I AM SPECIAL INDIGO

I AM SPECIAL INDIGO
Bab 57


__ADS_3

Mereka semua masuk ke dalam villa itu, sie nampak kaget melihat sebuah lukisan yang terpampang dengan jelas dan besar yang ada di tengah-tengah dinding villa tersebut. Sie nampaknya mengingat-ingat siapa sosok yang ada di dalam lukisan itu, nampak disana keluarga anggara dengan seorang pasangan suami istri. Sie seperti mengenalnya tapi entah siapa.


" maaf ma, itu lukisan siapa... Tanya Siera pada mama yunita sambil menunjuk sebuah lukisan


" oh... Itu ibu saya sie.. Kenapa


" nggak ma... Sie seperti mengenal nenek itu tapi sie lupa siapa.


" namanya ibu nurmala...


" apa ma, nurmala... Sie nampak mengingat semuanya... Oia ma, sie ingat waktu sie koma dulu nenek nurmala datang menemui sie. Semua orang yang ada di villa itu nampak kaget dengan apa yang di bicarakan sie.


" tapi sie nenek sudah meninggal 5 bulan yang lalu.


" iya ma, sie ingat dan nenek bilang sama sie kalo sie harus manggil nenek nurmala dengan sebutan uti karena sie adalah cucunya.


" apa... Ucap mama dan papa yang nampak kaget


" iya ma dan dalam mimpi sie, nenek rusmini yang mengajak sie ketemu dengan uti nurmala, uti bilang kalo sie cucu uti... Uti juga menyerahkan tanggung jawab uti dulu selama hidup kepada sie... Nenek memberikan sie sebuah cahaya ma, pa yang keluar dari telapak tangan uti... Sie menjelaskan apa yang dia alami saat koma


" Ya Allah pa, apa bener sie ini putri kita yang hilang diculik pa...


" entah lah ma... Papa sendiri masih belum mengerti


" tapi tunggu pa, mama bisa buktiin kalo sie memang benar putri kita...


" apa maksud mama... Ucap papa Ronal nampak tak percaya dengan apa yang akan dilakukan istrinya.

__ADS_1


" ma, apa bener ma sie kakak dina ma... Ucap sie dengan mata berkaca-kaca. Semua teman sie hanya diam dan masih memperhatikan apa yang sebenarnya terjadi


" sie boleh mama lihat punggung kamu... Kalo memang kamu anak mama maka kamu akan mempunyai tanda lahir di punggung kamu.


" ehm... Boleh ma... Silahkan tapi jangan di sini ya sie malu.


" iya sayang mama ngerti ayok kita ke kamar mama... Akhirnya mama yunita dan dina pergi ke kamar mama yunita. Sedangkan yang lain masih menunggu di ruang keluarga yang sudah di siapkan minuman oleh bik ijah


Sie mulai membuka baju dan memperlihatkan punggungnya kepada mama yunita apa benar ada sebuah tanda di punggungnya.


" Ya Allah sie sayang, ternyata kamu memang benar putriku... Putriku yang hilang selama 17 tahun, akhirnya Allah mempertemukan kita kembali sayang..


" mama, apa sie bener-bener putri kandung mama, papa dan dina adalah adek kandung sie ma... Ucap sie berkaca-kaca


" iya sayang kamu benar putri mama... Ya Allah ini sungguh sebuah keajaiban buat hamba selama 17 tahun putri hamba terpisah dari hampa... Ternyata memang takdir yang mempertemukan kita kembali sayang... Ucap mama yunita memeluk tubuh sie erat dan menangis. Sie membalas pelukan mamanya dan menangis sesenggukan


" Ya Allah maafkan mama sayang mama sampai lupa kalo putri mama ada dua, saking terharunya mama... Mama bahagia sayang sekarang keluarga kita sudah berkumpul kembali... Ucapnya memeluk kedua putrinya...


" mama... Sie sayang mama... Kakak juga sayang kamu dek


" Dina juga sayang kakak... Hahahaha kita manggil ya jadi adek kakak


" sudah yok kita keluar, kita kasih kabar bahagia ini buat papa juga...


" iya ma... Mereka bertiga nampak berpelukan sambil berjalan keluar dari kamar.


" gimana ma... Ucap papa penasaran. Mama menjawab dengan anggukan

__ADS_1


" papa... Sie beneran anak kita yang hilang pa... Ucap mama menangis di pelukan suaminya


" Ya Allah sie, ternyata kamu benar putri saya,... Maafin papa sayang dulu papa nggak bisa jaga kamu hingga kamu diculik. Ucap papa sambil memeluk siera.


" sie udah maafin papa... Ini sudah takdir Allah pa kita harus berpisah dulu dan kita dipertemukan lagi dalam hal yang tak terduga...


" iya sayang... Kamu memang gadis yang baik... Semua orang yang ada di ruangan itu ikut terharu dengan kenyataan yang tak terduga itu.


" Ya sudah ayok kita bersih-bersih diri dulu terus kita makan siang bersama.


Mereka akhirnya menuju kamar masing-masing. Aldo menarik tangan sie untuk mengucapkan selamat.


" senengnya cintaku... Udah ketemu sama orang tua kandungnya..


" kenapa manggilnya pakek aku... Nggak lo lagi...


" mulai sekarang jangan pakek lo gue ya lebih nyaman pakek aku kamu nggak papa kan cinta...


" iya cintaku nggak papa kok...


" makin sayang deh sama kamu... Sie hanya tersipu malu...


" udahan yok ke kamar bersih bersih habis itu kita makan siang... Ok cintaku...


" iya L-ku sayang... Ayok...


" aldo mencuri ciuman pipi sie dari samping saat sie berjalan mendahului aldo,.. Aldo langsung berlari menuju kamarnya dengan tertawa. Sedangkan sie hanya melongo kaget, setelah tersadar sie berteriak memanggil nama aldo. Tapi aldo sudah berhasil masuk kamar. Sie tersenyum mengingat ulah aldo dan memegang pipinya yang sudah di cium aldo

__ADS_1


"


__ADS_2