I AM SPECIAL INDIGO

I AM SPECIAL INDIGO
Bab 163


__ADS_3

Sie bercerita ke Wahyu kalo dia mempunyai teman raja siluman ular dan juga ratu yang memiliki seorang putra.


Pak Jaenal yang mendengar cerita Sie merasa takjub dan kagum pada sosok Siera.


" ehm.... kakak cantik... Wahyu beneran penasaran sama temen kakak itu... apa boleh Wahyu bertemu mereka dulu...


" boleh kok... nanti kalo sudah sampai di tempat kakak magang ya... kakak akan panggilkan temen kakak...


" hore.... makasih kakak cantik...


Aldo dan Dafa yang duduk di dekat sie hanya memperhatikan interaksi siera dan sosok yang sedang diajak bicara walaupun mereka hanya melihat sie bicara sendiri. Berbeda dengan yang lain asyik dengan kesibukan masing-masing.


" kakak cantik nanti kalo sudah sampai di tempat magang, kakak harus hati-hati ya...


" hati-hati... ? kenapa... ?


" iya neng sie... di sana ada sosok genderuwo yang suka mengincar gadis-gadis cantik... sahut pak Jaenal.


" untuk apa pak... ?


" entahlah apa motif dia melakukan itu tapi selama saya menjadi supir di tempat itu saya pernah melihat sosok itu melakukan hubungan intim dengan seorang wanita...


" benarkah itu pak... ?


" iya neng bahkan wanita itu sekarang menjadi kaya raya... tapi setiap malam Jum'at Kliwon, wanita itu selalu mendatangi pohon besar di belakang kantor...


" jangan-jangan pesugihan pak...


" entahlah... bapak tidak tahu... bapak terlalu lemah untuk berhadapan dengan sosok itu...


" kakak cantik... aura positif kakak sangat besar... mungkin dia tidak akan berani mendekati kakak tapi ntah teman kakak yang lain nya... sosok itu suka sekali dengan gadis-gadis cantik.


" ehm... berarti sosok itu kurang ajar perlu di kasih pelajaran...


" memangnya neng sie nggak takut... ?


" mukanya serem banget loh neng...


" insyaallah Allah akan selalu melindungi saya pak... dan saya akan berusaha untuk menyuruh dia pergi dari tempat itu...


" saya percaya sama neng...


Perjalanan dari bandara menuju kantor sekitar 30 menit. Setelah sampai mereka turun dan acara penyambutan mereka juga di gelar saat itu juga.


" selamat datang buat mas² dan mbak² KKN di tempat kami... mungkin tempat kami tidak seluas seperti suasana kota Jakarta. Tapi tempat kami lumayan sejuk dan mungkin akan membuat mas² dan mbak² bisa betah magang di sini... ucap kepala personalia di tempat magang.


" terima kasih pak atas sambutan yang diberikan kepada kami... kami memohon bimbingannya selama kami menjadi anak magang di perusahaan ini... ucap Aldo sebagai ketua kelompok. Oia pak, perkenalkan nama saya Aldo, ini Dafa, Dito, Siera, Dina, Ria, Mega, Niken dan Romeo.

__ADS_1


" salam kenal buat semuanya ...


Wajah tampan dan terkesan dingin membuat para karyawan menjadi kagum dengan sosok Aldo.


" g nyangka ya ada anak magang yang ganteng banget... brondong... oi.... ucap serli karyawan super centil.


" santapan buat kamu ser... syukur² kalo dia mau jadi cowok kamu ser, beda dikit kayaknya umur kamu sama dia... ucap Wina.


" cocok kan kalo aku jalan sama dia...


" cocok banget lah kamu juga cantik... tapi kamu lihat nggak cewek yang di sebelah cowok itu, dia cantik banget... mukanya kinclong....


" cantik kan aku lagi...!! ucap Serli mengejek.


" karena kalian baru datang dan mungkin capek... silahkan kalian tinggal di mes yang sudah di sediakan tapi ingat ya cewek sendiri dan cowok juga sendiri... tempatnya di belakang gedung ini.


" baik pak... terima kasih.... ucap mereka kompak.


Aldo membantu sie membawakan koper menuju ke kamar siera. Siera sekamar dengan Dina dan Ria, Mega dengan Niken, Dafa dan Aldo sedangkan Dito dan Romeo.


" makasih L...


" sama² cinta... ya udah kamu istirahat dulu aku juga ke kamar...


" ok... L...


" sorry ya 4 bulan ke depan puasa dulu nggak bisa ngelonin... bisik sie pada Aldo, sedangkan Aldo hanya bisa cemberut.


" ya udah sabar ya Aldo junior... ucap Aldo pada juniornya.


Sie melihat Aldo hanya bisa tertawa geli. Saat sie akan masuk ke dalam kamar, Aldo menarik tangan sie dan berbisik... " kalo g kuat kita cari hotel...


Sie tersenyum pada Aldo begitu juga dengan Aldo.


Seril yang sedari tadi memperhatikan kedekatan Aldo dan Sie hanya bisa menahan emosi.


" aku bakal nakhlukin hati kamu Al... tunggu aja waktu yang tepat gumam Seril dengan senyum kecil.


Selesai membereskan bajunya... Mereka semua keluar mencari makan.


" kalian pada mau makan apa nih... ucap Aldo pada teman yang lain...


" lo Mega sama Niken mau makan apa...


" gue ngikut kalian aja... ucap Mega


" gue juga... ucap Niken

__ADS_1


" gue juga... ucap Romeo.


" ya udah kita cari mie ayam aja gimana katanya pak Jaenal di dekat sini ada penjual mie ayam enak Lo... ucap sie


" boleh-boleh... ayo kita cari.. ucap Dina dan ria


" ok... jadi semua setuju makan mie ayam ya...


" setuju... ucap mereka kompak


Akhirnya mereka berjalan kaki mencari penjual mie ayam. Sekitar 10 menit mereka sampai di tempat penjual mie ayam. Mereka memesan mie ayam beserta minumnya.


Tak lama pak Jaenal datang dan dengan Wahyu di belakangnya.


" eh, neng ke sini juga...


" eh pak Jaenal... iya pak...


" hai Kakak cantik...


" hai Wahyu...


Niken, Mega dan Romeo saling pandang karena merasa bingung yang datang hanya pak Jaenal tapi sie juga menyebut nama Wahyu.


" kalian bertiga jangan bingung sie ini indigo... dan mungkin sekarang dia melihat ada sosok di sini...


" benarkah... lo jangan nakut-nakutin gue dong ... ucap Mega.


" beneran sie apa yang ria bilang... lo bisa lihat mereka... ?


Sie mengangguk dan tersenyum pada Romeo.


" gila... gue seneng banget dengan hal-hal mistis... lo bilang sie, sosok apa yang ada di sini...


" lo penasaran... ucap Dina.


" iya...


" sama kita juga... ucap ria setelah itu ria dan Dina tertawa.


" sosok anak kecil dan pak Jaenal juga bisa lihat sosok itu...


" waaaaah hebat.... gue di kelilingi orang-orang indigo... kenapa nggak dari dulu gue kenal Lo sie... sumpah gue seneng banget dengan hal-hal mistis tapi sayangnya gue nggak punya kelebihan bisa melihat mereka...


" emang Lo nggak takut.... ucap Dito


" nggak... jujur gue malah pengen bisa lihat langsung wujud mereka...

__ADS_1


Sie dan pak Jaenal tersenyum pada Romeo.


__ADS_2