I AM SPECIAL INDIGO

I AM SPECIAL INDIGO
Bab 186


__ADS_3

Hampir 2 jam perjalanan pesawat landing di bandara Soekarno Hatta. Semua penumpang turun satu persatu. Sie yang selama di pesawat berjanji akan datang ke rumah ibunda Mona, dia berpamitan untuk pulang.


Mereka berpisah dan memesan taksi online masing-masing.


" Alhamdulillah...akhirnya balik lagi ke kota asal... ucap Dina dengan senyumannya.


" ya udah ayo... kita pulang... ucap siera.


" gaes... kita pisah disini ya... kalian hati-hati kalo pulang... ucap Aldo


" siap pak ketua... ucap Dito dengan sikap hormatnya.


Mereka semua naik taksi mereka sendiri-sendiri.


Tak butuh beberapa lama akhirnya... Sie, Aldo dan Dina sudah sampai di rumah.


" assalamu'allaikum... salam mereka


" wa'allaikumsalam... ucap mama yunita yang sedang duduk di teras depan rumah.


" waaaaah.... anak-anak mama sudah pulang... mama kangen sama kalian... ucap mama sambil memeluk Sie dan Dina.


" kita juga kangen banget sama mama.... ucap mereka membalas pelukan mamanya. Aldo yang melihat tersenyum.


" giman-gimana seru nggak di sana... ?


Sie dan Dina saling pandang kemudian tersenyum.


" aaaah seru banget ma... apalagi kakak tuh ketemu sama nyai ratu pantai selatan....


" waaaaah.... beneran Sie...


" iya ma... orangnya benar-benar cantik, berwibawa, lemah lembut... pokonya sempurna ma...


" beruntungnya anak mama...


" papa belum pulang ma... tanya Sie.


" belum, hari ini papa pulang agak malem karena lembur...


" ma... ucap Aldo mencium tangan mama Yunita.


" Aldo... lama nggak ketemu makin ganteng aja mantu mama ini...


" mama bisa aja...


" ya udah sana masuk... kalian bau acem... ucap mama Yunita berlagak mengusir dan menutup hidungnya...


" mama apaan sih... ucap Dina


Pagi berlalu, hari ini Sie, Aldo dan Dina akan ke Kemang ke rumah Tante Diana ibunda Mona.


" kak, nanti berangkat jam berapa ke Kemang nya...


" ya nanti jam agak siangan dikit ya...


" siap..


Pukul 9.30 mereka bertiga berangkat menuju Kemang , jalan yang mereka lalui tidak terlalu macet hingga mereka cepat sampai di rumah Tante Diana.


Mereka masih mencari alamat Tante Diana dan tak lama kemudian mereka ketemu, rumah Tante Diana berada di sebuah perumahan yang elit.


" makanya tu si Sonia ngebet bener pengen dapetin ni rumah, rumahnya juga bagus...


" ya udah yuk masuk... ucap sie setelah Aldo memarkirkan mobilnya di depan pagar rumah tersebut.


Sebelum masuk mereka di sambut oleh 2 orang satpam.


" selamat siang pak...

__ADS_1


" siang dek... ada perlu apa ya...


" maaf pak... Tante Diana ada...


" apa kalian sudah ada janji...


" sudah pak...


" sebentar saya telpon nyonya dulu...


" silahkan...


Tak lama salah satu satpam menghubungi nyonya rumah.


" selamat siang nyonya... ada tamu yang ingin bertemu nyonya katanya sudah ada janji dengan nyonya...


" apa seorang perempuan muda cantik...


" iya nyonya...


" suruh masuk pak... saya menunggu mereka...


" baik nyonya..


selamat siang...


Setelah menutup telepon, satpam itu mempersilahkan mereka bertiga masuk.


" silahkan dek, kalian sudah ditunggu nyonya di rumah...


" baik pak... terima kasih...


Sie, Aldo dan Dina melangkah masuk menuju ke dalam dan mereka sudah di sambut Tante Diana.


" selamat siang Tante...


" siang... Siera...


" kalian sudah pasti kenal saya kan...


" iya Tante... ucap Aldo dan Dina.


" bunda... siapa yang datang...? ucap suami Tante Diana...


" oooh... iniloh yah kenalin, ini namanya Siera,ini Aldo, dan ini Dina...


" siang om...


" siang... saya Arman...


" sini yah duduk...


Tak lama setelah itu Kelihatan seorang perempuan dengan pakaian seksi ikut turun dan bergabung dengan mereka di ruang tamu.


" hai... kenalin saya Sonia, calon istri mas Arman...


" hai Tante...


Tante Diana dan om Arman seperti tidak suka dengan adanya Sonia tapi Sonia berusaha bermanja pada om Arman.


" kalian kok bisa kenal sama mbak Diana ...? ucap Tante Sonia


" oooh itu... ehm... sie tampak bingung menjawab...


" mereka anak teman saya... sahut Tante Diana.


" ooooh... emang ada keperluan apa datang kemari...?


" kenapa emangnya kalo mereka kemari, mereka kangen sama saya... apa urusannya sama kamu...

__ADS_1


" bunda... sudah ya...


" tuh mas kamu lihat sendiri, mbak Diana itu beneran nggak suka sama aku... padahal aku kan sedang mengandung anak kamu mas... Oia mas, nanti siang anterin aku keluar ya... aku pengen makan rujak mas... anak kamu lagi pengen nih...


" maaf Tante Sonia... berapa usia kandungan Tante...


" 2 bulan... anak aku ini sebagai gantinya anak mas Arman, Mona yang sudah meninggal 1 bulan yang lalu...


" loh... Tante, Mona sudah meninggal makanya dari tadi sie nggak lihat Mona... memangnya Mona meninggal kenapa tante... ucap sie yang pura-pura.


" Mona, keracunan makanan Sie... nggak tahu apa benar keracunan apa di racuni...


" uhuk...uhuk... Sonia tampak terbatuk-batuk...


" Tante nggak papa... ucap Dina.


" nggak kok...


" Oia Tante, Sie itu bisa melihat arwah loh tapi kok disini sie nggak lihat arwah Mona... jangan-jangan ada sesuatu sama rumah ini yang membuat arwah Mona nggak bisa masuk ke rumah ini...


" apa maksud kamu sie... kamu bisa melihat penampakan... ucap Sonia sedikit terkejut.


" bisa... tapi... rumah ini sepertinya dipasang pagar gaib agar tidak ada sosok yang bisa masuk rumah ini...


" masak sih sie... ucap om Arman tak percaya.


" iya om... ok... sie akan membantu membuka pagar gaib ini agar kita bisa menanyakan pada Mona apa yang sebenarnya terjadi pada dia...


" nggak usah... jangan... aku takut dengan sosok-sosok makhluk astral..


" kenapa kamu menolak kan ini rumah... rumah saya... terserah saya dong mau dibuka apa nggak... lagian saya juga pengen tahu apa yang sebenarnya terjadi pada putriku Mona...


" jangan mengada-ngada kamu Siera, mana bisa kamu punya kemampuan seperti itu kalo bukan seorang dukun... ucap Sonia


" maaf sebelumnya Tante... Kakak saya ini bukan dukun tapi indigo... Kakak saya bisa membantu arwah penasaran yang masih gentayangan di dunia ini...


" hahahahahahaha.... hebat sekali kamu...


Tak lama, setelah itu... Sie segera membuka pagar gaib di rumah itu. Arwah Mona segera masuk ke dalam rumah tersebut.


" bunda, ayah... panggil Mona sendu di sebelah kedua orang tuanya.


" Tante Mona ada di sini... dia disebelah Tante dan om..


" mana... mana sie... ucap tante Diana sudah berkaca-kaca.


" jangan bohong kamu sie... ucap Sonia takut.


" Tante... Sie berdiri dan membisiki Tante Diana.


" baik sie...


" eh... kenapa kalian berdua berbisik-bisik.. ucap Sonia curiga


" bukan urusan kamu.. ucap tante Diana kemudian beranjak pergi menuju lantai atas.


Tak lama setelah itu, Tante Diana datang dengan membawa boneka kesayangan Mona.


" Mona, ini boneka kesayangan kamu sayang... ucap Tante Diana dan Sonia sedikit lega karena Diana datang membawa boneka.


" bunda... ucap Mona menangis dan menghampiri bundanya dan memeluk erat tapi Tante Diana tidak merasakan apa-apa.


Tante Diana menghubungi satpam.


" Pak Rohmat, nanti ada tamu yang akan mencari saya tolong suruh masuk...


" tamu... tamu siapa lagi... batin Tante Sonia.


" Oia Tante, sie akan menyuruh Mona masuk ke dalam tubuh siera jadi Tante dan om bisa menanyai Mona apa yang terjadi malam itu...

__ADS_1


" deg.... jantung Sonia serasa mau copot mendengar perkataan siera.


__ADS_2