I AM SPECIAL INDIGO

I AM SPECIAL INDIGO
Bab 74


__ADS_3

Sie keluar dari persembunyiannya dan memberi tanda kepada mereka semua agar keluar juga. Akhirnya mereka keluar dan mengerumuni kedua tuyul ynag sudah ada di lingkaran.


Kedua tuyul itu kaget melihat warga yang sudah mengepung mereka. Apalagi maman dia nampak ketakutan dan berusaha akan melarikan diri tapi usahanya sia-sia, setiap dia hendak melewati garis lingkaran tubuhnya selalu terpental. Berkali-kali maman mencoba tapi tetap sama.


" ren, kamu menjebakku ya... Ucap maman hendak memukul reno tetapi sie segera menepis tangan maman.


" heh... Sesama tuyul dilarang baku hantam...


" si.. Siapa kamu kenapa kamu bisa melihat dan memegagku..


" kamu mau tau siapa aku...


" iya... Siapa kamu dan sepertinya mereka semua juga bisa melihat wujudku..


" ooooh... Jadi kamu penasaran... Ingin tau jawabannya...


" iya cepet jawab dan kenapa aku nggak bisa keluar juga dari tempat ini


" ok... Gue jawab.. Ucap sie santai. Nama gue sie dan kenapa lo nggak bisa keluar dari tempat itu... Ya karena udah aku kasih pager gaib yang makhluk astral g bisa nembus..


" kenapa tadi aku bisa masuk sekarang nggak bisa keluar...


" ehm itu rahasiaku... Kamu nggak perlu banyak tanya.. Eh man, siapa yang nyuruh kamu nyuri dan di kasih apa kamu sama bos kamu itu


" nggak usah aku jawab palingan kamu juga sudah tau siapa bosku...

__ADS_1


" iya... Emang aku udah tau namanya pak jarwo kan dan rumahnya di kampung sebelah..


" jadi kalo kamu udah tau makanya lepasin aku...


" ehm enak aja, kamu itu pencuri ya harus di tangkeplah..


" kakak Bagas botol Kosongnya sudah ada dua kan...


" iya sie... Ucap bagas mengangkat kedua botol itu


" loh sie kamu mau masukin aku juga... Ucap reno mengiba


" sorry ya kalian Berdua bakal sie tangkep dan masukin ke sini masing-masing satu-satu. Kamu ren walopun kamu nggak nyuri tapi kamu mesum meresahkan warga juga jadi ya disini tempat kamu dan kamu man, kamu pencuri, dibotol ini sekarang tempat kamu sampai nanti waktu yang tepat aku lepasin kalian...


Waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam akhirnya mereka semua bubar dan pulang ke rumah masing-masing. Begitu juga dengan paman hasan dan yang lainnya. Kedua botol berisi tuyul itu sie bawa dan akan sie simpan terlebih dahulu. Sesampainya di rumah paman hasan, mereka bergantian membersihkan diri kemudian pergi tidur.


Pukul 3 dini hari sie terbangun karena jendela kamar yang sie tempati ada yang mengetuk... Dengan masih mengantuk sie menuju jendela itu


" hem... Siapa masih pagi udah ganggu tidurku... Ucap sie dengan menguap...


" Siera kusuma wati, itu nama kamu kan... Ucap seseorang itu di balik jendela..


" loh,... Kamu siapa kenapa kamu bisa tau nama panjang aku... Sie yang penasaran segera membuka jendela kamar itu. Disana nampak seorang lelaki dengan perawakan tinggi, wajah yang tampan, kulit yang putih. Sie sempat terpesona dengan sosok yang ada di depannya ini tapi kemudian sie segera memalingkan wajahnya. " ka... Kamu siapa..


" kamu tidak mengingatku sie, aku satria teman masa k ecilmu...

__ADS_1


" teman... Masa kecil... Nggak mungkin... Aku nggak mungkin punya teman setampan kamu sewaktu kecil lagian mana mungkin rumahku Jakarta dan kamu Bandung.. Kok bisa jadi teman kecilku.


" satria masuk ke dalam kamar sie.. Dia menampakkan sosok ular setengah manusia kepada sie. Sie sempat kaget melihat itu


" kamu siluman ular... Satria menjawab dengan mengangguk dan tersenyum.


" tunggu-tunggu gimana ceritanya kamu bisa jadi teman kecilku.


" apa kamu lupa sie, dulu waktu masih kecil kamu menyelamatkan aku yang terperangkap di sebuah ranting.. Dan kamu menyembuhkan lukaku.. Sejak saat itu aku selalu mencari keberadaanmu hingga kita ketemu L agi sebelum mata batin kamu ditutup ayahmu.


" oiya.. Iya...dan kamu yang nolongin aku waktu aku dikejar sama anjing sampai aku terjatuh...


" iya bener...


" wah, ternyata kamu makin tampan ya sat... Ucap siera memuji satria yang memegang sangat tampan. Satria tersenyum senang karena siera sudah mengingatnya.


" tapi kok kamu bisa ada disini sih sat... Bukannya rumah kamu di kampung...


" banyak hal yang sudah terjadi sie.. Setelah mata batin kamu ditutup kamu mulai melupakan aku sie,,, dan aku jadi kesepian nggak ada teman yang bisa aku ajak bicara.. Aku tak pernah lagi main ke tempat manusia aku selalu menyendiri dihutan, sampai suatu saat ada seorang pemburu ular dia menangkapku sie dan dia menjualku ke penadah. Saat itu aku dalam fase terpuruk sehingga aku tidak bisa merubah wujudku menjadi manusia. Dari penadah itu ada seorang yang membeliku dan membawaku ke bandung tepatnya di kota. Lama aku tinggal dirumah itu hingga tanpa sengaja aku bisa merubah wujudku menjadi manusia lagi. Dan aku bisa menghilang kemudian aku pergi dari tempat itu hingga tiba di desa ini. Entah kenapa aku bisa sampai di desa ini.


Saat pertama kali aku melihatmu, kamu menolong warga desa ini dari tuyul-tuyul itu. Aku bisa merasakan kedatanganmu sie, debaran jantungku saat melihatmu, melihat senyumanmu. Sampai kapanpun aku tak akan pernah bisa melupakanmu sie. Satria merubah wujud siluman ularnya menjadi manusia.


" sie, aku senang kita bisa ketemu lagi.. Aku senang kemampuanmu bisa kembali lagi.. Aku selalu merindukanmu sie.. Aku selalu menantikan saat-saat seperti ini sie, bisa berbicara berdua saja.


Dan kamu makin cantik sie... Kamu... Satria tak melanjutkan kata-katanya

__ADS_1


__ADS_2