
" huh... Katanya kamu lebih sayang sama aku lebih cinta tapi masalah gini aja kamu nggak mau nurutin aku... Berarti kamu bohong sama aku.. Aku benci sama kamu...
" jangan gitu dong sayang, aku nggak mau kamu benci sama aku, aku cinta banget sama kamu, aku akan ngelakuin apapun buat kamu..
" beneran sayang... Ehmmm makin cinta sama kamu...
Setelah itu mereka berdua menyusun rencana untuk menculik lena dan membawanya ke gudang tua sampai lena melahirkan di sana.
➖➖➖➖➖➖
" sayang gimana udah berhasil...
" tenang sayang lena sudah ada di dalem. Dan udah aku iket juga... Tuh dengerin, kayaknya dia mulai kontraksi...
" terus gimana sayang...
" udah biarin aja dia melahirkan sendiri nanti kalo bayinya sudah lahir baru kita bawa pergi dari sini dan biarkan lena ada di sini.
Setelah menunggu hampir 3 jam akhirnya lena yang sendirian dalam kesakitan dan tangisannya itu berhasil melahirkan sendiri seorang putra. Setelah terdengar suara bayi, lena langsung pingsan. Tak lama kemudian yudi dan karina masuk ke dalam gudang menghampiri lena yang sudah melahirkan bayinya.
" sayang... Bayinya sudah lahir... Ucap kari a tertawa senang begitu juga dengan yudi. Karina langsung mengangkat bayi itu dan yudi memotong tali pusarnya gunting yang dia ambil dari dalam mobil.
" sayang tuh lenanya pingsan gimana...
" udah biarin aja dia disini... Sebentar lagi mungkin dia bakalan mati dan kita akan berbahagia dengan putra kita... Ucap yudi sambil mencium kening karina dan mencium pipi bayinya.
Setelah itu mereka berdua segera pergi dari situ, mereka mengendarai mobil masing-masing.
Lena tetap saja pingsan karena pendarahan yang dia alami tan plasenta yang belum sempat dikeluarkan hingga lena akhirnya meninggal.
Flasback off
Begitulah sie ceritanya... Ucap lena menangis sesenggukan begitu juga sie dan bu sinta yang mendengar. Sedangkan sahabat, suami dan adek sie yang melihat mereka berdua menangis hanya bisa saling memandang.
" Ya Allah kenapa suami kamu tega banget ya... Ucap bu sinta sambil mengusap air matanya. Mereka yang ada disitu hanya diam saja melihat bu sinta yang menangis.
" ok fix, sekarang sudah jelas siapa yang sudah berniat mancelakakan kamu... Dan sekarang kita harus lapor polisi. Ucap sie
" tapi sie, kamu tidak punya bukti... Ucap bu sinta
__ADS_1
" ibuk tenang saja selama ada sie dan lena ikut saya semua bisa jadi bukti...
" gimana caranya... Ucap bu si ta bingung.
" apa ibu mau ikut kami ke kantor polisi dan mau melihat apa yang akan saya lakukan
" boleh, kapan kamu akan ke kantor polisi..
" ehmmmm....insyaallah nanti sepulang sekolah bu... Gaes kalian mau ikut... Ucap sie pada aldo, dina, ria, dito dan dafa...
" jelas dong.. Dimana ada lo Disitu ada kita... Ucap ria
" so pasti.... Sahut dafa dan dito.
Hari ini karena banyaknya siswa yang kesurupan sehingga murid-murid di pulang an lebih awal jadi ini kesempatan sie dan yang lain untuk pergi ke kantor polisi melaporkan perihal kematian lena. Bu sinta akhirnya juga mengikuti mereka ke kantor polisi.
" bu sinta, apa mau ikut satu mobil sama kami, karena kami cuma bertiga yang lain pada bawa motor
" iya sie, ibu ikut kalian saja.
" Ya sudah bu mari silahkan masuk... Ucap sie mempersilahkan bu sinta masuk ke mobil.
15 menit perjalanan mereka sampai di kantor polisi, mereka semua turun dan masuk ke dalam ruangan...
" selamat pagi menjelang siang pak polisi... Ucap sie sedikit bergurau kepada polisi penjaga.
" Ya selamat pagi menjelang siang.. Apa ada yang bisa dibantu... Ucap polisi itu yang bernama pak santoso..
" maaf pak perkenalkan nama saya sinta dan saya guru dari mereka. Saya mau membuat laporan dimanakah tempatnya pak.
" baik, silahkan anda masuk ke kantor di sebelah kiri nanti ada bagian pencatat silahkan anda ke sana.
" baik pak... Terima kasih pak... Kami permisi dulu.
Kemudian mereka semua masuk ke dalam kantor dan menuju tempat pencatatan...
" selamat siang... Ucap bu sinta pada petugas tersebut
" selamat siang silahkan duduk... Ucap petugas itu yang bernama pak ridwan
__ADS_1
Ibu sinta dan sie yang duduk dikursi yang disediakan sedangkan yang lain berdiri.
" maaf pak, kami mau membuat sebuah laporan tentang kematian.
" kematian, siapa... Dimana...
" sie, kamu yang jelaskan saja ya... Ucap bu sinta
" maaf pak, sebelumnya perkenalkan nama saya siera... Langsung saja ya pak... Ehm... Gini ya pak, sebenernya tadi pagi arwah ini mendatangi kami yang ada di sekolah, dia merasuki salah satu teman kami.. Dia meminta tolong pada saya untuk dipertemukan dngan bayinya yang baru dilahirkan
" maksudnya gimana...
" ehm, nama arwah itu lena pak,, 2 hari yang lalu dia melahirkan tapi sampai dia meninggal, dia tidak pernah melihat bayinya sama sekali.
" apa perkataan kamu bisa di percaya...
" bapak mau bukti...
" iya karena semua laporan ke kantor polisi walaupun itu tentang pembunuhan harus ada buktinya.
" baik... Saya tanya sama bapak apa bapak percaya dengan makhluk astral...
" saya percaya dengan mereka karena keyakinan saya mereka hidup berdampingan dengan kita. Sie yang mendengar tersenyum begitu juga dengan ibu sinta.
" baik karena bapak ingin bukti maka saya akan memberikan buktinya sama bapak. Maaf ya pak, kalo boleh saya mau membuka mata batin bapak... Apa boleh...
" membuka mata batin saya... Jadi nanti saya bisa melihat mereka..
" iya kurang lebih seperti itu.. Katanya bapak mau bukti...
" ehm... Apa penampakan mereka menakutkan...
" nggak semuanya pak, kalo lena nggak kok pak cuma terlihat pucat dan matanya menghitam.
" baik...kalo begitu silahkan kamu buka..
" sie, memangnya kamu bisa... Ucap bu sinta tak percaya
" ibu tenang aja sie bisa kok.. Biar pak polisi tahu apa yang sebenarnya terjadi bu.
__ADS_1
Sie kemudian beranjak dari tempat duduknya dan menuju ke kursi pak ridwan, setelah itu sie melakukan ritual membuka mata batin pak ridwan. Tak berapa lama mata batin pak ridwan sudah terbuka dan beliau sangat kaget melihat penampakan lena yang ada di depannya.