
Setelah kembali dari rumah, Shariq dan kawan-kawan benar-benar berenang di sungai yang sangat jernih dan terasa segar. Mereka bermain air sampai lupa waktu, hampir petang mereka baru akan pulang ke rumah masing-masing.
Diperjalanan.... Shariq, Ucok dan Embul di kagetkan dengan suara teriakan minta tolong. Mereka bertiga memasang telinga.
" Riq, Lo denger nggak suara itu...
" iya... gue denger... suara siapa tu...
" eit... kalian bertiga mau kemana... main belok-belok aja udah mau Maghrib nih... ucap Reza.
" bentar Za... gue denger ada suara minta tolong... ucap Shariq.
" dimana... jangan-jangan jeng Kunti... ucap lano sedikit takut.
" alah... gaya Lo No... sama Kunti aja takut biasanya Lo yang sok maju duluan... ucap dewa.
" hehehehehehe.... tengsin dong gue...
" ayo mbul, Cok... kita deketin asal suara... kalian bertiga diem dulu...
" oke... riq...
Shariq, embul dan Ucok berjalan mendekati asal suara. Mereka celingukan mencari di semak-semak, tapi tetap nggak ketemu. Hingga Shariq melihat ke atas sebuah pohon tak seberapa tinggi seekor ular kecil terperangkap diantara ranting pohon dan sepertinya ular tersebut sedang terluka.
" eh... mbul... Cok... lihat diatas pohon itu...
" waaah ternyata siluman ular sedang kejepit ranting to... kok bisa sih...
Shariq memanjat pohon yang tak begitu tinggi dan menolong ular tersebut.
" kamu terluka...
" iya... tadi saat aku bermain ada seekor burung elang menangkap ku tapi aku melawan dan dia menjatuhkan aku hingga aku terjepit di ranting pohon itu.
" Ya Allah... sini coba aku lihat... Shariq berbicara pada sosok ular itu yang terlihat luka di tubuhnya.
Shariq menempelkan tangannya pada badan ular yang terluka tersebut dalam sekejap luka tersebut hilang tak berbekas.
" waaah... badanku nggak sakit lagi... terima kasih ya... kamu benar-benar hebat....
" sama-sama... siapa namamu...?
" namaku Radit dan kamu siapa...?
" namaku Shariq... kamu sendirian.
" tidak... aku sedang menemani pangeran samudra bermain petak umpet tapi karena aku sembunyi terlalu jauh makanya burung elang menangkap ku...
__ADS_1
" pangeran samudra...
" iya... apa kamu mengenal beliau...
" sangat... dia adalah temanku...
" ooooh... jadi kamu manusia yang sering diceritakan oleh pangeran samudra....
" kami lama tidak pernah bertemu...
" sebentar aku akan memanggil pangeran samudra untuk datang ke sini.
Tak lama pangeran samudra benar datang menghampiri Radit.
" Radit... kamu sembunyi dimana saja... ucap samudra sedikit kesal dan membelakangi Shariq.
" maaf pangeran tadi ada kecelakaan sedikit...
" pangeran... apa pangeran mengenal seseorang di belakang pangeran?
pangeran samudra menoleh kebelakang untuk melihat siapa orang yang di maksud Radit.
" Shariq...
" pangeran...
Mereka berdua berpelukan dengan perasaan yang senangl
" iya... ayahanda dan ibunda mengajakku berkunjung ke tempat ini... untuk bertemu dengan sahabat ibunda...
" yang mulia raja dan ratu ada di sini juga...
" iya ...
" aku rindu dengan mereka...
Lano, Dewa dan Reza hanya saling pandang karena Shariq berbicara sendiri. Dan mereka bertiga tidak pernah kaget dengan tingkah Shariq tersebut.
" ayo... aku ajak kamu menemui ayahanda dan ibunda....
" boleh tapi mereka.... ucap Shariq melihat Reza, Lano dan Dewa.
" biarkan mereka ikut dan kamu buka saja mata batin mereka, kasian kalo ditinggal sendiri....
" ok kalo begitu...
Mereka bertiga telah dibuka mata batinnya oleh Shariq. Awalnya mereka kaget karena mereka bisa melihat banyak makhluk di sekitar Shariq.
__ADS_1
Mereka berjalan mengikuti pangeran Samudra masuk ke sebuah istana yang sangat megah dan indah. Saat sudah masuk mereka langsung menuju ke tempat pertemuan yang memang sudah banyak berkumpul makhluk di sana.
Reza, Lano dan Dewa yang tidak pernah melihat tempat seperti itu merasa takjub dan sedikit takut. Mereka bertiga berjalan berdekatan dan berdampingan dengan Shariq.
Saat sudah berada di tempat pertemuan, Raja Saloka langsung menghentikan mereka.
" tunggu... siapa ke empat manusia itu pangeran... ucap raja Saloka.
Reza, Lano dan Dewa saling menoleh karena merasa bukan hanya mereka yang manusia tapi Ucok dan Embul juga.
" maaf yang mulia raja, saya hanya ingin menemui ayahanda dan ibunda saya... karena saudara saya ini ingin bertemu mereka...
" shariq... ucap raja Satria tersenyum seraya berdiri dan memeluk Shariq.
Begitu juga dengan Ratu Gayatri melakukan hal yang sama dengan Shariq.
" maaf raja Satria siapakah gerangan manusia ini, kenapa anda begitu dekat dengannya...
" Dia adalah putra dari sahabat masa kecil saya... Dia seorang wanita manusia yang baik hati dan selalu menolong siapa saja makhluk gaib yang meminta pertolongannya...
" waaah... sepertinya menarik sekali persahabatan anda dengan seorang manusia tersebut raja Satria...
" memang sangat menarik yang mulia... Dulu sewaktu kecil hanya dia yang mau berteman dengan saya hingga dia pindah ke kota dan tak sengaja hamba bertemu kembali dengan dia...
" bolehkah suatu saat saya bertemu dengan sahabat anda...
" tentu saja yang mulia... pasti dengan senang hati dia akan menerima....
" Shariq kenapa kamu bisa ada disini... ? tanya raja Satria
" saya bersama teman-teman mandi di sungai sebelah sana yang mulia...
" benarkah... tapi aku merasa kamu tidak mungkin jika ingin mandi di sungai sampai sejauh ini...
" ehmmmm... itu yang mulia...
" bicaralah...
" maaf sebelumnya... saya menangkap sosok Wowo yang sering mengganggu di dekat sungai...
" menangkap... ucap raja Saloka
" iya yang mulia... saya menangkapnya dan sudah saya simpan dirumah...
" apakah dalam bentuk batu merah delima...?
" iya yang mulia...
__ADS_1
" waaah... Shariq ternyata kamu masih kecil sungguh hebat bisa mengalahkan raja Wowo yang selama ini memang banyak meresahkan...
" terima kasih yang mulia... hamba sangat tersanjung....