I AM SPECIAL INDIGO

I AM SPECIAL INDIGO
Bab 108


__ADS_3

" sofi, ini mas Roy sof...


" mas Roy... Nggak mungkin... Mas royku sudah meninggal kamu siapa... Ucap sofi berteriak-teriak


" sof, ini beneran mas roymu nak... Mas Roy mu memasuki tubuh gadis ini. Ucap ibu mereka


" mas, mas Roy... Sofi kangen sama mas... Ucap sofi yang langsung memeluk tubuh siera.


" mas juga kangen sof, tapi kenapa kalian nggak ada yang mau mengirimi aku do'a... Aku tersiksa sof...


" maaf mas,... Sofi lupa...


" ooooh lupa... Kamu lupa kalo punya mas yang sudah meninggal memang kamu nggak pernah sayang sama mas sof...!


" maafkan Sofi mas.. Ucap Sofi yang menangis..


" kelihatannya kehidupan kalian sangat bahagia hingga kalian melupakan aku...


" maafkan mbak Roy, selama ini kami memang lupa karena kamu sudah membuat ibu kecewa sama kamu Roy, hingga ayah meninggal memikirkan kamu Roy... Jadi kami juga marah sama kamu


" maafkan Roy juga ya mbak yang sudah membuat kalian marah dan kecewa atas sikap Roy. Ibuk, Roy juga minta maaf karena membuat ibuk kecewa sama Roy.


" iya... Iya Roy kami memaafkan kamu.. Ibuk janji Roy, akan selalu mengirimimu do'a nak semoga kamu tenang di alammu.


" Roy pergi buk, sekali lagi maafkan Roy... Titip salam untuk mas haris,... Setelah itu Roy melihat ke kirana dan rozi... " keponakan paman sudah besar, paman minta maaf sama kalian tidak bisa menemani kalian dan paman minta sama kalian jadilah anak-anak yang baik ya, berbakti pada ibu dan ayah... Jangan pernah mengecewakan orang tua kalian.. Ibu, mbak asih, sofi, Roy pamit ya jaga diri kalian baik-baik..


" Roy anakku... Hick.. Hick..


" mas Roy.... Hick... Hick..


" Roy.... Hick.. Hick...


Setelah itu Roy keluar dari tubuh sie dan kembali ke alam yang sebenarnya... Sie melambaikan tangan dan dengan derai air mata melihat Roy pergi..


" selamat jalan, semoga selalu tenang.. Ucap sie


Ibu Roy, sofi dan mbak asih bergantian memeluk siera dan mengucapkan terima kasih.

__ADS_1


" nenek, buk asih dan tante, sie sama temen-temen pamit ya...


" terimakasih ya nak karena kamu sudah membantu dan membawa Roy kemari.


" iya nek.. Sama-sama... Kami pergi dulu ya nek...


Setelah itu sie dan teman-temannya pergi dari rumah Roy. Mereka menuju rumah masing-masing nanti akan bertemu kembali pukul 7 malam di rumah dafa.


Tepat pukul 7 malam, sie, aldo, dan nindi naik mobil menuju rumah dafa sedangkan ria dan dito berangkat sendiri.


Tiga perempat jam kemudian mereka bertiga sudah sampai di rumah dafa sedangkan ria dan dito juga sudah sampai terlebih dahulu.


" assalamu'allaikum... Salam mereka bertiga di rumah dafa


" wa'allaikumsalam.. Sapa bu ratna ibu dafa, dafa, dito dan ria...


" Siera... Mari masuk nak... Gimana kabarnya nggak pernah ketemu kamu sie, ibuk kangen sama kamu...


" hehehehe... Iya buk sie juga kangen sama ibuk dan sie sehat buk... Ibuk ratna sendiri gimana kabarnya...


" Ya begini ini sie alhamdulillah sehat...


" oh ibu rosmala sehat buk dan kami juga sudah berkumpul kembali. Beliau kerja di rumah aldo, buk...


" oia sie denger-denger dari dafa kalo kamu sama dina saudara kandung ya jadi ternyata selama ini yang menolong dan merawat kamu keluarga kamu sendiri ya sie...


" iya buk ternyata Allah memang sayang sama sie, hingga sie masih dipertemukan dan berkumpul dengan keluarga kandung sie ibuk...


" iya sie,,, ibuk selalu mendo'akan yang terbaik untuk kamu ya...


" terima kasih buk...


" sebentar-sebentar..ini kenapa wajah kamu sama aldo kok mirip ya... Kata orang nih ya kalo wajah kita mirip dengan seseorang itu katanya jodoh... Wah kalo bener ibuk do'a kan semoga kamu memang berjodoh sama aldo.


" hem... Iya buk..


" jelas jodohlah tante mereka kan sudah menikah... Ucap dito dan mereka semua langsung melotot ke arah dito... " ups, maaf keceplosan kenapa mulut gue jadi ember gini sih...

__ADS_1


" apa... !!!! Beneran itu sie...


" ehm... Eh.. Iya buk...


" loh kok bisa bukannya kalian ini masih sekolah...


" ceritanya panjang buk... Setelah itu sie menceritakan semua kepada ibu ratna...


" oalah... Jadi begitu ceritanya... Ya nggak papa... Padahal ibuk fikir kamu dan dafa itu bisa bersama.


" itu nggak mungkin ibuk ratna, ibuk tenang aja dafa sama adek sie kok.. Ucap sie memandang ke arah dafa dan dina.


" wah, beneran itu daf...


" hehehehe... Iya buk...


" Ya udah nggak papa ibuk do'a kan semoga hubungan kalian baik-baik saja. Ya sudah ibuk ke dalam dulu ya... Tapi kalian ini mau kemana kok bawa senter segala...


" uji nyali buk... Ucap dafa sekenanya


" uji nyali gimana...


"hehehe... Kita mau datangi rumah kosong milik pak JOKO yang katanya sering terdengar wanita mondar-mandir dan suara tangisan


" ish... Kalian ini kok ya aneh-aneh saja... Temen kalian pada sibuk main ini malah mau main sama yang begituan... Haduuuuh terserahlah ibuk pusing mikirnya... Pesen ibuk, hati-hati saja.


" siap buk


"siap tante


Mereka menunggu waktu yang tepat untuk mendatangi rumah kosong itu.


Pukul 10.30 malam mereka mulai keluar dari rumah dafa dengan berbekal senter dan kamera yng sudah dibacakan do'a oleh sie agar kamera itu bisa mengambil penampakan yang akan mereka lihat.


Sie menawarkan kepada kelimanya siapa yang mau dibukakan mata batinnya agar bisa melihat langsung sosok apa yang ada di rumah itu. Sie bilang pada mereka walaupun kelimanya bisa dibuka mata batinnya tapi tidak semuanya bisa melihat secara langsung sosok makhluk gaib, bagi yang tidak bisa melihat langsung...mereka akan bisa merasakan saja keberadaan makhluk astral itu.


Mereka berlima setuju dan benar saja yang bisa melihat hanya dafa dan aldo sedangkan yang lain hanya bisa merasakan saja.

__ADS_1


10 menit perjalanan menuju rumah kosong itu, sie, aldo dan dafa sudah diperlihatkan banyaknya sosok-sosok astral yang juga berlalu lalang, mereka seperti biasa bertemu dengan sie dan teman-temannya karena sie sudah memagari setiap lima orang itu dengan pagar gaib agar tidak diganggu oleh mereka.


Selama diperjalanan sie bertemu dengan orang orang yang ronda malam. Mereka nampak kaget dengan lima orang asing itu tapi dafa menjelaskan maksud kedatangan mereka menuju rumah kosong itu. Dan untungnya orang yang ronda mengerti malah mengikuti mereka berenam menuju rumah kosong milik pak joko itu.


__ADS_2