
" cinta sayang nanti pulang ke rumah mama ya... Mama kangen sama kamu...
" boleh L tapi dina gimana... ? Aku tanya dulu ya..
Dek, kakak mau ke rumah aldo apa kamu mau ikut...
" nggak usah kak, biar dina diantar sama dafa aja ya nggak sayang... Ucap dina kepada dafa
" siap, kemanapun kau pergi daku akan selalu mengantar... Ucap dafa dengan gaya...
" ehm... Sok lo dafa... Ucap dito sambil menoyor kepala dafa pelan.. Dan yang lain tertawa.
" ok, kalo gitu. Dafa gue nitip adek gue ya.. Gue mau ke rumah mertua gue dulu...
" ciey... Yang beneran punya mertua... Ya usah sono lo pergi ati-ati... Ucap ria.
" dek, nanti bilang ke mama ya kalo kakak nginep di rumah mama fitri...
" ok, deh kak...
" Ya udah kita berdua duluan ya... Ucap sie pada dafa, dina, dito dan ria..
" iya... Ati-ati buat pengantin baru...
" hahahaha.... Bisa aja lo dit.
Akhirnya sie dan aldo berpisah dengan mereka berempat. Hampir 1 jam perjalanan mereka menuju rumah aldo, setelah sampai sie kemudian turun dan menunggu aldo yang memarkir mobilnya kemudian aldo merangkul pundak sie dan masuk ke dalam rumah...
" assalamu'allaikum... Ucap sie dan aldo bersama.
" wa'allaikumsalam... Ucap bu romlah yang saat itu sedang membersihkan ruang tamu.
" ibuk... Sie kangen sama ibuk.. Ucap sie sambil memeluk ibunya
" ibu juga kangen sama kamu sie, kamu nginep disini sie..
" iya buk, ehm... Mama kemana buk... Ucap sie mencari keberadaan mama fitri
" nyonya ada di kamarnya..
" ooooh ya udah..
__ADS_1
" den aldo... 2 hari nggak pulang aden makin cakep aja apalagi setelah menikah...
" ish... Bibik ada-ada aja... Ya udah saya mau ke kamar dulu... " cinta ayok ke kamar... Ucap aldo menggandeng tangan sie...
Sie nampak malu di depan ibunya sedangkan bu romlah malah tersenyum melihat tingkah sie. Setelah itu mereka berdua naik ke atas menuju kamar aldo.
Sie nampak gugup saat memasuki kamar aldo karena ini pertama kalinya sie masuk ke kamar aldo. Sie masih berdiam diri di depan pintu kamar yang sudah dibuka oleh aldo.
" cinta sini masuk... Ucap aldo melihat sie yang masih diam.
" ehm... Iya... L..
" kamu kenapa gugup gitu, kamar ini juga milik kamu. Nggak usah malu.
Sie secara perlahan memasuki kamar aldo sambil melihat-lihat isi kamar aldo.
Sie tersenyum melihat foto aldo dan dirinya terpampang jelas di dinding kamar itu.
Sie masih berdiri memandang foto itu, aldo mendekat dan memeluk sie dari belakang.
" kenapa, kok liatinnya sampek segitunya... Nggak bagus ya. Ucap aldo dengan mencium tengkuk sie, sie merasa merinding atas perlakuan aldo.
" ehmmmm... Nggak kok... Bagus kok.. Aku suka.. L jangan gini dong aku geli...
" ish... Apaan sih..
Aldo segera membaik badan sie agar menghadapnya.
" jangan pernah tinggalin aku ya.. Aku bisa mati jika kamu tinggalin.
" nggak akan pernah L, aku nggak akan ninggalin kamu sampai kapanpun karena namamu telah terukhir indah di dalam hatiku.
Aldo tersenyum mendengarkan perkataan sie, secara perlahan aldo mendekatkan wajahnya ke wajah sie kemudian dia menempelkan bibirnya ke bibir sie, merasa tak ada perlawanan aldo semakin berani, dia melu**t bibir sie dengan lembut.. Sie membuka sedikit mulutnya untuk menerima sensasi pertukaran saliva.. Lama mereka saling melu**t hingga keduanya sedikit sulit bernafas kemudian aldo melepaskan ciumannya dan tersenyum ke siera...
" makasih ya cintaku.... I love u.. Ucap aldo lembut
" iy L sama-sama.. I love u too... Kemudian mereka berdua saling berpelukan.
" L, aku mau mandi tapi aku nggak bawa baju...
" ehm.. Di kamar kak andin masih ada baju kak andin kamu bisa pakek baju itu. Ayok aku antar...
__ADS_1
Sie mengikuti aldo dari belakang menuju kamar andin. Mama fitri yang membuka pintu kamarnya melihat sie yang baru keluar dari kamar aldo.
" sie sayang, baru datang...
" iya ma... Sie sama aldo baru datang.
" mama kangen sama kamu... Ucap mama fitri memeluk siera.
" mama nggak kangen sama aldo..
" nggak kan sekarang sudah ada siera.. Ada teman curhat...
" ehm... Mama nggak adil, anak sendiri nggak di kangenin.
" sekarang sie juga anak mama loh... Jangan salah kamu ya...
" iya... Iya... Cinta ayok ke kamar kak andin buruan kamu pilih baju kak andin yang kamu suka.
" iya L... Ma, sebentar ya sie mau pinjam baju kak andin soalnya sie nggak bawa baju ganti..
" iya sayang mama mau ke dapur dulu mau ambil minum..
Setelah itu sie dan aldo masuk ke kamar kak andin, sie begitu takjub melihat kamar kak andin walaupun sudah lama tak ditempati tapi masih tetap tertata dengan rapi. Sie menuju ke sebuah almari yang masih tertata banyak baju milik kak andin, sie merasa heran kenapa baju sebanyak itu masih dibiarkan di tempatnya karena kak andin nggak mungkin memakainbaju itu lagi.
" L, baju kak andin kok nggak di sumbangin sih... Kan masih bagus-bagus... Sayang loh jika dibiarin disini... Mending di sumbangin, kita juga bakalan dapat pahala dan kak andin juga seneng di alam sana hitung-hitung tambah amal buat kak andin.
" iya nanti aku bilangin ama...
Selesai memilih baju, sie dan aldo keluar dari kamar kak andin menuju ke kamar mereka.
" kamu mandi dulu apa aku L... ?
" mandi barengan aja... Menghemat waktu..
" nggak mau, kalo gitu aku aja yang mandi dulu... Ucap sie langsung berlari menuju kamar mandi dan segera menutup pintu kamar mandi.
Aldo mengetuk pintu kamar mandi menggoda siera.
" cinta, mau mandi bareng bukan pintu ya dong... Ucap aldo tersenyum genit
" nggak L, aku nggak mau
__ADS_1
" ayolah cinta, janji nggak ngapa-ngapain kok..
" L,..... Aku nggak mauuuuuuuu... Ucap sie kesal dan aldo malah tertawa senang Karena berhasil menggoda siera.