I AM SPECIAL INDIGO

I AM SPECIAL INDIGO
Bab 174


__ADS_3

Di kamar mandi Sie berusaha memuntahkan isi perutnya, setelah selesai sie keluar dari kamar mandi dan Cahyo sudah menunggunya di depan pintu.


" kamu nggak papa sie... ? tanya Cahyo sedikit khawatir


" nggak papa pak...


" kamu masuk angin...


" nggak pak...


" terus kenapa...


" pak... tadi bapak sudah makan spagety itu belum...


" sudah dikit... kenapa... enak kok spagety nya...


" ya enak karena bapak nggak tahu...


" emangnya ada apa...


" huuuuh... spagety itu nggak papa sih pak cuman yang nangkring dia atas meja itu yang ada apa...


" maksud kamu apa... ?


" sini deh sie buka mata batin bapak biar bapak tahu ada apa di atas meja...


Sie membuka mata batin Cahyo dan mengajak Cahyo keluar menuju ke meja makan. Saat hendak melangkah Cahyo sudah di perlihatkan sosok makhluk yang sie lihat tadi...


" aaaaaaaaa..... Cahyo teriak ketakutan hingga menarik perhatian para pengunjung.


Sie langsung menutup mulut Cahyo. dan tersenyum ke arah pengunjung.


" pak jangan lihat kalo bapak nggak berani... tutup mata bapak... ucap sie


Sie menutup lagi mata batin Cahyo.


" udah sekarang bapak buka...


" nggak mau... nanti makhluk itu ada lagi..


" nggak ada... jadi bapak tenang aja...


" beneran nggak ada ... serem banget muka mereka sie...


Cahyo perlahan membuka mata dan benar saja sosok yang Cahyo lihat sudah nggak ada.


" apa mereka sudah pergi...


" belum... masih menikmati mengeluarkan air liur sebagai penyedap rasa...


Cahyo merasa mual dengan apa yang Sie katakan dan Lia langsung lari ke kamar mandi memuntahkan spagety yang dia makan tadi.


Sie tersenyum melihat Cahyo yang lari dan menunggu Cahyo dari kamar mandi di tempat dia berdiri tadi.


Setelah selesai Cahyo keluar.


" gimana pak...udah enakan...


" sudah... ayo kita keluar dari sini... tapi kita ke mama dulu...


" silahkan...


Cahyo dan Siera menghampiri Tante Rika.


" ma... Cahyo mau ngomong sesuatu sama mama...


" ya ngomong aja...


" tapi jangan di sini ma... mama ikut Cahyo sebentar...


Tante Rika melihat Sandra dan Mery.


" sebentar ya ...


" ya silahkan...


Tante Rika mengikuti Cahyo dan Siera yang akan keluar dari restoran.


" mau ngomong apa... ucapnya cuek

__ADS_1


" ma... kita pergi ya dari sini...


" kenapa sih Cahyo... pacar kamu ini beneran hamil ya...


" nggak ma... bukan begitu...


" terus apa...


" sie tolong kamu kasih mama saya tahu juga...


" ehm... boleh...


" kasih tahu apa...


" udah mama diam dulu...


Sie kemudian membuka mata batin Tante Rika.


Tak lama hal yang sama Tante Rika alami.


" aaaaaaaa.... Tante Rika teriak ketakutan dan sie segera memeluk Tante Rika.


" Tante tenang ya sekarang Tante tutup mata lagi...


Sie segera menutup mata batin Tante Rika.


" udah sekarang Tante buka...


" nggak ... Tante masih takut...


" tenang Tante... mereka sudah nggak keliatan kok...


" beneran...


" iya Tante... coba sekarang Tante buka mata...


Perlahan Tante Rika membuka mata.


" kemana hilangnya makhluk itu...


" mereka masih ada kok... tapi Tante nggak bisa lihat mereka lagi.


" biasalah Tante...


" ayo ma kita pergi dari sini...


" iya mama masih takut...


Mereka bertiga keluar dari restoran.


" ma... mama pulang naik taksi aja ya kita mau langsung balik ke kantor...


" iya deh... Oia sie maafin Tante tadi sudah cuek sama kamu...


" nggak papa kok Tante...


" Oia nanti kapan-kapan kalo kamu nggak sibuk, kamu main ke rumah ya...


" insyaallah Tante...


" ya sudah ma ... kita pergi dulu...


" ya hati-hati, Cahyo jagain siera ya...


" tenang ma...


Sie hanya tersenyum kikuk.


Didalam mobil Cahyo melajukan kendaraannya tidak terlalu kencang karena Cahyo ingin mengenal sie lebih dalam.


" ehm... Sie... boleh tanya sesuatu...


" silahkan...


" kamu sejak kecil bisa melihat mereka...


" iya...


" kamu nggak takut..

__ADS_1


" awalnya iya tapi lama-lama terbiasa...


" tapi kamu hebat loh bisa membuka dan menutup mata batin seseorang...


" biasa aja pak...


" kamu sudah punya pacar belum...?


" ehm... sudah pak...


" jangan-jangan Aldo...


" kok bapak tahu...


" oh... beneran Aldo... gumam Cahyo...


" kenapa pak...


" eh... nggak soalnya... kamu keliatannya Deket banget sama Aldo... udah lama...


" ya lumayan lah pak..


" nggak bosen gitu jalan sama satu cowok..


" nggak kok pak... jujur sie tipe orang yang setia...


" kalo Aldo... dia kan cakep pasti banyak cewek yang mendekati dia...


" ya bisa di bilang begitu... tapi insyaallah kami sama-sama setia...


" huh... saya tuh pengen banget punya pacar juga setia... dulu saya punya kekasih dan hampir menikah tapi takdir berkehendak lain dia pergi meninggalkan saya waktu pernikahan kami akan berlangsung... Setelah itu banyak cewek yang berusaha mendekati saya tapi ujung-ujungnya harta yang mereka inginkan dari saya.


" ehm... pak... calon istri bapak apakah cantik...


" iya... dia sangat cantik...


" apa dia memiliki lesung pipi di sebelah kanan...


Cahyo mengerutkan alis nampak bingung dan menghentikan mobilnya dipinggir jalan.


" loh kok kamu tahu...


" maaf ya pak... selama bapak cerita tadi, khorin dia udah ngikutin kita dan dia duduk di belakang...


" benarkah... di mana...?


Sie menoleh ke bangku belakang dan sosok itu tersenyum ke arah Sie.


" bilang padanya kalo aku selalu ada di sisinya, selalu mencintai dan merindukannya... ucap sosok itu


" ehm... pak... dia bilang kalo dia sangat merindukan bapak, dia juga bilang dia sangat mencintai dan selalu ada di sisi bapak selama ini...


" benarkah... ucap Cahyo sudah meneteskan air mata.


" tolong kamu bilang ke dia... ikhlaskan kepergian ku dan carilah penggantiku agar dia bisa bahagia...


" dia bilang bapak harus mengikhlaskan dia dan mencari penggantinya...


" Sie tolong buka mata batinku... aku ingin melihatnya untuk yang terakhir kalinya setelah itu aku akan mengikhlaskan kepergiannya...


" baik pak...


Sie membuka lagi mata batin Cahyo. Cahyo menoleh ke jok belakang dan dia mendapati kekasihnya sedang duduk mengenakan baju pengantin.


" sayang... ucap Cahyo.


Sosok itu tersenyum pada Cahyo.


" sayang... ikhlaskan kepergian ku... carilah kebahagian kamu... aku akan selalu ada di hatimu... i love u Cahyo Purnomo...


" intan sayang ... baiklah aku akan berusaha mengikhlaskan kepergianmu... i love u too Intan Nuraini.


Tak lama setelah itu sosok Intan menghilang seperti kabut terbang ke atas. Cahyo menangis dan mengikhlaskan kepergian Intan.


" terima kasih siera...


" sama-sama pak...


" maaf sie tutup lagi ya pak...

__ADS_1


" baiklah..


__ADS_2