I AM SPECIAL INDIGO

I AM SPECIAL INDIGO
Bab 172


__ADS_3

" ehm kak Surya... Sie boleh tanya sesuatu nggak... Sie tahu kalo Raditia curiga pada sie. makanya sie berusaha mengalihkan perhatian Raditia.


" tanya apa...


" Kakak beneran saudara sepupunya Mega... ? tanya Sie dan Raditia sedikit lega terlihat dari raut wajahnya yang di lihat Sie.


" iya bener... kenapa... ?


" nggak papa kok... ucap Sie sambil berjalan keluar rumah dan diikuti Surya agar Raditia tak curiga karena Sie takut Raditia mengeluarkan pistolnya untuk mencelakai orang-orang yang ada di dalam rumah itu.


" kamu teman kuliah Mega...


" iya kak... Sie yang merasa sudah jauh dari tempat Raditia tapi Sie masih bisa melihat posisi Raditia.


" ehm... kak... pelakunya pacar Rania...


" apa... ucap Surya kaget. Pantesan dia berlagak seperti itu untuk menutupi alibi nya...


" tapi Kak... hati-hati dia bawa pistol, aku nggak mau ada korban lagi...


" ok... terima kasih atas infonya... saya mau melapor ke pak Darsono dulu.


" siap kak... Ucap sie masih memperhatikan gerak-gerik Raditia.


" sesuai rencana kita jalankan... ucap pak Darsono pada Surya.


Tak lama Pak Darsono dan Surya masuk ke dalam rumah itu dan langsung menangkap Raditia.


" jangan bergerak... ucap Surya dan salah seorang polisi yang memegang kedua tangan Surya.


" ada apa ini pak... kenapa saya di tangkap... ?


" kamu di curigai sebagai pelaku dalam kasus pembunuhan ini...


" atas dasar apa pak... tidak ada bukti yang mengarah ke saya...


Surya segera memborgol pergelangan tangan Raditia dan di letakkan di belakang. Dia juga mengambil pistol yang ada di balik baju Raditia.


" apa fungsi pistol ini...?


" ehmmmm... itu pistol ayah Rania saya berniat mengembalikan pistol itu... eh ... tak taunya malah keluarga Rania jadi korban pembunuhan...


Tak berselang lama Sie kerasukan arwah Rania.


" bohong pak... dia... dia yang sudah membunuh saya... dia sudah memperkosa saya bersama dengan ke enam temannya setelah itu dia juga yang membunuh saya dan membawa kabur barang berharga di rumah ini....


" tit...tidak pak... itu tidak benar... sis...sis...siapa kamu...


" kamu lupa denganku sayang ehm... kamu yang menikmati tubuhku dan kamu juga yang membunuhku... kamu benar-benar lupa... apa kamu pura-pura lupa... kamu melakukannya di depan kedua orang tuaku dan kedua kakak laki-lakiku... hahahahahaha... kamu memang hebat sayang...

__ADS_1


" ng...nggak nggak mungkin...


" apanya yang nggak mungkin sayang.... di dadamu ada bekas gigitan ku sayang... apa kamu lupa... iya... kamu lupa.... huuu...huuuu...huuu... apa salahku padamu Raditia... kenapa kamu tega melakukan itu padaku...?aku sangat mencintai kamu,aku percaya pada kamu... tapi kamu menghancurkan kepercayaanku... dan pak polisi... pistol itu memang milik ayahku ... tapi dia yang mengambilnya untuk menghabisi kami semua....


" ok... sekarang sudah jelas dan kami juga menemukan barang bukti... ini ... ucap pak Darsono memperlihatkan cincin milik Raditia yang jatuh di bawah almari.


" bohong... semua itu bohong pak.... !


" Anda bisa menjelaskan di kantor polisi... mari kita bawa saudara Raditia ke kantor....


Rania keluar dari tubuh Siera dan mengucapkan terima kasih kepada Siera karena sudah membantunya.


" terima kasih atas bantuan kamu... kami bahagia pembunuh kami tertangkap sekarang tinggal tugas polisi untuk mencari ke enam pelaku yang lai...


" iya... semoga kamu bahagia...


" terima kasih... ucap keluarga Rania pada siera...


Sie tersenyum dan mengangguk, kemudian Rania dan keluarganya menghilang.


" Alhamdulillaah.... ucap Sie tersenyum.


" gaes udah siang nih kita balik ke mes bentar lagi kita udah masuk kerja... ucap Romeo mengingatkan.


" iya bener kata Lo... ayo... kita balik...


" sie... ternyata seru ya punya Indra keenam... ucap mega


" ya gitu bisa menolong memecahkan kasus... bisa menolong mereka yang butuh kita...


" itu yang Lo tahu tapi kalo Lo tau gimana wujud mereka bisa pingsan kali Lo.... ucap Dito mengejek.


" iiih ... iya... nggak jadi... nggak jadi... ogah gue kalo ketemu yang serem-serem... kalo ketemu yang bentuknya sama kayak Gita gue mau-mau aja...


" emang bisa milih gitu...? ucap ria


" iya bisa kali...


" hahahahaha ... mana bisa seperti itu ga... ketemu mereka ya ketemu yang kebanyakan sih... muka ancur... ucap sie.


" iiih amit-amit kalo yang kayak gitu deh... jangan Sampek... bisa mati berdiri gue... ucap Mega dan mereka semua tertawa.


Tak lama mereka sampai di depan kamar mereka masing-masing. Mereka bersih-bersih diri dan segera menuju ke kantor yang akan mereka tempati selama magang.


" selamat pagi... selamat bergabung dengan perusahaan kami .. ucap serli dengan gaya sok cantiknya.


" selamat pagi... terima kasih buat semuanya semoga bisa membantu kami dan kami mohon bimbingannya... ucap Sie.


" Serli... ucap pak Cahyo sebagai direktur perusahaan.

__ADS_1


" iya pak...


" tolong kamu kasih tahu mereka di bagian mana mereka akan mulai magang....


" baik pak...


" kalo begitu saya permisi dulu .... ucap pak Cahyo sambil melihat ke siera.


" silahkan pak...


" ok... saya akan membacakan apa pekerjaan kalian.


" Dafa dan Dina... kamu ada di bagian keuangan di lantai 2


" siap...


" Romeo,Niken dan Mega... kamu ada di bagian pemasaran...


" siap ...


" Dito sama ria kamu di bagian lapangan...


" siap...


" sie dan Aldo kamu di bagian dalam... berarti sekantor sama aku dong... ucap Seril sedikit kaget.


" siap..


Seril membolak balik kertas yang dia pegang takutnya terjadi kesalahan.


"nggak salah kok... bener kok...gumam Seril... tapi nggak papa deh yang penting ada Aldo sekantor sama aku masalah siera kecil... batin Seril sambil tersenyum


" ok... semua sudah mendapat bagiannya silahkan mulai masuk ke ruangan kalian masing-masing...


" baik ... terima kasih...


Sie melangkah menuju ke ruangan Seril dan diikuti Aldo dibelakangnya kemudian Seril mendekati Aldo dan mensejajarkan langkahnya.


" semoga betah ya ganteng ...


Aldo menjawab dengan senyum kecilnya.


" aduuuuh dia senyum padaku... senyumannya memporak porandakan hatiku... Aldo tunggu tanggal mainnya kamu akan jadi milikku....bati Seril


Telepon dari Pak Cahyo kepada Seril yang meminta Sie masuk ke ruangan pak Cahyo.


" sie... kamu disuruh masuk ke dalam kantor si bos...


" aku...

__ADS_1


" iya kamu... disini yang namanya sie siapa lagi kalo bukan kamu...


" oooh... ok... kak...


__ADS_2