapa disitu..


" ada apa sie... Ada siapa... Sahut bu ratna


Bersambung


Novel receh author... Maaf kalo ada typo... Jangan lupa Like dan komen agar menjadi semangat author dalam berkarya...

__ADS_1


__ADS_2