
Sie segera membawa keris itu ke 2 genderuwo yang sudah menunggu sie.
" kenapa kamu membawa keris sie... Tanya ningsih
" tunggu bentar nanti kamu juga akan tahu... Sie membaca sebuah do'a dan mencabut keris itu dari sarungnya nampak keluar sebuah cahaya dari keris itu dan muncullah sosok Bimo di hadapan mereka.
" bimo, apa kamu mengenal mereka...
" dia, dia adalah anak dan istriku... Ucap bimo menangis dan memeluk iatei dan anaknya. Begitu juga ningsih dan raka yang juga menangis dalam pelukan bimo.
" ayah... Raka kangen sama ayah..
" suamiku aku kangen sama kamu
" aku juga kangen sama kalian berdua. Siera terima kasih kau telah mengembalikan aku ke tempatku dan mempertemukanku dengan keluargaku... Ucap bimo senang
" kamu tenang aja bimo, kebahagian kalian juga kebahagianku. Semoga keluarga kalian selalu bersatu.
" terima kasih sie, kamu memang mirip dengan utimu...
" kakak, terima kasih telah menyatukan keluarga kami... Ucap raka tersenyum dengan gigi taringnya yang panjang.
" iya sama-sama ya udah aku ke sana dulu ya... Ucap sie sambil berjalan menuju teman-temannya.
Ke tiga genderuwo itu segera pergi menuju ke rumahnya di pohon beringin belakang villa. Memang uti nurmala berpesan jangan memotong pohon beringin itu sampai kapanpun karena uti nurmala menyediakan tempat untuk sahabatnya tinggal.
Sie nampak senang sambil berjalan ke orang tuanya dan teman-temannya.
__ADS_1
" sie, apa itu tadi.. Kenapa keris itu mengeluarkan cahaya... Ucap dito yang masih kagum mengingat saat keris itu dibuka dan mengeluarkan cahaya
" bimo, dit... Ternyata genderuwo yang ada di rumah lo itu suami ningsih, genderuwo yang ada di pohon beringin itu,.. Sie menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada bimo. Ternyata uti nurmala bersahabat dengan ningsih ma,
" ooooh.... Pantesan ya pa, ibu selalu melarang siapa saja untuk menebang pohon itu jadi ternyata itu rumah sahabat ibu pa... Ucap mama yunita kepada suaminya
" jadi ini alasannya kenapa hatiku mengatakan harus membawa keris itu ke villa.
" sayang, kamu nggak papa kan... Ucap papa Ronal khawatir
" nggak papa pa emangnya kenapa...
" nggak papa juga cuma tadi papa khawatir kamu bisa membuka keris yang mengeluarkan cahaya itu.
" ooooh papa tenang aja sie nggak papa kok
" ternyata suara putri-putriku ini merdu sekali ya...
" iya dong siapa dulu kami... Hahahaha...
" kalian itu nurun bakatnya mama... Mama itu juga suka sekali musik. Apa kalian mau dengar mama nyanyi
Antusiasme mereka terdengar kompak apalagi papa yang jarang melihat sang istri menyanyi karena selama ini papa sudah jarang mendengar suara merdu milik istrinya.
Mama yunita mulai unjuk suara... Semua orang terpukau mendengar suara mama yunita, mama menyanyi dengan merdu dan menghayati. Tepuk tangan bergemuruh saat lagu mama usai dinyanyikan lagu pop melow membuat semua yang mendengar seperti ingin menangis larut dalam suasana.
Sie dan dina tak mau kalah, mereka juga unjuk suara mulai dari duet sampai solo. Dari lagu pop sampai dangdut. Mereka semua ikut bergoyang dengan iringan gitar dan alat seadanya namun terdengar merdu dan menyenangkan.
__ADS_1
Ria juga unjuk suara diiringi gitar dito, dafa dan dina berduet bersama layaknya sepasang kekasih yang di mabuk cinta membuat suasana menjadi semakin seru
Tak kalah sie dan aldo juga ikut berduet bersama diiringi gitar aldo menghantarkan Mereka menyanyikan lagu my heart, penghayatan yang mereka nyanyikan membuat semua yang ada di situ merinding. Sie dan aldo saling menggenggam tangan. Gemuruh tepuk tangan saat mereka selesai bernyanyi, suitan dito dan dafa membuat suasana semakin riuh...
" gue gak nyangka suara kalian merdu banget.. Romantis pakek acara pegangan tangan lagi.. Al, lo nggak malu sama nyokap bokapnya sie.
" nggak, gue cinta sama sie... Gue nggak pernah main-main
" he em,,, beneran cinta sama putri Om...
" eh... Iya om... Ucap aldo tegas
" bagus, om rasa kamu cowok yang baik dan bertanggung jawab. Om, belum tau siapa nama orang tuamu....
" nama ayah saya aryo kurniawan Om...
" tunggun,,, aryo kurniawan, apa istrinya bernama fitria ningrum dan dia pengusaha properti
" iya betul om... Itu papa dan mama saya
" Ya Allah ternyata kamu putra dari aryo dan fitri.. Om sudah lama nggak ketemu mama papa kamu, kami dulu adalah sahabat waktu sma, setalah lulus papa mama mu kuliah ke luar negeri dan saya dengar-dengar mamamu depresi saat kakakmu meninggal 5 tahun lalu makanya mama kamu jarang pulang ke rumah. Apa betul begitu...
" iya om, bahkan kemarin sie menjadi perantara kakak saya berbicara dengan mama dan papa saya. Karena selam ini mama belum ikhlas atas kepergian kakak.. Hingga kakak tersiksa karena belum bisa kembali ke tempatnya dan sekarang alhamdulilah kakak sudah pulang ke asalnya
" sie, papa bener-bener bangga sama kamu sayang... Kamu seperti almarhumah utimu nak, terus seperti itu ya memberi pertolongan. Dina yang melihat paparnya memuji sang kakak hanya cemberut. Mama melihat itu dan segera memeluk dina.
" sayang jangan cemberut dong... Mama sama papa juga sangat sayang sama kamu... Sayang sama kalian berdua sampai kapanpun itu.
__ADS_1