I AM SPECIAL INDIGO

I AM SPECIAL INDIGO
Bab 192


__ADS_3

Sasti memberitahukan semuanya kepada Siera termasuk dimana rumahnya dan rumah pacarnya.


Setelah keluar dari kamar jenazah Siera dan Aldo menuju kamar Dito dan Dito sudah sadar.


" kalian dari mana... ucap Dafa.


" kita dari kamar jenazah....


" what... ngapain...


" ada cewek yang minta tolong... gue sama Aldo mau keluar dulu... dek... Lo mau ikut apa di sini jagain Dito sama yang lain...


" gue ikut Lo kak... ucap Dina.


" Dito... Ria...gue cabut dulu ya mau ngikut kakak gue... Lo nggak papa kan Dit... gue tinggal sama Ria dulu... Dafa pasti ikut gue...


" iya g papa... disini juga ada Ria yang jagain gue kok... ya nggak sayang...


" iya sayang... gue jagain Lo kok... biarin aja... Dina sama Dafa ngikut Sie dan Aldo... kasian juga tu cewek kalo nggak ditolongin...


" ya udah kita cabut dulu ya... ⁸


Mereka berempat segera keluar dari kamar Dito dan menuju ke rumah Sasti sesuai arahan Sasti. Tak butuh waktu lama hingga mereka sudah sampai di rumah Sasti. Rumah itu tampak sedikit ramai terdengar perbincangan di dalam.


tok


tok


tok


" assalamu'allaikum... ucap Siera memberi salam.


" wa'allaikumsalam... terdengar jawaban dari dalam rumah dan tak lama seorang perempuan hampir seumuran Sasti keluar dari dalam rumah.


" permisi mbak...


" iya... mau cari siapa mbak...


" apa betul disini rumah Sasti...?


" iya betul tapi maaf Sastinya ngga ada... mari silahkan masuk...


" terima kasih...


Sie, Aldo, Dina dan Dafa masuk ke rumah itu dan segera duduk.


" ma... ada tamu... ucap gadis itu


" iya kak... sebentar...


" sebentar ya saya ke belakang dulu...

__ADS_1


" waaaah... ada tamu... kalian teman putri saya...


" ehm... iya buk... kita teman Sasti...


" Sasti... raut wajah ibu itu langsung terlihat sedih.


" kenapa buk...


" Sasti sudah tiga hari tidak pulang nak... kita sekeluarga sudah mencarinya tapi nggak ada kabar...


" ibuk maaf... apa ibuk tahu kemana terakhir kali Sasti pergi atau apa Sasti pamit sama ibuk...


" ibuk nggak tahu nak... selama beberapa hari ini Sasti selalu murung, dia selalu berada di kamarnya...


" apa Sasti punya kekasih buk...


" entahlah... ibuk nggak tahu... Sasti itu pendiam dan penutup... jadi ibuk nggak pernah tahu dia punya pacar apa nggak...


" Oia kenalkan ini kakak Sasti namanya Lestari...


" hai... salam kenal...


" iya kak... saya Siera ini Aldo, Dina dan Dafa... ucap Sie memperkenalkan satu-satu.


" kalian... teman apa sama Sasti kok saya nggak pernah lihat kalian...? saya Lastri...


" ehm... maaf sebelumnya ibuk... jujur saya ke sini atas permintaan Sasti...


Sie menghela nafas setelah itu dia menceritakan apa yang Sasti alami.


" nggak pasti kamu berbohong... teriak ibu Lastri.


" iya kalian pasti bohong... adek aku nggak mungkin pacaran sampai hamil...


" tapi itulah kenyataannya... saya meminta kepada saya agar menyampaikan permintaan maafnya kepada ibuk...


" Sasti... tidak... hu...hu...hu...


" apa perkataan kamu bisa di percaya...? ucap Lestari.


" saya akan membuktikan pada kamu bahwa Sasti meminta ptolong kepada saya...


" baik... apa yang bisa kamu lakukan...


Sie tak berkata apa-apa, dia langsung menutup mata memanggil nama Sasti. Tak berapa lama Sasti datang dan berdiri di hadapan Siera. Sasti langsung masuk ke tubuh Siera atas perintahnya.


Sosok Sasti yang ada di tubuh Siera langsung mencari keberadaan sang ibu. Setelah ketemu Siera langsung berdiri dan memeluk ibu Lastri.


" ibu... maafin Sasti Bu... Sasti salah... Sasti nggak pernah mau mendengarkan perkataan ibu... hu...hu...hu...


" Sasti benarkah ini kamu nak... oooh sayang... kenapa nasib kamu jadi begini sayang... Ya Allah... anakku...

__ADS_1


Lestari langsung berdiri dan mendekati Sasti.


" dek ... siapa yang melakukan ini pada kamu dek...


" mbak... maafin Sasti mbak... Sasti sudah membuat mbak kecewa..


" apa maksud kamu...


" mbak... Sasti... ucap Sasti berhenti saat melihat wajah Lestari.


" ada apa dek katakan pada mbak... siapa yang melakukan ini pada kamu...


" mas Priyo mbak...


" nggak... nggak mungkin dek... mas Priyo itu tunangan mbak... kamu jangan menuduh dia seperti ini...


" Sasti nggak nuduh mbak tapi inilah kenyataannya... Sasti hiks...hiks...hiks...


" ceritalah dek...


" maafin Sasti mbak... Sasti pacaran dengan mas Priyo di belakang mbak Tari... Mas Priyo yang meminta Sasti jadi pacarnya... awalnya Sasti menolak tapi mas Priyo dengan gigih mampu meluluhkan hati Sasti.... hiks...hiks...hiks...


" astaghfirullah... sejak kapan dek... ucap Lestari berlinang air mata.


" sejak 3 bulan yang lalu mbak setelah mbak tunangan dengan mas Priyo....


" Ya Allah dek kenapa kamu tega mengkhianati mbak...


" maafin Sasti mbak, Sasti memang salah.... hiks...hiks...


" kenapa mas Priyo melakukan itu padamu... maksud mbak mengapa mas Priyo membunuhmu...


" Sasti hamil mbak dan mas Priyo nggak mau bertanggung jawab...


" astaghfirullah hal'adzim dek... hu...hu...hu... kenapa mas Priyo tega sama kamu dek... sedangkan sama mbak mas Priyo tak pernah melakukan perbuatan yang lebih ....


" maafin Sasti mbak .... maafin Sasti ibuk.... Sasti salah ...


" huuuuh.... Lestari menarik nafas panjang. Baiklah dek semua sudah terjadi nasi sudah menjadi bubur, mas Priyo harus mempertanggung jawabkan semuanya...


Tangis ibu Lastri semakin pecah kala mendengar semua cerita Sasti.


" iya Tari... ikhlaskan semuanya mungkin kamu dan Priyo tidak berjodoh... Priyo harus bertanggung jawab....


" iya ibuk... Tari akan membuat laporan ke kantor polisi tentang pembunuhan Sasti semoga mas Priyo dijatuhi hukuman yang setimpal...


" maafkan Sasti sudah berbuat salah...


" iya nak... ibuk dan mbak Tari sudah memaafkan kamu... sekarang kamu pergilah dengan tenang semoga kamu di tempatkan di tempat yang semestinya.


" aamiiin... terima kasih... Sasti pamit... mbak, tolong jaga selalu ibuk... Sasti pergi dulu...

__ADS_1


__ADS_2