
" mbok jangan berjanji begitu, apa mbok nggak pengen kumpul sama cicit-cicit mbok... ?
" iya saya ingin nyonya tapi.... Mbok darmi tidak bisa melanjutkan ucapannya.
" mbok sudah ya... Ucap mama yunita dan berlalu pergi menuju kamarnya. Mama yunita menceritakan semua yang dialami mbok darmi kepada suaminya. Dan suaminya setuju memberikan uang untuk menembus sertifikat rumah mbok darmi.
Selesai dari dapur sie kembali ke kamarnya di lantai atas bergegas mandi dan berganti seragam. Dina juga sudah ber seragam lengkap. Mereka keluar dari kamar masing-masing bersama-sama.
" hai sie... Selamat pagi
" selamat pagi dina... Baru bangun lo...
" iya nih gue capek banget makanya bangunnya molor... Turun yuk gue udah laper nih...
" ok... Let's go...
Sie dan dina tertawa bersama-sama. Dari arah meja makan, papa dan mama mereka tersenyum melihat keakraban mereka...
" selamat pagi semuanya... Ucap dina semangat
" selamat pagi sayang... Seneng bener keliatan ya ada apa... Ucap papa
" nggak ada pa... Pokoknya hari ini dian seneng banget ya nggak sie...
" tau... Ucap sie mengangkat bahunya
" ish... Siera lo tu ya... Dengan muka cemberutnya..
" hem... Gitu aja ngambek... Jelek tau... Ucap sie sambil me mencet hidung dina
" Siera... Sakit tau... Ucap dina mengelus-elus hidungnya
" nggak papa biar tambah mancung...
" ih ogah ntar hidung gue kayak pinokio... Hahahaha
__ADS_1
Kedua orang tua mereka tersenyum melihat kekompakan kedua putrinya.
" pa...ma... Pokoknya dalam satu minggu ini kita berdua akan terus belajar kelompok... Kemarin lusa di rumah aldo, nanti di rumah dito setelah itu rumah ria, dafa dan terakhir rumah kita...
" boleh ya pa...ma...
Papa mama menjawab dengan anggukan.
" yey... Dina sayang sama mama sama papa...
" sie nggak sayang sama kita... Ucap mama yunita
" itu so pasti ma pa... Sie akan selalu sayang sama kalian berdua... Forever...
" tapi ingat pesen papa... Jangan pacaran mulu... Belajar ya belajar... Papa tau kalian itu saling pasangan kan
" kok papa tau sih... Kan dina sama Siera jadi malu ya nggak sie... Ucap dina menyenggol bahu siera
" iya.... Pa...
" udah kalian nggak usah takut... Yang pasti papa sama mama pesan sama kalian harus bisa jaga diri jangan kebablasan... Kalian tau batasan kan... Mama nggak mau kayak kejadian naomi...
Mbok darmi, bik narti dan bik sumi yang mendengar juga ikut senang.
" oia mbok nanti selesai sarapan kita ke kampung halaman mbok ya buat nebus tu sertifikat...
" baik nyonya... Terima kasih...
Dina nampak bingung karena salam hal ini hanya dina yang tak tau menau tentang masalah mbok darmi. Dan sie menceritakan semua pada dina.
" mbok yang sabar ya... Semangat... Ucap dina mengangkat tangan kanannya di depan dada
" baik non terima kasih
Bunyi dua motor memasuki halaman rumah keluarga anggara. Sie dan dina segera berangkat ke sekolah setelah berpamitan dengan kedua orang tuanya begitu juga aldo dan dafa.
__ADS_1
Mereka melajukan motor dengan santai... Sie memeluk erat tubuh aldo... Aldo tersenyum senang begitu juga dengan dina dan dafa.
Hampir 30 menit perjalanan menuju sekolah mereka. Banyak tatapan mata memandang pada mereka berempat. Mereka berjalan sambil menggenggam tangan pasangan mereka masing-masing. Mereka segera masuk ke kelas, dito dan ria belum datang.
" kemana nih si dito sama ria jam segini belum datang nggak biasanya mereka terlambat. Lima menit kemudian nampak dito dan ria datang..
" woy... Kenapa nggak biasanya lo telat... Ucap aldo
" ban gue bocor...
Hari ini semua mata pelajaran mereka lalui dengan baik, bel pulang sekolah berbunyi, sesuai janji mereka menuju rumah dito.
Sampai di rumah dito, sie melihat penampakan makhluk astral mengintip di jendela kamar yang ada di lantai atas karena jendela itu mengarah ke jalan raya.
" eh... Dito... Nyokap bokap lo belum pulang... Tanya sie
" belum, kenapa sie...
" betah juga lo di rumah segede ini sendirian lagi... Eh... Lo nggak sendirian sih...
" apa maksud lo sie gue nggak sendirian sie...
" ah nggak papa kok lo tenang aja... Boleh gue masuk duluan dit...
" oh... Silahkan masuk sie... Ucap dito membukakan pintu mempersilahkan mereka masuk.
Sie berjalan melihat-lihat koleksi antik milik keluarga dito. Kemudian dia kembali duduk. Sie melihat sosok makhluk astral berbadan gelap berbulu di seluruh tubuhnya tinggi besar dengan mata merah menyala...
Sie biasa saja melihat makhluk itu karena sie tidak mengganggunya, sedang di sisi lain ada sosok perempuan yang sejak sie datang sudah mencuri perhatian sie.
" dito gue boleh nggak liat-liat sisi rumah ini... Gue penasaran sama rumah lo... Dito memperbolehkan sie melihat isi rumahnya
" mau gue temenin nggak cinta...
" nggak usah L, lo tenang aja ya... Aldo menjawab dengan dengan anggukan.
__ADS_1
Sie kemudian berjalan mengelilingi rumah dito karena sie penasaran dengan sosok perempuan yang mencuri perhatian dia...
" tunggu... Ucap sie pada sosok cewek itu yang berlari menjauh dari sie. Sie mengikuti kemana sosok itu pergi, hingga dia masuk ke sebuah ruangan. Di ruangan itu lebih banyak barang antik yang ada disana. Sie melihat cewek itu masuk ke dalam lukisan.