I AM SPECIAL INDIGO

I AM SPECIAL INDIGO
Bab 105


__ADS_3

" sie, kenapa semua yang ada didiri lo buat gue ingin miliki lo..


" kak, itu nggak mungkin terjadi, sie nggak cinta sama kakak


" tapi gue cinta gimana dong sayang... Ucap rizky dengan tangannya mengelus pipi siera.


Lo begitu harum sie, bibir lo... Ehm...


" kak tolong lepasin gue kak, gue mau keluar, temen-temen gue sudah nungguin gue mereka bakalan ke sini karena gue lama disini


" sebentar aja ya gue mau nyicipin ini... Ucap rizky sambil memegang bibir sie. Sie menepis kasar tangan rizky


" kakak jangan kurang ajar ya... Rizky tak perduli dia langsung mendorong tubuh sie hingga menempel ke dinding dan mencium bibir sie dengan kasar. Sie memukul-mukul dada rizky.. Tanpa sengaja sie yang sedang marah mengeluarkan cahaya putih dari tangannya ke dada rizky hingga rizky mundur ke arah dinding depan sie.


" kakak kurang ajar, sie benci sama kakak... Ucap sie sambil membuka pintu toilet, menangis dan keluar dari toilet itu. Sie segera menghapus air matanya agar aldo tak mengetahui apa yang terjadi tapi sie sendiri tidak sadar bahwa di bibirnya ada bekas luka gigitan dan sedikit berdarah.


Sie bersikap biasa saja dan duduk lagi di samping aldo.


" loh cinta itu bibir kamu kenapa...


" kenapa L, nggak kenapa-kenapa kok. Aldo tahu bahwa bibir sie adalah bekas gigitan.


" siapa yang sudah maksa kamu cinta.. Ucap aldo sedikit tegas. Sie kembali menangis dan memeluk aldo


" maafin aku L, aku nggak bisa menjaga diri aku...


" apa maksud kamu...


" sie menghela nafas berat, " tadi kak rizky ngikutin gue ke toilet dan kak rizky maksa masuk dan mendorong tubuh aku, dia menciumku dengan kasar L... Ucap sie dengan tangis sesenggukan.


" kurang ajar tu rizky nggak bisa dibiarin ini... Ucap aldo mengepalkan tangannya dan berusaha berdiri hendak menghampiri rizky.


" eh, lo mo kemana... Ucap dafa..


" gue mau nemuin rizky, gue mau buat perhitungan... Enak aja main nyosor sama bini orang...


" al, percuma... Lo mau nyari dimana rizky juga udah cabut barusan dan dia tersenyum aneh melihat kita...

__ADS_1


" kurang ajar... Ucap aldo sambil menggebrak meja.


" Al, kira-kira lo mukul meja kaget gue... Ntar kalo gue jantungan terus gue langsung innalillahi gimana... Ucap ria..


" sorry, gue nggak sengaja


" marah boleh al, tapi ntar aja lo pukul tu cowok kalo ketemu jangan meja yang jadi sasaran dong... Ucap dito.


" yey... Lo dit, bukannya jadi air lo malah jadi kompor... Meleduk kan...


" hehehehe... Sorry


" kak, kakak nggak papa kan...


" nggak dek... Kakak nggak papa...


" Ya udah kita pulang yok, gue udah males nih disini bikin hati gue panas aja... Ucap aldo sambil mengenggam tangan sie pergi dari cafe itu, diikuti dafa, dina dan ria yang juga beranjak berdiri.


" woy... Ini yang bayar siapa... Gue lagi bokek...


" hehehehe... Lupa dit,... Ucap dina kemudian meletakkan uang 1 lembar warna merah di meja karena mereka hanya minum saja.


" L, udah ngabarin mama kalo kita tidur di rumah mama yunita.


" udah cin, tadi aku udah telp mama..


" Ya udah ayok.


Tak berselang lama mereka tiba dirumah keluarga anggara.


Mereka memarkirkan motor mereka di tempat parkir kendaraan. Karena hari masih sore dan suara adzan ashar terdengar, mereka akhirnya sama-sama sholat ashar di ruangan khusus yang keluarga anggara sediakan untuk sholat.


Kali ini dafa yang menjadi imam. Selesai sholat mereka duduk-duduk di taman belakang rumah. Sie dan aldo menuju ke kamar dulu berganti pakaian begitu juga dina.


Di dalam kamar aldo langsung menarik tangan sie dan mendudukkannya di kasur.


" cinta, aku nggak mau ya ada bekas cowok lain yang nempel di sini... Ucap aldo menunjuk bibir sie dan dengan suara membentak

__ADS_1


" maaf L, aku sendiri juga nggak tau kalo tadi kak rizky langsung mencium aku... Ucap sie dengan mata berkaca-kaca.. " kamu marah L sama aku... Ucapnya lagi dengan air mata yang sudah menetes.


" maaf ya cinta aku udah benak kamu dan buat kamu menangis.. Ucap aldo mencium pipi sie yang berderai air mata. Aldo kemudian mencium bibir sie dengan lembut dan sie membalas ciuman itu." aku akan menghilangkan jejak cowok lain yang menempel disini..


Mereka berdua masih asyik saja saling ******* tanpa sadar sura ketukan pintu terdengar oleh mereka berdua. Mereka sadar dan segera membuka pintu itu.


" ada apa...ucap aldo masih dengan memakai seragam..


" woy... Ada apa...ada apa... Lo tu ya bener-bener kita nungguin di bawah kalian berdua malah asyik-asyikan di kamar,,, mesum lo ya... Kira-kira dong lo sama gue kalo mo mesum... Masih siang ntar malem aja klo kita udah pulang...


Aldo nampak malu..." ok... Gue ganti baju dulu sono turun dulu lo...


" sie, kalo aldo minta jadah sekarang jangan mau sie masih siang,,,, lo nggak kasian sama kita yang masih fres ini sie... Teriak aldo sambil berlari turun


" dasar dito gila... Ucap aldo sambil menutup pintu. Dan mereka berdua tertawa bersama, setelah itu mereka segera mengganti baju dan tuaun ke bawah bergabung dengan dina dan yang lain..


" nih dia pasangan nya... Kalian tau nggak kalo gue tadi nggak ngetuk pintu mereka bakalan ***-*** dulu di kamar...bener-bener nggak ada kasiannya sama kita..


" ish... Dito, kalo ngomong dijaga masih dibawah umur... Ucap dito menoyor kepala dito pelan


" iya....iya... Yang udah halal mah bebas..mau dimana aja kagak ada larangan... Ucap dito sambil memandang ke arah tempat lain.


" iri lo... Sono nikah juga... Biar bisa ***-*** tiap hari.. Eh dit, lo tau nggak ternyata rasanya enaaaaaaaak banget kayak terbang ke langit...


" ehem... Masak iya al... Ucap dafa ikutan tak percaya..


" beneran... Ucap dito dengan gaya songongnya sedangkan sie menunduk malu..


"eleh... Paling juga aldo aldo ngarang doang kalian inget dong kemarin itu aldo ngomong apa katanya masih takut masak iya semalam udah launching... Ucap dito


" kak, beneran apa yang dibilang kak aldo.. Kakak udah launching... Kapan.


" woy kepo kalian semua... Itu urusan gue sama bini gue... Kalian nggak perlu tau...


" salah sendiri lo mancing kita, lo kata rasanya enak kayak terbang ke langit.. Masak iya rasanya kayak gitu... Ucap dito sambil memandang ke atas dan membayangkan rasanya terbang ke langit.


" stop... Otak lo pada ngeres semua... Disini gue sama dina masih perawan woy... Otak kita jangan diisi sama hal-hal mesum...

__ADS_1


" gue juga masih perjaka Ting-Ting lo yang,


" gue juga lo.. Ucap dafa menimpali


__ADS_2