I AM SPECIAL INDIGO

I AM SPECIAL INDIGO
Bab 202 - Shariq Adnan


__ADS_3

Seperti biasa Shariq akan berangkat dengan ketiga kawannya yang rumah diantara mereka tidak terlalu jauh dan kali ini mereka memilih naik sepeda.


" Riq, si Retha ikut ke sekolah...? tanya Dewa


" iya katanya dia bosen dirumah kalo nggak ada aku... dia tuh seneng banget kalo ada di sekolah bisa lihat temen-temen kita yang sedang bermain, berlarian dan saling bercanda...


" sekarang dia dimana...? tanya Reza


" nih duduk di depan gue...


" enak nggak ta naik sepeda...? tanya Lano yang tidak bisa melihat Retha


" enak katanya... dia malah ketawa-ketawa...


" tha nanti di depan ada polisi tidur awas loncat ya...


" Hem... emang gue kayak paman Romy apa pakek loncat-loncat kan gue bisa terbang....


Shariq tertawa mendengarkan ocehan Retha.


" kenapa Lo ketawa riq...


" si Retha ngomel nggak terima Lo bilang dia loncat nggak mau disamain sama paman Romy...


" sorry ta gue nggak niat bilang begitu kok...


Tak terasa mereka mengayuh sepeda sudah sampai di depan sekolah. Mereka langsung masuk dan memarkirkan sepeda mereka.


" selamat pagi pak Udin... kok sendirian... temen pak Udin yang satunya mana ...?


" lagi ke toilet...


" oooo.... Oia pak Udin... shariq mau nanya nih ... pak Udin udah lama jadi satpam di sekolah ini?

__ADS_1


" lumayan sih riq... sudah hampir 10 tahun...


" waaah... lumayan lama ya... ehm... apa selama disini pak Udin pernah lihat hal-hal yang aneh gitu...


" maksud kamu... ngelihat hantu...


" ya semacam itulah pak...


" kalo lihat langsung sih bapak nggak pernah.... cuma denger suara gamelan lagi dimainkan di ruang musik sering...


" oooh...


" ya udah pak Udin kita ke kelas dulu ya...


" siap...


Benar apa kata pak Udin, saat itu Shariq dan kawan-kawan memang sengaja datang ke sekolah untuk melihat sendiri apa yang di katakan pak Udin karena Shariq merasa penasaran.


" riq... kenapa pas malam Jum'at sih riq... bulu kuduk gue merinding nih... ucap dewa.


" jelas Lo merinding tuh di belakang Lo ada yang niup-niup Lo...


" hiyaaaa.... Shariq kenapa nggak bilang sih... gue kan jadi takut nih...


" tenang aja... dia cuma jail aja kok... katanya pengen deket sama kamu...


" nggak... bilangin gue nggak mau...


" hahahahahaha... ketawa mereka melihat ulah dewa.


Mereka menuju ke ruang musik dan benar saja apa yang dibilang pak Udin... suara gamelan berbunyi menyanyikan tembang Jawa.


" kalian tunggu disini... gue mau lihat siapa yang udah mainin gamelan.... ucap Shariq

__ADS_1


" hati-hati riq...


Shariq melangkah dan melihat siapa sosok yang bermain gamelan.


" jadi ternyata mereka....


Setelah tahu Shariq tersenyum kemudian berbalik pergi menemui teman-temannya.


" siapa riq...


" mereka murid sini juga kok tapi dulu... ya udah kita pergi aja dari sini...


" ok...


*********


Tanpa terasa kini usia Shariq dan teman-temannya sudah menginjak 18 tahun dan sebentar lagi mereka akan lulus SMU.


" riq... setelah lulus Lo akan kuliah di mana...? tanya Lano


" gue ke Universitas Negeri... kalo kalian...?


" gue sama temen-temen mungkin nggak kuliah riq... Lo kan tahu gimana kondisi keluarga kita...


" iya juga sih... tapi gimana kalo gue bilang nyokap bokap buat bantuin kalian kuliah...


" jangan lah riq... biaya kuliah tu mahal riq masak iya orang tua Lo mesti nanggung beban buat nguliahin kita sih...


" ya nggak papa... gue pengen kalian tu bisa ngerasain apa yang gue rasain... ntar gue bilang nyokap bokap gue...


" makasih sebelumnya ya riq...


" iya... sama-sama

__ADS_1


__ADS_2