
" jadi cuma yang cewek doang nih yang di peluk... Aku sebagai pacar kamu juga mau dong dipeluk... Ucap aldo manja
" iiih, najis deh lo al... Lebay banget sih jadi cowok... Ucap ria
" awas lo al macem macem sama kakak gue...
" nggak kok din, jujur gue nggak berani macem-macem sama kakak lo tapi satu macem aja kok... Ya cintaku... Ucap aldo memainkan alisnya...
" hiiii.. Kalo aldo udah keluar bucinnya nih awas aja lo sie, lo mesti ati-ati sama tu bocah.
" heh... Gue bukan bocah lagi bikin bocah ma gue juga bisa...
" apa L... Berani kamu ya mau bikin bocah... Ingat umur... Masih juga ingusan... Ucap sie meledek aldo
" siapa yang ingusan nggak kok, aku nggak ingusan mana ada... Orang aku ganteng gini kok...
" huek... Mau muntah gue liat gaya lo... Norak.. Ucap dito
" dasar bucin... Ucap dafa.
Hahahahahahaha... Mereka semua tertawa.
" btw, kita pulang naik apa nih masak jalan kaki... Jauh kali sini ke villa... Mana gue ngga tau daerah sini lagi... Ucap dina
" adek kenapa nggak telp pak amar aja sih suruh jemput kita...
" iya kak, dina lupa... Dina segera menghubungi no pak amar asisten paparnya. Hampir setengah jam akhirnya pak amar datang menjemput mereka.
Jam makan siang sudah lewat, mereka tiba setengah jam kemudian di villa. Mereka disambut mama sama papa yang sedang mengobrol dengan bik ani istri mang asep sedangkan bibik yang lain berkemas karena sore nanti mereka semua akan kembali ke Jakarta.
" kayaknya seru nih jalan-jalannya, sampai siang baru pulang.
__ADS_1
" iya ma tadi ada kejadian seru loh dan karena kak siera semua masalahnya teratasi... Hebatkan kakaknya dina ma.
" jelas dong kalian semua anak-anak mama pasti kalian hebat... Emang ada kejadian apa, ada yang mau cerita ke mama atau kalian mau cerita ke tante... Ucapnya memandang ke dua putrinya dan sahabat-sahabat putrinya.
" ok, sie ceritain ya ma... Sie menceritakan awal mula pertemuannya dengan asih hingga asih ditemukan dan pelaku tertangkap. Mama dan papa mendengarkan dengan penuh antusias...
" waaaaah... Kayaknya petualangannya makin seru nih...ucap papa
" iya pa... Pokoknya dina senang dan penasaran sama makhluk-makhluk itu..
" papa dan mama pesan sama kalian... Papa harap kalian berdua ini selalu kompak dan bersatu serta kalian semua harus saling menjaga satu dengan yang lain... Papa juga merestui hubungan kalian berdua dengan dafa dan aldo...
" papa, makasih... Ucap sie dan dina memeluk papanya
" makasih juga mama... Ucap mereka berdua memeluk mamanya
" terima kasih banyak Om,... Ucap dafa dan aldo bergantian..
" siap om
" siap papa... Jawab mereka berempat kompak.. Dito dan ria tersenyum dan senang mereka berempat mendapat lampu hijau dari tante yunita dan Om Ronal.
Setelah makan siang mereka memutuskan istirahat sebentar dan sore nanti mereka akan kembali ke jakarta
➖➖➖➖➖➖➖➖
Pagi menjelang aktifitas sekolah kembali lagi, hari ini hari senin mereka akan melakukan upacara bendera. Seperti biasanya dafa dan aldo menjemput kekasih mereka... Hari ini mereka menjemput sedikit pagi jadi tepat pukul 6.30 mereka berempat sudah sampai di sekolah. Saat mereka menuju tempat parkir tak lama kemudian dito dan juga ria datang.
Sambil mengobrol, bercanda dan tertawa mereka menuju ke kelas mereka. Nindi yang melihat sie dan aldo semakin dekat dibuat geram. Dia berencana akan melakukan sesuatu kepada siera
" tunggu aja lo gue bakal kerjain lo abis-abisan ntar sepulang sekolah... Ucapnya tersenyum sinis
__ADS_1
Bel berbunyi, mereka semua berbaris di lapangan karena akan melakukan upacara bendera... Hari ini kelas sie yang akan menjadi petugas upacara. Aldo mendapat giliran menjadi pemimpin upacara, dafa pembawa teks proklamasi, dito regu kor sedang sie, dina dan ria menjadi pengibar bendera. Mereka melaksanakan tugas dengan baik. Selesai upacara mereka berenam menuju ke kantin untuk membeli minuman. Disana juga sudah banyak siswa yang ngantri beli jajanan dan minuman
" L, kamu tadi keren banget lo jadi pemimpin upacara...
" ehm... Masak sih b aja kali cinta...
" nggak kok L beneran, kamu tu udah cakep, gagah, tegas lagi pokoknya keren abis deh makin sayang deh ama kamu L..
" terus aja dipuji biar tu kepala jadi segede bola basket.. Ucap dito sambil mencibir
" apaan sih lo dit, syirik aja jadi orang..biarin napa yang muji pacar gue...gue kan jadi bangga.. Ya nggak cinta..
" iya dong... Pacar siera gitu loh jadi harus ganteng, baik, tinggi, putih, apalagi ya... Pokoknya semuanya deh.. Hem.... Jadi gemes deh sama kamu L ucap sie sambil me cubit pipi aldo kanan kiri...
" au... Sakit cinta jangan di cubit dong... Cium aja sini... Ucap aldo menyodorkan pipinya di depan siera...
" ye... Itu sih mau-maunya kamu L...
" masak nggak mau cium pipi sih cinta... Kalo gitu ini aja deh ucap aldo menunjuk bibirnya dan memonyongkan bibirnya ke arah siera.
" woy... Masih pagi udah main nyosor aja tu mulut... Al, lo belum pernah ya di sumpahin sama orang bisu sono daf lo sumpahin tu si aldo... Ucap dito mengejek dafa dan aldo
" woy... Lo tu ya dito sembarangan aja ngatain dafa bisu... Lo belum pernah ya digampar sama orang buntung... Gampar Al...
" gendeng kalian tu... Masak iya gue disamain sama orang buntung...lo juga dit sma aja edan masak iya ngatain dafa bisu... Sarap kalian semua.
Mereka semua tertawa melihat kekonyolan teman-temannya.
Bel masuk kelas berbunyi, mereka segera meninggalkan kantin dan menuju ke kelas masing-masing. Seminggu lagi mereka akan mengadakan ujian akhir semester jadi mulai hari ini sampai jum'at mereka akan mengerjakan soal-soal latihan saja. Sampai akhirnya bel pulang berbunyi dan mereka semua berhamburan keluar kelas.
Entah dewi keberuntungan apa memang sie yang apes kali ini, sie benar-benar terjebak, dia di kunci di dalam kamar mandi. Nindi tersenyum bisa mengerjai sie, Nindi merasa jika sie dikunci dari dalam sie akan pingsan ketakutan karena di ganggu penunggu kamar mandi sesuai apa yang diceritakan niken tempo hari bahwa dia di ganggu penunggu kamar mandi.
__ADS_1