
Hari sabtu, hari weekend pagi semua pelajar dan pekerja. Karena tidak ada kegiatan, sebelum acara malam main ke rumah dafa.. Sie, dina dan aldo memutuskan untuk jalan-jalan ke mall dekat rumah mereka. Dito, ria dan dafa menjemput dina, sie dan aldo... Mereka mengendarai motor menuju ke mall tersebut.
Sesampainya di mall mereka menuju ke timezone menghabiskan waktu bermain disana. Setelah puas bermain mereka mencari kedai minum yang ada di dalam mall. Mereka menghabiskan waktu sampai siang hari. Saat sedang asyik ngobrol sie dikejutkan dengan sosok hantu laki-laki dengan muka gosong menuju ke arah siera.
" kamu ngapain ke sini... Ucap sie pada hantu itu sedangkan mereka berlima sudah paham siapa yang sie maksud..
" nggak ada pengen deket kamu aja...
" ish... Emang kamu nggak ada kerjaan.
" nggak ada... Sedari tadi aku merhatiin kamu saat kamu datang sampai sekarang...
" itu muka kenapa gosong kamu korban kebakaran...
" iya... Dulu di gedung ini...
" terus kamu deketin aku mau apa...
" mau minta tolong,...
" ehm... Apa yang bisa aku bantu...
" tolong bilang ke keluargaku kalo aku butuh dibacakan do'a... Agar aku bisa tenang...
" apa kamu masih ada urusan dunia yang belum selesai...
" ada, aku berhutang maaf kepada orang tuaku karena aku telah berbohong pada ibu dan ayahku...
" bohong kenapa...
" aku main ke mall ini tanpa ijin ibuku, aku pergi dengan pacarku padahal orang tuaku melarangku pergi dengan pacarku. Karena menurut mereka pacarku bukan cewek baik-baik, dia cewek matre. Ternyata yang dikatakan orang tuaku benar, saat kejadian itu cewekku meninggalkan aku yang terjebak kebakaran. Dan setelah kematianku, aku sering melihat dia ke sini bergonta-ganti dengan cowok lain, bahkan yang lebih parah dia mau diajak ***-*** disini.
" apa disini... Dimana...
" di ruang ganti salah satu mall disini, dan di ruang ganti mall itu ada tempat khusus yang menyediakan tempat seperti itu. Aku sering melihat pacarku itu melakukannya di sini bahkan sering dengan cowok berbeda-beda. Setelah itu dia menerima sejumlah uang dan dibelikan banyak barang.
" Kalo sama kamu...
__ADS_1
" sama aku hampir saja tapi tidak jadi karena terdengar sirine kebakaran dan aku terjebak di ruang ganti itu sendirian sebelum pacarku juga ikut masuk. Dan setelah kejadian itu pacarku tak pernah kembali hingga aku sesak napas, terbakar dan mati.
" kamu nggak bisa nakut-nakuti dia...
" nggak bisa, dia nggak bisa lihat aku padahal aku selalu didekat dia waktu dia ***-*** dengan cowok lain.
" astaughfirullahal'adzim... Ya Allah... Kok ada ya cewek kayak gitu.
" entahlah.. Aku mohon sama kamu karena aku tahu hanya kamu yang bisa menolongku.
" ehm... Baiklah... Siapa nama kamu
" namaku Roy..
" dimana tempat tinggal kamu..
" di jalan melayu no 2 Jakarta timur...
" ok... Aku akan mendatangi rumah orang tua kamu.. Jadi kamu bisa ikut aku menuju rumah kamu... Sie kemudian menceritakan perihal Roy kepada teman-temannya. " ok, gaes dari pada kita disini nggak ngapa-ngapain mending jalan Yuk ke rumah Roy...
Mereka berenam sudah berada di motor mereka masing-masing dan mulai melajukan motornya menuju rumah Roy. Hampir satu jam perjalanan mereka yang lumayan terjebak macet.
Nuansa rumah yang asri dengan bentuk rumah yang unik dan halaman yang luas membuat siapa saja yang ada disana akan merasa aman. Mereka sampai dan mulai mengetuk pintu yang sedikit terbuka dan mengucapkan salam
" assalamu'allaikum... Ucap sie
" wa'allaikumsalam... Loh ada tamu to... Mari masuk... Kalian ini siapa kok rame-rame datang ke rumah nenek.
" ehm... Maaf nek jika kedatangan kami ke sini mengganggu nenek. Kami atau lebih tepatnya saya, nama saya adalah siera nek. Dan saya barusan bertemu dengan Roy...
Mata nenek itu langsung berkaca-kaca, perempuan yang sudah berumur itu masih nampak ayu..." Roy.. Putra nenek.. Tapi Roy sudah meninggal nak...
" ehm... Iya nek dan saya bisa melihat arwah Roy yang masih terlihat tak tenang nek.. Dan Roy berpesan agar dibacakan do'a nek...
" Ya Allah nak, selama ini nenek melupakan Roy... Nenek tak pernah mengirimi Roy do'a. Ucap ibu Roy menangis. Roy yang ada di sampingnya juga ikut menangis.
Sie menghampiri nenek itu dan memeluknya." nek, Roy ada disini, dia yang meminta sie kesini, dia mau minta maaf sama nenek...
__ADS_1
" Roy... Dimana kamu nak... Maafkan ibumu ini nak yang sudah melupakanmu. Roy, ayahmu meninggal setelah kejadian kamu kebakaran Roy... Ayahmu terkena serangan jantung. Huuuuuu...huuuuu...huuuu...
" ibuk, maafkan Roy buk... Ucap Roy yang hanya bisa di dengar siera.
" nek,... Apa nenek mau bicara dengan Roy...
Nenek itu memandang siera penuh tanya.. " apa bisa nak, Roy sudah meninggal.
" bisa nek sebentar ya... Roy, kamu masuklah ke tubuhku... Ucap sie pada Roy sedangkan semua teman sie hanya diam saja melihat sie. Roy kemudian sudah masuk ke dalam tubuh sie. Perlahan sikap sie berubah menjadi Roy...
" buk, ini Roy buk... Roy kangen sama ibuk... Roy minta maaf karena tidak mendengarkan ibuk tentang Selly... Roy bodoh buk...
" Roy, ini beneran kamu Roy... Ya Allah Roy, ibuk minta maaf nak sama kamu karena keegoisan ibuk, ibuk jadi melupakanmu nak... Ucap ibu Roy sambil memeluk dan menciumi Roy yang ada di tubuh siera.
Roy menangis sejadi-jadinya." Roy juga minta maaf buk gara-gara Roy bapak meninggal, maafkan Roy buk... Roy jatuh bersimpuh di kaki ibunya...
" sudah-sudah Roy, ibu juga minta maaf sama kamu karena kamu jadi tersiksa nak...
" ibuk, kenapa ibuk sendirian dimana mas harus dan sofi buk...
" masmu ada Roy... Dia sedang bekerja, ibuk tidak sendirian kok Roy... Mbak asih istri masmu sedang menjemput kirana dan rozi les.. Sedangkan sofi, dia tadi pamit sebentar sama ibuk mau ambil jahitan. Ibu melarang masmu meninggalkan rumah ini Roy, ibuk ingin rumah ini selalu ramai dengan canda tawa anak cucu ibuk... Roy kembali menangis menyesali apa yang sudah terjadi.
" andai Roy patuh sama ibuk mungkin Roy sekarang sudah bahagia menikah dengan gadis pilihan ibuk...
" sudahlah nak, ini semua sudah takdir Allah.. Karena umur manusia tidak ada yang tahu.
Tak lama sofi, asih, kirana dan rozi datang dan mereka nampak kaget melihat anak-anak muda yang mendatangi rumahnya.
" assalamu'allaikum...
" wa'allaikumsalam...
" kalian siapa kenapa ada di rumah kami.. Dan ibuk... Ibuk kenapa... Ucap sofi dan juga asih yang khawatir dengan ibunya.
" sofi, mbak asih... Apa kabar... Ucap Roy di tubuh siera..
" baik... Siapa kamu kok kamu kenal dengan kami... Ucap sofi nampak bingung
__ADS_1