I AM SPECIAL INDIGO

I AM SPECIAL INDIGO
Bab 177


__ADS_3

Mereka terus berbincang menyusun rencana karena seminggu lagi Pak Robert akan berkunjung ke perusahaan yang ada di malang tersebut.


" seminggu lagi pak Robert akan datang untuk melihat kondisi perusahaan... kita bisa mengungkapkan semuanya dan membuka siapa sebenarnya pak Robert itu...


" tapi pak... koneksi pak Robert kan banyak bisa jadi kita yang akan terjebak... kalo pak Cahyo di pecat bagaimana...


" lebih baik saya di pecat dari pada hanya diam saja tak melakukan apa-apa... ini keadilan buat Bianca...


" betul apa kata pak Cahyo L... seandainya sampai di pecat insyaallah masih banyak perusahaan yang membutuhkan orang jujur seperti bapak...


" terima kasih...


" tapi sie... kamu harus hati-hati menghadapi pak Robert dia itu mata keranjang dan juga dengan kekuasaan dia bisa melakukan apapun...


" pak Cahyo tenang saja... Allah akan selalu melindungi saya...


" dan aku juga cinta sayang... aku nggak akan pernah membiarkan satu orangpun berani mengganggu istri cantikku ini...


" istri... apa maksud kalian...


" ups... kamu nih L keceplosan kan jadinya...


" ada rahasia apalagi nih antara kalian berdua... ?


" hehehehe... maaf pak kalo kami nggak jujur... sebenernya kami ini suami istri...


" what... sejak kapan... ?


" sejak jaman putih abu-abu...


" kalian nggak MBA kan...


" ya nggak lah pak...


" lah terus kenapa...


" jadi gini pak... Sie menceritakan semua kepada pak Cahyo... begitu juga kejadian kemarin di pohon belakang mes.


" hebat kamu sie bisa mengalahkan tu genderuwo penunggu pohon sama Kunti merah... kita udah lama loh nyari orang pinter buat ngusir mereka tapi nggak ada yang berhasil. eh... nggak taunya malah kamu yang sudah mengusir mereka...


" ya mungkin sudah takdir saya pak...


" Oia... kalian sekalian makan malam di sini ya... mama kayaknya sudah masak tadi...


" apa nggak ngerepotin pak...


" nggak lah... Oia kalo di luar kantor jangan panggil pak dong... kayak ke bapak sama anak aja...


" ok... kita panggil kak aja ya...


" boleh...


Mereka makan malam dengan tenang dan diselingi berbagai pertanyaan dari Tante Rika.


Waktu menunjukkan pukul 8 malam... Cahyo mengantar Sie dan Aldo kembali ke mes. Mereka melewati sebuah jembatan yang dibawahnya terdapat aliran sungai yang lumayan deras.


" stop kak... teriak sie menghentikan mobil tepat di depan jembatan.


" kenapa sie...

__ADS_1


" astaghfirullah hal'adzim... kak Cahyo... kakak mau bawa kita kemana masuk sungai...


" masuk sungai gimana ya jalan lah sie...


" coba kakak lihat di depan...


" astaghfirullah hal'adzim... kok bisa mau masuk sungai sih...


" ayo kak mundur...


Cahyo memundurkan mobilnya menuju jalan jembatan yang benar.


" lagi-lagi ulah mereka... usil banget pengen nyelakain orang... ucap sie kemudian dia hendak turun dari mobil.


" kak... L... jangan turun kalian diam di dalam mobil... jangan lupa berdo'a sebisa kalian... nampaknya sosok ini usil banget pengen nyelakain orang yang lewat sini apalagi... aku sama Aldo kan bukan orang sini...


Cahyo dan Aldo mengangguk. Sie kemudian keluar dari mobil dan mendekati jembatan yang ada makhluk astral yang sedang berdiri di tepi jembatan.


" niat banget kamu pengen nyelakain kita...


" hahahahahaha.... kenapa kamu bisa tahu padahal aku menginginkan laki-laki itu... ucap sosok itu menunjuk ke Aldo.


" enak aja main ngambil dijadiin tumbal lagi... emang kamu Tuhan yang bisa nyabut nyawa orang sesuka kamu...


" hahahahaha... dia lelaki tampan ... darahnya pasti segar... dan dia akan menjadi milikku...


" kepedean... emang dia mau sama kamu...


" jangan kurang ajar kamu... berani kamu melawan aku... apa kamu tahu siapa aku...


" siapa kamu... nggak penting ...!! lagian nggak ada gunanya juga aku tahu siapa kamu... nggak ada untungnya buat aku...


" kurang ajar kamu... pergi kamu dari sini dari pada aku matiin kamu dan aku jadikan pelayanku...


" siapa bilang... dari dulu aku sudah ada di sini dan menjadi penguasa daerah sini....


" ooooh... jadi kamu penguasanya ... tapi kenapa harus minta korban...


" ya agar aku bisa kekal abadi...


" mana ada makhluk yang kekal abadi... yang kekal abadi tu hanya Allah SWT...


" kamu manusia yang tidak bisa diajak kerjasama...


" bukan aku yang bisa di ajak kerja sama tapi kamu... kamu yang harusnya pergi dari sini...


" nantangin aku kamu ya...


" kamu harus pergi dari sini...


Tiba-tiba sosok itu menyerang Sie, untung saja sie langsung menghindar... Sie menyerang makhluk itu tapi makhluk itu juga bisa menghindari serangan siera.


pertarungan sengit pun terjadi Sie hampir terpental karena datang sosok lain yang membantu makhluk itu.


" waaah beraninya main keroyokan ya... ok... gue ladenin... Ucap sie. Kemudian Sie memanggil Wowo Gimo dengan cincin batu merah delimanya.


Sosok Gimo muncul dihadapan Siera.


" assalamu'allaikum... ada apa Sie...

__ADS_1


" wa'allaikumussalam...Gimo... terima kasih kamu sudah muncul... kamu lihat 2 sosok itu... mereka menyerangku bersama-sama... curangkan namanya...


" hahahahahaha.... memang mereka berdua beraninya hanya keroyokan... sini kalian berdua lawan aku...


" hahahahahaha... kamu raja gendruwo berani nantangin kita berdua...


" siapa takut menghadapi kalian berdua... ayo... kalian maju...


" Al... itu sie lagi ngapain... ucap Cahyo di dalam mobil...


" setau saya nih kak... mungkin dia lagi manggil temennya buat bantuin dia lawan musuhnya...


" istri kamu beneran hebat ya Al... kagum aku sama siera...


" hehehehe... terima kasih kak...


Pertarungan sengit antara Gimo dan ke dua makhluk astral itu terjadi agak lama. Sie hanya melihat sambil duduk di pinggir jembatan.


Aldo membuka kaca dan memanggil siera.


" cinta... ngapain di situ sini masuk...


" nanti dulu L... kasian gimo kalo di tinggal sendiri takutnya gimo kewalahan menghadapi mereka berdua...


" gimo.... gumam Aldo... gimo siapa... ?


" nanti ya aku jelasin...


" ok... ucap Aldo sambil menutup kembali kaca mobil.


Tak berselang lama akhirnya gimo bisa mengalahkan ke 2 makhluk itu dan sie memindahkan mereka berdua ke tempat yang seharusnya.


" Alhamdulillah... terima kasih ya gimo...


" sama-sama... apa masih ada lagi...


" ehm... kayaknya nggak ada...


" kalo begitu aku pergi dulu... assalamu'allaikum...


" wa'allaikumussalam warahmatullaahi wabarakatuh


Sie kembali menuju mobil.


" siapa gimo... cin...?


" dia Wowo penunggu pohon di belakang mes...


" oooh... sekarang dia jadi teman kamu...


" he em...


" gimana wujud dia... serem nggak...


" serem sih kalo jadi wujud asli dia... tapi waktu jadi manusia dia ganteng...


" awas kepincut...


" iiih... amit-amit deh... gantengan suami aku jauh dong...

__ADS_1


" eh... jangan pamer kemesraan dong... masih ada yang jomblo nih...


" hahahahahaha.... sorry kak...


__ADS_2