I AM SPECIAL INDIGO

I AM SPECIAL INDIGO
Bab 106


__ADS_3

" tapi kak, apa bener rasanya sakit... Ucap dina yang ikut ngomong karena penasaran.


" beb, sudah nggak usah tanya nanti kalo kita menikah, kita bakal ngerasain juga... Biarin sekarang sie dan aldo yang merasakan duluan karena mereka sudah halal... Ucap dafa yang jarang ngomong tapi ngena di hati.


" iya beb...


" udah stop jangan bahas masalah ini, bahas masalah yang lain aja. Oia sie katanya kemarin lo diundang ke nikahannya satria gimana tuh. Apa lo bakalan dateng... Ucap ria


" kayaknya iya soalnya dia bilang katanya nyuruh pengawalnya buat jemput gue sama L..


" jadi lo beneran dateng...


" iyup... Gue juga g enak kali nolak ajakan satria apalagi dia temen kecil gue lagian dia juga nikah sama gayatri..


" kamu tenang aja cinta, kemanapun kamu pergi aku pasti bakalan temenin kamu.


" oia gaes mumpung besok sekolah libur gimana kalo kita berburu hantu... Ucap dito sok berani


" kayak lo berani aja dit...


" gue beranilah... Asal ada siera.. Ucapannya lirih pada kalimat terakhir...


" yey... Sama aja bo'ong...


" gini aja sie lo inget rumah pak joko yang di ujung jalan rumah kita dulu,.... Ucap dafa


" iya inget kenapa emang...


" kata orang-orang disana sering terlihat penampakan perempuan dan suara tangisan. Gimana kalo besok malem kita datengin cari tahu apa yang terjadi...


" ehm... Boleh...


Karena keasyikan ngobrol, terdengar suara adzan maghrib dan mereka melakukan sholat berjama'ah lagi dan kali ini papa Ronal yang menjadi imam karena papa Ronal tadi dateng sebelum adzan maghrib.


Selesai sholat mereka mengaji sebentar kemudian melanjutkan makan malam yang sudah tertata di meja makan. Mereka makan malam sambil berbincang-bincang.


Usai makan, dito, ria dan dafa pamit pulang. Setelah mereka bertiga pulang sie, dina dan dafa belajar bersama di ruang keluarga


"L, bisa bantu aku nggak ngerjain soal mtk ini...


Ucap sie menyerahkan pr mtk yang tadi didapat di sekolah tadi.


" kenapa cin, kamu nggak bisa...


" nggak L, ucapnya sambil menggelengkan kepala...


" sini, aku liat...


" kak sie, kak aldo ini kan jago mtk...


" makanya dek, kakak minta diajarin. Hehehe...

__ADS_1


" ini mah gampang cin, gini caranya... Aldo mengajari sie mengerjakan pr mtk yang sulit menurut sie... " gimana udah paham... Ucap aldo bertanya


" udah L makasih ya kamu emang terbaik L...


" iya kalo ada maunya muji-muji...


" waah... Pada rajin banget nih anak-anak papa... Ucap papa yang dari arah tangga menemui mereka di ruang keluarga.


" hehehe... Iya pa... Mumpung ada pakarnya makanya sie minta diajari.


" ternyata mantu papa pinter juga ya... Ucapnya memuji aldo.


" nggak kok pa biasa aja...


" oia pa, mama mana kok papa turun sendiri... Ucap dina


" biasa mama kamu lagi telpon sama temannya.


" pa, besok kita ada rencana mau maen ke tempat tinggalnya dafa... Ucap dina


" mau ngapain,...


" biasa pa uji nyali...


" siapa...


" dito...


" katanya penasaran dan mumpung ada kakak juga kalo diganggu ada pawangnya...


" ish apaan sih dek.


" hehehehe.... Emang iya kan... Dan kemarin itu ya pa, ehm... Temen kakak satria itu bantuin ibu rosmala loh yang diculik penjahat.


" Ya Allah iya pa sie sampai lupa... Ternyata pak santoso yang dulu menculik sie pa...


" apa... Pak santoso kakak dari ibunya nindi... Ucap papa Ronal tersentak kaget


"iya pa dan kemarin pak santoso menyuruh anak buahnya untuk mencelakai ibuk...


" astaughfirullahal'adzim... Ternyata biang keladi dari masalah ini pak santoso, sekarang gimana...?


" masih diusut sama polisi pa...


" semoga pak santoso cepat tertangkap. Papa akan lebih lega jika dia dijatuhi hukuman yang setimpal.


" semoga ya pa...


Acara belajar bersama akhirnya selesai, setelah melakukan sholat isyak bersama mereka kembali ke kamar masing-masing.


Sie dan aldo melakukan ritual di kamar mandi, cuci muka dan gosok gigi. Setelah selesai sie menyisir rambutnya dan aldo membantunya Karena aldo akan senang membeli rambut indah dan panjang milik sie...

__ADS_1


" ehm... Wanginya istriku... Kayaknya sudah siap ibadah malam lagi nih... Ucap aldo menggoda dengan mengedipkan sebelah matanya.


" ehm kalo hari ini aku nggak bisa boleh nggak L...


" kenapa emangnya,,, masih sakit..


" nggak juga sih, aku capek L..


" ooooh... Capek sini aku pijitin... Mau nggak...


" ehm cuma pijit aja kan nggak ada plus-plusnya...


" aku nggak janji kalo kuat nahan ya nggak tapi kalo nggak kuat ya... Mau gimana lagi...


" kamu bawa pengaman L,...


" kamu tenang aja cinta sayang selalu...


" buruan mau dipijit nggak katanya capek...


" Ya sudahlah... Ucap sie pasrah...


" kenapa kayak nggak ikhlas banget sih...


" ikhlas L lahir batin... Ucap sie serius...


" hehehehe... Nggak kok cuma mijit aja... Sana tengkurap di kasur...


Sie kemudian beranjak dari meja rias ya dan tengkurap karena al beneran akan mijit badannya.


" emang apanya yang capek...


" semua L... Aldo mulai memijit punggung sie, beralih ke tangan, pinggang kemudian kaki. Baju sie tak sengaja tersingkap... Karena melihat pemandangan putih mulus naluri aldo bergejolak.


" udah L...


" mijitnya udah tapi lihat nih... Ucap aldo sambil melihat ke miliknya...


"ish kebiasaan deh...


" mau ya... Please... Nanti kalo nggak diturutin dia ngambek lari ya ke kepala loh cinta, bisa pusing nanti kepala aku..


" Ya sudah L makanya punya otak pikirannya jangan mesum mulu..


" mesum sama bini sendiri nggak papa dong dari pada harus nahan dan beli diluar... Kamu mau Cin, aku seperti itu...


" enak aja ya nggak mau lah L, awas kalo kamu sampek macem-macem aku potong punya kamu biar nggak bisa ***-*** lagi.


" ish sadis ya istriku... Lagian aku juga nggak malah cinta, orang sudah punya istri cantik dan sexy kok masih mau beli... Itu namanya hipersex... Aku masih normal... 1 cukup sampai aku mati...


Sie langsung membekap bibir aldo dengan bibirnya." awas kalo sampai ngomong mati... Bisa gila aku kalo kamu mati...

__ADS_1


Akhirnya olah raga malam mereka lakukan lagi dengan suasana lampu yang remang-remang, hujan yang lumayan deras menambah syahdu suasana romantis malam mereka. Hanya suara erangan yang mengiringi suara derasnya hujan.


__ADS_2