I AM SPECIAL INDIGO

I AM SPECIAL INDIGO
Bab 178


__ADS_3

Mereka melajukan kendaraannya hingga tanpa terasa sampai di dekat mes. Siera dan Aldo turun dari mobil dan berpamitan pada Cahyo.


Malam ini mereka tidur tanpa ada gangguan lagi dari makhluk-makhluk tak kasat mata.


Seminggu berlalu tepat hari Senin, pak Robert datang dengan banyak pengawalnya.


Semua karyawan berjejer rapi menunggu kedatangan CEO perusahaan.


" selamat pagi... dan selamat datang pak Robert... ucap Cahyo


" selamat pagi... dan terima kasih... pak Cahyo... bagaimana kabar anda...


" baik pak... sehat...


Robert memperhatikan semua karyawannya dan pandangannya tepat tertuju pada Dina dan juga Siera.


" ternyata di sini ada gadis cantik-cantik... termasuk serli juga... ucap Robert dengan senyum tipisnya.


" mereka karyawan baru...


" oooh iya pak... mereka 9 orang anak magang di perusahaan ini...


" ooooh...


" pak Cahyo ikut ke ruangan saya dan juga serli...


" baik pak... ucap serli dan Cahyo kompak.


Robert berjalan menuju ruangannya dan diikuti Cahyo dan serli. Sedangkan para pengawalnya menunggu di depan ruangan.


" ini laporan perusahaan pak... ucap Cahyo


Robert melihat-lihat buku laporan keuangan perusahaan dan dia merasa puas dengan kinerja dari Cahyo.


" baik pak... saya rasa sudah cukup buat saya dan saya sangat berterima kasih karena anda selalu bisa dipercaya dan diandalkan untuk kemajuan perusahaan ini....


" baik pak .. terima kasih atas kepercayaannya... kalo begitu saya permisi...


" silahkan..


Setelah Cahyo pergi, Robert mulai merayu Serli.


" gimana kabarnya serli... makin cantik aja kamu...


" ah... pak Robert bisa aja ..


" kamu nggak kangen aku ..


" kangen lah pak... kan bapak lama nggak pernah ke sini... serli kangen dong ...


" kangen aku apa kangen uangku...


" iiiih.... pak Robert bisa aja...


" katanya kangen sini dong duduk di sini.... ucap pak Robert menyuruh serli duduk di pangkuannya.


" tapi pak... nanti ada yang lihat...


" nggak akan ada yang berani ke sini sayang...


Dengan gaya centilnya serli segera duduk di pangkuan pak Robert.


" gitu dong sayang... aku kan kangen sama kamu...


temenin aku di kamar sebelah ya...


Serli paham apa yang di maksud Robert tapi dia merasa takut jika jadi bahan omongan di kantor. Dia ingin terlihat baik-baik saja di hadapan karyawan yang lain.


" jangan disini ah pak ... Serli takut jadi bahan gunjingan karyawan lain...


" kenapa mesti takut... disini yang punya perusahaan siapa hem...


" iya serli tahu tapi serli tetep nggak enak pak Robert sayang....


" pinter gombal kamu ya ... ok... jam makan siang nanti ikut aku keluar kita senang-senang...


" siap... yang penting cocok...


" dasar mata duitan...

__ADS_1


" cuma sama bapak kok...


Robert mengecup bibir serli dan serli membalasnya. Lama mereka beradu air liur hingga suar ketukan pintu menyudahi aksi mereka.


" pak... ucap serli langsung berdiri dan menjauh dari Robert.


" iya .. masuk...


" maaf pak... nanti ada pertemuan dewan jam 10... ucap Cahyo


" ok pak Cahyo anda atur semuanya...


Cahyo melihat serli yang masih berdiri dan serli yang merasa di perhatikan langsung pamit keluar.


" maaf pak... serli keluar dulu...


" iya... jangan lupa nanti siang temani saya makan...


" baik pak bos...


Cahyo hanya diam saja setelah itu dia hendak pergi keluar dari ruangan Robert tapi ditahan oleh Robert.


" tunggu pak...


" iya pak...


" siapa 2 orang anak magang yang memakai baju pink dan putih tadi...


" oooh... mereka siera sama Dina pak...


" boleh dipanggilkan mereka berdua kemari...


" eh... itu... baiklah pak... sebentar... ucap Cahyo setelah itu keluar dari ruangan Robert.


" sie... kamu dan Dina di panggil pak Robert...


" saya... dan Dina... memang ada apa pak... ?


" nggak tau... buruan kamu ke sana...


" baik pak...


Saat posisi Cahyo dan sie dekat, Cahyo mengatakan pada sie agar berhati-hati. Dan sie mengerti sambil menganggukkan kepala pelan. Aldo yang melihat merasa cemas.


tok...tok...tok...


" permisi... bapak memanggil kami... ucap sie...


" iya... mari masuk... ucap Robert ramah.


" iya pak...


Sie dan Dina duduk di sofa karena Robert sudah menunggu mereka dengan duduk di sofa.


" maaf pak... ada apa ya... ucap siera.


" tidak... siapa nama kamu...


" saya siera pak...


" saya Dina...


" kalian berdua saudara ya sepertinya wajah kalian mirip...


" oh... iya pak... Dina adek saya...


" wow... sekali tepuk dua lalat aku dapatkan... batin Robert tersenyum.


Sie sudah merasa curiga dengan pandangan mata dari Robert, tapi dia berusaha biasa saja.


" pantes kalian sama-sama cantik...


Sie dan Dina saling memandang.


" kalian betah magang disini... ?


" iya pak...


" kalian asal dari mana...

__ADS_1


" Jakarta pak...


" Jakarta... Jakarta mana ?


" Jakarta pusat pak...


" ooooh... saya Jakarta Selatan...


" gimana menurut kalian suasana kota malang...


" adem... enak pak... udaranya juga sejuk nggak seperti di Jakarta yang berpolusi... ucap Dina sekenanya.


" benar apa kata kamu... makanya saya juga merasa nyaman tinggal di sini...


" ehm... berapa lama kalian magang di sini ..


" 4 bulan pak .. jawab siera.


" 4 bulan ya... sebentar dong...


" iya pak...


" nggak papa nanti bisa ketemu lagi dengan saya di Jakarta.


Bianca muncul di hadapan Siera dengan raut wajah penuh amarah dan kebencian melihat Robert. Sie berbicara dengan bahasa batin.


" kamu tenang bi... belum saatnya kita ungkap... cari bukti dulu...


" iya sie...


" pak... apa masih ada perlu dengan kami...


" sebenernya nggak ada sih tapi saya butuh teman curhat saja...


" oooh... tapi kok kami...


" saya merasa kalian orang yang cocok jadi teman curhat saya... apalagi kamu sie... kamu mau kan..


" ok... nggak papa kok pak... ucap sie yang merasa kebetulan.


" dek... kalo kamu sibuk ... kamu keluar saja biar saya temani pak Robert ngobrol.


" kakak... nggak papa di tinggal sendiri...


" nggak papa kakak kamu disini... saya nggak bakal ngapa-ngapain kakak kamu... disini perusahaan... saya punya harga diri...


" oooh... maaf pak bukan begitu...


" nggak papa kok...


" ok... kalo begitu saya keluar dulu ya...


" iya... silahkan... ucap Robert mempersilahkan Dina keluar ruangannya.


" Oia pak Robert... ehm... bapak berapa lama ada di sini...


" saya... mungkin sekitar 2 Minggu... kenapa...


" nggak papa kok pak... hehehehe...


" kirain kenapa...


" pak... pak Robert asli orang sini...


" nggak... saya asli Jakarta... lahir di sana... lulus kuliah saya di tugaskan papa untuk menjadi CEO di perusahaan sini...


" berarti selama di sini bapak punya teman atau sahabat dong... ucap sie berusaha mengorek sedikit tentang kehidupan pribadi Robert.


" punya... 2 orang... Kelvin dan Anton...


" mereka berdua kemana...


" Kelvin ke LA sudah 5 tahun kami berpisah sedangkan Anton sudah menikah dan mempunyai usaha restoran yang dia rintis bersama sang istri...


" ooooh... ehm .. pak Robert belum menikah ya...


" belum... mana ada perempuan yang mau menikah dengan saya...


" kok pak Robert berpikir seperti itu... pak Robert kan cakep, kaya lagi...

__ADS_1


" hahahahaha.... baru kali ini ada yang memuji saya yaitu kamu ... terima kasih banyak sie...


" sama-sama pak...


__ADS_2