I AM SPECIAL INDIGO

I AM SPECIAL INDIGO
Bab 164


__ADS_3

" alah lagak Lo Rom... ntar liat wujud mereka lari terkencing-kencing Lo... ucap Dito


" eit... sorry itu bukan gue banget ya...


" Rom... apa selama ini Lo nggak pernah ngerasa gimana gitu kalo ada sosok deketin Lo... ucap sie


" ya... gue suka merinding sih tapi malah gue tantangin biar nunjukin mukanya di hadapan gue... ko tapi setelah gue ngomong ilang merinding gue...


" berarti tu sosok takut sama muka Lo kali...


" hahahahaha... mana ada seperti itu dit...


" Rom, mau gue buka mata batin Lo... biar Lo bisa lihat mereka... ucap sie


" mau... mau... mau banget...


" ok...


Sie berdiri mendekati Romeo yang duduknya agak jauh dari sie. Dan segera membuka mata batin Romeo.


" udah sekarang Lo lihat apa yang Lo lihat di hadapan Lo... ucap sie


" ini... ini sosok yang Lo maksud sie...


" iya... kenapa... ?


" oooh... hei adek kecil siapa nama kamu... ?


" Wahyu...


" ok... ok...


" kak, tadi katanya kakak mau manggil temen kakak...


" Ya Allah maaf ya kakak lupa... kamu sih tadi nggak ikut kakak...


" sekarang boleh...


Sie menengok ke kiri ke kanan takutnya ada pembeli lain yang masuk ke warung.

__ADS_1


" boleh sebentar ya kakak panggil dulu...


Mereka memperhatikan sie yang mulai menutup mata dan mulai komat Kamit membaca do'a. Tak lama datang Raja Satria dan Ratu Gayatri beserta sang putra tampannya. Romeo dan Pak Jaenal takjub dengan apa yang sie lakukan.


" hai cantik... ucap satria dan Gayatri kompak..


" selamat datang yang mulia berdua dan pangeran tampan... sini boleh Tante gendong...


Samudra tertawa karena sie menyerahkan kedua tangannya untuk menggendongnya.


" pangeran ganteng apa kabar...


" baik Tante...


" pangeran, apa pangeran mau kalo pangeran, Tante kasih teman main...


" mau Tante... samudra nggak ada temen di kerajaan... ucap samudra dan menoleh ke sosok Wahyu yang ada di sebelah kanan sie. inikah Tante... teman buat nemenin samudra... ?


" iya... kamu suka nggak...


Samudra meminta turun dari gendongan sie dan mendekati Wahyu.


" hai pangeran namaku Wahyu senang bertemu denganmu...


" kak Wahyu jangan panggil pangeran dong... pangil samudra...


" baik... kakak akan memanggil kamu samudra...


" hahahahahaha... begitu dong... Oia Tante kapan teman kecilku ada di sini... ucap samudra menunjuk ke perut sie.


Sie hanya bisa tersenyum kikuk karena hubungannya dengan Aldo masih belum di ketahui Romeo dan pak Jaenal.


" hahahahaha... nanti sayang kalo Allah sudah kasih ijin...


" ijin... ucap Romeo dan pak Jaenal heran.


" nanti ya Rom... pak, sie akan menjelaskan...


" Wahyu apa kamu senang bertemu dengan pangeran kecilku...

__ADS_1


" Hem... iya Kak... Wahyu mau berteman dengan samudra...


" Yang mulia, aku mohon ijin ya bolehkan Wahyu ikut kalian buat menjaga pangeran...


Gayatri dan Satria tersenyum dan mengangguk setuju.


" horeeeee.... akhirnya Wahyu punya teman bermain... ucap Wahyu girang dengan melonjak-lonjak.


" Sie... kamu hati-hati ya di dekat sini aku merasakan aura negatif yang sangat besar tapi aku yakin kamu bisa melawannya...


" terima kasih sudah di beri tahu dan aku tadi juga sudah melihat sosok itu tapi mereka masih diam saja jadi aku juga nggak akan bereaksi...


" ya sudah sie... kita pergi dulu ya karena masih ada kesibukan yang harus kami kerjakan...


" terima kasih sebelumnya ya...


Wahyu menangis melihat ke arah pak Jaenal dan juga siera.


" pak... terima kasih sudah mau menemani Wahyu... kakak cantik... terima kasih...


Pak Jaenal dan sie mengangguk dan tersenyum.


Setelah itu Raja, Ratu, pangeran dan Wahyu menghilang.


" lo bener-bener hebat sie... temen Lo seorang raja dan ratu... andai gue punya kemampuan kayak Lo...


" apa mata batin Lo, gue tutup lagi... ?


" nggak usah sie... gue sekarang lebih nyaman bisa lihat mereka...


" iiiih Romeo... lo nggak takut... ucap Mega...


" iya nih Romeo... ucap Niken.


" nggak papa Rom... asal Lo kuat aja... ntar kalo Lo ngerasa ga kuat, Lo samperin gue ya .. gue tutup lagi...


" ok... lo tenang aja... disini gue bisa jadi teman pak Jaenal... ya nggak pak...


" boleh...

__ADS_1


Mereka menikmati makan siang dengan tenang.


__ADS_2