I AM SPECIAL INDIGO

I AM SPECIAL INDIGO
Bab 128


__ADS_3

Sie menerima cincin itu dan keluar dari bus yang diikuti oleh Aldo.


" kamu mau mengambil ini kan...ucap sie pada makhluk astral berbulu di seluruh tubuhnya itu dengan mata merah menyala, makhluk itu mengangguk.


" iya, aku ingin segera pulang ke tempatku berkumpul dengan keluargaku... ucap makhluk itu


" baik...ini ambillah dan setelah ini kamu bisa bebas...


" baik terima kasih karena kamu sudah membantuku... setelah itu makhluk tersebut menghilang.


" Alhamdulillahirrobil'alamin.... ucap sie


" gimana cin, udah pergi...


" sudah...


sie kemudian melangkah mendekati para supir bus dan juga guru yang ada di situ...


" Alhamdulillah bapak semuanya masalah sudah terselesaikan... mari kita berangkat lagi dan pak khodir silahkan busnya coba dihidupkan...


" baik neng...


tak lama setelah itu buspun kembali menyala dan rombongan segera berangkat lagi...


Disetiap bus sudah diceritakan kepada seluruh penumpang bus tentang kejadian yang mereka alami. Diantara mereka ada yang takut, ada yang bersikap biasa saja dan ada yang bersikap sok berani.


Sama halnya dengan bus no 3 yang ditumpangi sie... karena bukan hanya teman sekelas yang ada di dalam bus itu jadi gabungan dari beberapa kelas.


Termasuk seseorang yang memang sedari kelas satu sudah jatuh hati kepada sie tapi dia tak pernah berani untuk mengungkapkan. Radit begitu kagum dan dalam diam mencintai sosok siera, gadis cantik yang mempunyai kelebihan indigo. Tapi apalah daya, Radit hanya bisa menjadi sosok pengagum rahasia.


" andai, Aldo bukan kekasih lo sie... gue rela melakukan apa saja untuk mendapatkan lo siera gadis cantik gue... batin Radit dengan senyum melihat ke arah siera yang duduk di depannya.

__ADS_1


Buspun kembali berjalan karena hari sudah menjelang pagi, semua murid tertidur. Radit yang tiba-tiba bangun melihat ke sekelilingnya begitu sepi karena semua sudah tertidur, tinggal sang supir, kondektur dan 2 guru pengawas sedang guru pengawas yang lain juga terlelap.


Radit memberanikan diri untuk mendekat ke arah siera yang duduk dipinggir jalan dan sedang tertidur berada di pundak Aldo.


Radit mengeratkan tangan melihat pemandangan itu... dia membatin lagi dalam hati..." kenapa mesti pundak Aldo sih sie yang jadi sandaran kepala Lo... harusnya tuh gue yang ada di posisi Aldo, yang bisa membelai rambut Lo, mencium puncak kepala Lo... andai aja lo mau sama gue sie, bahagianya hati gue... Radit berucap sambil memegang puncak kepala sie pelan.


Tapi sie merasakan bahwa ada seseorang yang meraba puncak kepalanya, sie membuka mata dan menoleh ke arah seseorang itu. Radit begitu gugup dan dia langsung menarik tangannya dan memalingkan mukanya.


" Radit... Lo ngapain...suara sie pelan agar tak terdengar yang lain


" nggak papa kok sie, gue capek duduk makanya gue berdiri tapi sepi pada tidur semua... balas Radit tak kalah pelan


" lo nggak tidur...


" barusan aja kebangun makanya nggak bisa tidur lagi...


" ooooh...


" kok Lo bangun...ucap Radit pura-pura


" ya udah Lo tidur lagi... masih malem...


" lo juga tidur dit...


" iya sie... good night... love u... ucap Radit dibelakang kata agar tidak terdengar sie...


" dit, Lo bilang sesuatu... ucap sie yang sedikit mendengar...


" nggak kok ya udah Lo tidur lagi... ucap Radit mengelus puncak kepala sie membuat sie heran dengan sikap Radit.


" Radit kenapa ya kok ngusap puncak kepala gue sih.. ucap sie dalam hati

__ADS_1


" cinta... ucap aldo yang ikut terbangun dengan suara khas bangun tidur


" iya L, kenapa...


!


" barusan ngobrol sama siapa ...


" oh... barusan Radit kebangun dan capek duduk terus makanya pas aku bangun dia ada di sebelah jadi kita ngobrol... nggak papa kan L


" nggak papa cintaku sayang, tapi aku minta kamu jangan deket-deket ya sama dia


" kenapa L


" karena dia cinta sama kamu... ucap aldo sambil tersenyum manis ke arah siera...


" jangan suudzon dulu L sayang...


" aku nggak suudzon cinta, aku cowok dan aku tau tatapan cowok yang lagi cinta sama seseorang...


" iya... suamiku sayang, aku janji nggak bakalan dekat sama dia... ok... sekarang bobok lagi yuk masih malem


" iya tapi kasih hadiah dulu dong


sie melotot ke Aldo karena dia tau hadiah apa yang dimaksud Aldo. sedangkan Aldo hanya tersenyum dan memainkan kedua alisnya. sie menuruti permintaan Aldo dengan menoleh ke kanan takut dilihat temannya...


cup... sie mengecup bibir Aldo singkat dan segera menenggelamkan kepalanya di pundak Aldo, dan Aldo tersenyum melihat ulah sie...


" i love u siera cintaku...


" i love u too Aldo sayang...

__ADS_1


mereka berbicara dengan pelan takut mengganggu teman-temannya. setelah itu mereka tertidur kembali.


Adzan subuh berkumandang, bus-bus yang membawa mereka berhenti disebuah rumah makan yang terdapat tempat untuk beristirahat, sholat dan juga makan.


__ADS_2