I AM SPECIAL INDIGO

I AM SPECIAL INDIGO
Bab 104


__ADS_3

Tak lama pak ridwan dan seorang polisi menghampiri sie dan aldo.


" kenapa... Ucap pak ridwan


" itu pak... Paman rania sedang... Ehm... Belum sempat sie menjelaskan terdengar suara lenguhan panjang dari seorang laki-laki..


" gila ternyata mereka sedang ***-*** padahal kita keliling mencari keberadaannya...


" hehehe... Maaf pak dan parahnya paman rania melakukan bukan dengan 1 wanita tapi 2 wanita...


" apa... Ucap pak polisi itu bersama.


Kemudian kedua polisi itu segera masuk dan menodongkan pistol ke arah paman rania. Sedang sie dan aldo menunggu diluar kamar


" jangan bergerak... Ucap pak ridwan tegas.


Paman andik dan kedua wanita itu merasa bingung dan berusaha menutup tubuh mereka yang masih sama-sama telanjang.


" cepat pakai baju kalian..


" i... Iya sebentar pak... Ucap paman andik gugup


Ada apa ini pak, kenapa pak polisi bisa masuk rumah saya dan menodongkan pistol ke saya. Apa salah saya pak... Ucap paman andik sambil memakai semua bajunya begitu juga kedua wanita tersebut.


" jangan banyak bicara, ayo buruan kamu pakai baju setelah itu ikut kami ke kantor polisi. Anda bisa menjelaskan semua di kantor polisi.


" Ya nggak bisa begitu dong pak... Apa salah saya dan anda tidak membawa surat penangkapan untuk saya.


@a


" anda jangan khawatir surat penangkapan anda sudah ada di sini... Ucap pak ridwan sambil menunjukkan surat yang dibungkus amplop coklat.


Akhirnya paman andik ikut saja dibawa pak polisi. Paman andik beranggapan nggak mungkin ada yang tahu kejahatan yang dia lakukan.


Tak berapa lama, mereka semua sudah ada di kantor polisi, semua anak buah paman andik dimasukkan sel.. Mereka berteriak dan bertanya kenapa mereka tiba-tiba di masukkan sel. Sedangkan paman andik didudukkan polisi dan dibelakang paman andik ada sie dan teman-temannya


" apa salah saya pak sehingga saya di tangkap... Ucap paman andik bersikap biasa-biasa saja agar tidak dicurigai polisi

__ADS_1


" saya mau tanya sama anda... Dimana kedua orang tua rania dan rania.


Paman terlihat sedikit gugup tapi dia masih berusaha menyembunyikan kegugupannya." mereka ada kok pak... Mereka sedang berlibur ke paris karena akan merayakan aniversery pernikahan mereka yang ke 25 tahun pak.


" ooooh jadi menurut anda mereka sedang berlibur ke paris...


" iya pak, bahkan saya yang membelikan tiket untuk mereka bertiga...


" trus kenapa rania mendatangi mereka mengatakan kalo dia dibunuh dan dikubur dibelakang rumahnya.


" mana ada seperti itu pak, mereka bohong.


" oh.. Jadi paman andik bilang kalo saya bohong... Ucap sie berbicara


" iya... Pasti kamu bohong, mana ada rania datangi kamu.. Trus tau dari mana kalo nama saya andik... Kamu pasti teman rania makanya tau kalau saya paman rania.


" Ya emang sih paman saya tau nama paman dari rania bahkan rania bilang ke saya kalo paman yang sudah membunuh kedua orang tua rania yaitu adek paman sendiri karena paman serakah mau rebut kekayaan rania.


" jangan asal nuduh kamu anak kecil.. Tau dari mana kamu soal itu.


" ooooh... Jadi paman ingin tahu... Ok... Sie kemudian menyuruh rania memasuki tubuhnya.


" ka... Kamu siapa...


" paman lupa dengan rania, ini rania paman.. Keponakan paman yang sudah paman bunuh, paman menggosok leher saya hingga leher saya hampir putus dan lihat paman kepala saya jadinya miring paman. Ayo paman kembalikan lagi kepala rania agar rania nggak capek miring ke kanan terus seperti ini...


" nggak...nggak mungkin kamu rania...rania sudah mati...


Akhirnya paman andik dijebloskan juga ke dalam penjara. Sedangkan team yang lain berhasil mengeluarkan jasad rania dan menguburkannya dengan layak di tpu dekat tempat tinggalnya.


Rania berpamitan pergi dengan sie setelah itu lagi rania seperti terhisap oleh cahaya putih yang membawanya ke tempat yang seharusnya.


" terima kasih sie....ucap rania melambaikan tangan. Dan sie membalasnya juga. Mereka berenam pulang karena misi telah selesai. Kini aldo dan sie pulang ke rumah mama yunita dan aldo sudah mengabarkan ke mama fitri kalo akan menginap di rumah mama yunita.


Sebelum pulang mereka mampir dulu ke sebuah Cafe sekedar mencari minuman dan ngobrol bersama.


Setelah sampai di sebuah Cafe, sie dan teman-temannya mencari tempat duduk yang mereka rasa nyaman untuk tempat ngobrol. Tanpa mereka sadari disana ada rizky yang juga ada di tempat cafe itu bersama teman-temannya.

__ADS_1


" bro, liat noh makin mesra aja tu cewek sama cowoknya.. Ucap robby teman rizky


" biarin aja tu cowok nikmati waktunya bersama kekasih pujaan gue sebelum gue rebut semuanya..


" kapan.


" lo tenang aja... Gue masih nunggu waktu yang tepat...


" ok...


Sie, aldo dan yang lain tidak mengetahui kalo di Cafe itu ada rizky karena tempat duduk yang rizky pakai ada di pojokan dan tertutup oleh vas bunga yang besar.


" L, aku ke kamar mandi dulu ya...


" mau dianter in cinta...


" ish... Apaan nggak usah L... Orang toilet ya deket kok.


" iya udah...


Sie melangkah pergi menuju toilet.


" bro, dia kayaknya ke toilet tuh... Ehm.. Bro beneran cantik banget tu cewek andai aja dia mau sama gue.


Rizky langsung memukul kepala robby.." jangan gila dia milik gue.


Rizky mengikuti sie dari belakang yang tanpa sie ketahui. Sie masuk ke dalam toilet karena kondisi toilet yang sedang sepi, rizky juga ikut masuk menunggu di depan toilet itu. Setelah sie membuka pintu, rizky langsung masuk ke dalam toilet dan sedikit mendorong tubuh sie hingga sie mundur lagi.


" kak rizky, apa yang kakak lakukan..


" hai cantik pujaan hatiku, apa kabar makin cantik aja sih... Ucap rizky sambil memegang dagu sie tapi sie langsung menepisnya


" maaf kak jangan kurang ajar..


" siapa sih yang kurang ajar sayang, gue tu cinta mati sama lo siera sayang...


" jangan gila ya kak, sie itu cuma nganggep kakak sebagai kakak sie sendiri nggak lebih.

__ADS_1


" tapi gue nggak tu... Gue lebih seneng kalo lo terima cinta gue.. Gue bener-bener terobsesi sama lo.. Lo kasih apa sih gue hingga tiap malem gue selalu mimpiin lo... Gue mimpi lo menikmati saat-saat bersama gue sie..


__ADS_2