
Sie berbincang sebentar dengan pedagang nasi tersebut.
" kalian mau kemana ini rencananya...
" kayaknya kita ke pantai selatan yang lagi ramai aja buk...
" ibuk pesan sama kalian tolong jaga ucapan selama kalian bermain di tempat yang baru. Oia kalian belum pernah ke sini kan... nanti kalo kalian sudah melewati jurang mayit hati-hati jalannya sangat curam dan tinggi...
" kenapa di namakan jurang mayit buk...
" dulu tempat itu banyak sekali tragedi kecelakaan yang menewaskan banyak orang... makanya di namakan jurang mayit... banyak arwah yang penasaran yang ada di tempat itu...
" begitu ya buk...
" neng aura kamu sangat positif dan kamu bisa menjadi sosok penolong bagi mereka yang membutuhkan kamu...
" iya buk... insyaalah saya akan melakukan itu semampu saya...
Selesai makan dan berpamitan, mereka melanjutkan jalan lagi... sekitar 1,5 jam dari tempat mereka menuju pantai selatan. Tak lama setelah itu, benar mereka melewati jalanan yang begitu curam. Walaupun jalan itu lebar tapi hanya bisa satu mobil yang melewatinya karena jalan itu berbelok tajam dan menanjak naik.
" wow... jalan ini beneran ekstrim... ucap Dito yang mengendarai mobil yang satunya yang naik terlebih dahulu.
Begitu juga Aldo yang baru pertama kali ke daerah sini. Sie melihat walaupun banyak perkampungan warga tetapi dia melihat banyak sosok berlumuran penuh darah berlalu lalang di tempat itu.
" astaghfirullah hal'adzim... banyak banget sosoknya.. gumam sie pelan.
Mereka sudah berhasil melewati jalan yang dinamakan jurang mayit itu setelah agak lama mereka akhirnya sampai di sebuah perempatan jalan besar yang menghubungkan antara banyak pantai jika ke timur dan pantai ngliyep jika arah barat. Mereka mengambil jalur selatan yaitu menuju pantai balai lambang karena hari juga sudah sore. Makanya mereka memutuskan untuk ke pantai balaikambang sekalian menginap di sana. 10 menit dari arah jalan besar akhirnya mereka sampai di depan loket yang lumayan mengantri jika harus menuju ke pantai balaikambang.
Setelah membeli tiket untuk semua temannya mereka melajukan lagi mobil menuju ke arah paling selatan dan mencari tempat penginapan terlebih dahulu. Setelah mendapatkan penginapan yang menyediakan 4 kamar dalam satu tempat, mereka kemudian turun dari mobil dan mengambil perlengkapan mereka selama menginap di pantai.
Jam menunjukkan pukul 4 mereka yang tadi belum sholat ashar melakukan itu di kamar masing-masing. Selesai sholat mereka berjalan sebentar di sekitaran penginapan.
" suasananya bener-bener sejuk dan indah ya... kalian nggak ada yang mau berenang... ucap Dito
" lagi males... besok pagi aja sekalian kita jalan ke sana itu... keliatannya ada sebuah pura ... ucap ria menunjuk ke pura yang dekat dengan mereka.
" ya sudah... eh... beli bahan buat acara nanti malem dong... kita begadang... ucap Dito
" ok... kita beli bahannya kalian yang cowok cari kayu bakarnya keliatannya cuacanya cerah jadi nanti malem kita bisa begadang.
Para cewek berjalan+jalan mencari bahan makanan di sekitaran penginapan yang banyak para penjual yang menjual barang dagangannya di bawah dengan lesehan.
Lama mereka berputar mencari bahan makanan untuk acara nanti malam, mereka juga membeli ikan untuk di bakar. Setelah mendapat apa yang mereka inginkan, mereka kembali ke dalam penginapan.
Ditengah jalan karena suasana mau Maghrib, Sie melihat sosok laki-laki muda yang sedang termenung berada di bawah pohon tak jauh dari penginapan mereka.
__ADS_1
Sie masih diam saja hanya mengamati sosok itu, dan melanjutkan lagi jalan dan masuk ke kamarnya. Setelah memasuki adzan Maghrib Sie dan Aldo sholat berjama'ah di kamar mereka. Selesai sholat Sie membereskan peralatan sholatnya dan berias sebentar.
" cinta... kok kamu keliatan pucet... kamu sakit... ucap Aldo yang khawatir.
" nggak kok L... masak sih... aku keliatan pucet... ucap siera sambil melihat ke cermin.
" kalo kamu sakit nggak usah ikut begadang cinta sayang... nanti aku temenin kamu...
" nggak papa L... aku baik-baik aja kok lagian nggak enak sama temen-temen kalo aku nggak ikut...
" ya sudah tapi sekarang kamu istirahat aja dulu...
" L...
" ehm...
" tadi di dekat pohon yang mau jalan ke sini aku lihat sosok laki-laki yang masih muda seumuran kita sedang termenung di bawah pohon itu... dan wajahnya keliatan sediiiih banget... kasihan aku lihatnya...
" ya sudah biarin saja selagi dia nggak meminta tolong kepada kamu ya biarin saja asal dia nggak ganggu kamu kan... sini aku bantuin nyisir rambut kamu... ucap L yang mengambil sisir di tangan siera dan menyisir rambut siera pelan.
" makasih ya... makin sayang deh...
Aldo mengecup puncak kepala rambut siera penuh kasih sayang.
" cinta... kita menikah udah lama... apa kamu nggak pengen punya baby sayang...
" iya bener apa kata kamu sedikasihnya aja sama Allah... ucap Aldo yang meletakkan kepalanya di punggung siera.
Sosok itu memperhatikan Aldo dan Siera di dalam kamar dan sie hanya diam saja.
" tolong aku... ucap sosok itu..
Sie menoleh dan melihat sosok itu dengan wajah yang nampak sedih sekali.
" L...
" ehm...
" dia disini...
" minta tolong...
" he em...
" ya udah kamu dekati...
__ADS_1
Aldo langsung menuju ke tempat tidur sambil memainkan ponselnya sedangkan sie mendekati sosok itu.
" siapa...
" Aldo...
" nama kamu itu...
" iya...
"ouh...
" kamu kenapa ada disini...
" aku tenggelam dan jasadku belum di temukan...
" kapan...
" 2 hari yang lalu...
" astaghfirullah hal'adzim...
" kamu sendirian...
" iya... awalnya aku bersama teman-teman ku berlibur ke sini tapi kami terpisah karena kami bermain di tebing sebelah sana dan saya terjatuh.... Saya nggak tahu gimana teman-teman saya...
" berapa orang...
" 6 orang...
" ok... insyaallah saya akan bantu kamu...
" terima kasih...
Setelah mengucapkan itu, sosok tersebut menghilang. Sie mendekati Aldo dan menceritakan kejadiannya.
" namanya juga Aldo...
" iya...
" kasihan sekali dia...
" L... anterin keluar yuk...
" ngapain...
__ADS_1
" cari info...
" siap istriku yang cantik...