
Mereka bertiga kembali ke raga mereka setelah satria pergi dan tersenyum pada Angga teman Rumi.
Rumi dan Aldo mulai membuka mata dan acara do'a sudah selesai tinggal menunggu Siera tersadar.
Tak lama setelah itu Siera mulai perlahan membuka mata. Mama Yunita, papa Ronal dan Dina nampak senang dan saling tersenyum.
" Siera sayang ... Alhamdulillah kamu sudah bangun nak... ucap mama yunita
" mama... papa... adek... ucap siera menyebut satu persatu keluarganya.
" L... makasih ya... dan juga Rumi makasih ...
Aldo dan Rumi tersenyum dan mengangguk.
" gimana kondisi kamu cinta... masih pusing... mana yang sakit... ?
" Alhamdulillah sudah mendingan kok L...
" Alhamdulillah kalo begitu...
" ma... pa... dek... kalian udah begadang semalaman... pulanglah .. keliatannya kalian capek dan lelah...
" nggak sayang ... kita nggak capek kok... malah kita seneng karena kamu sudah sadar... ucap mama yunita
" ya sie... papa juga... sebentar ya papa akan panggil suster jaga untuk melihat kondisi kamu sayang...
" ya pa...
Tak lama papa Ronal sudah datang membawa suster jaga untuk mengecek kondisi siera.
" Alhamdulillah pak kelihatannya putrinya sudah baik-baik saja tapi tinggal menunggu dokter nanti siang dokter baru datang...
" terima kasih suster...
______
Hari-hari yang Siera lalui terasa menyenangkan karena kondisi kehamilan yang tidak merepotkan dia sehingga dia masih bisa beraktifitas seperti biasanya.
Sejak hamil kemampuan supranaturalnya lebih peka lagi...
Usai kandungannya memasuki trimester kedua. Siera dan Aldo sekarang tinggal di rumah mama Fitri karena sejak mendengar kabar kehamilannya mama Fitri sangat senang hingga menginginkan siera tinggal di rumahnya.
Hari ini seperti biasa Siera dan Aldo akan berangkat ke kampus. Sejak pagi Siera merasakan sesuatu yang tidak nyaman dihatinya. Tapi dia berusaha untuk tidak menghiraukannya.
Saat keluar dari rumah perasaan itu semakin terasa. Dia berhenti sebentar untuk meredam rasa itu.
" kamu kenapa cinta kok dari tadi aku perhatiin seperti ngelamun terus dan sedikit khawatir....
" L... aku punya firasat buruk tentang Dito tapi aku nggak tahu apa...
" jangan terlalu dipikirkan cinta sayang...
" tapi L.... perasaanku dari tadi tu nggak enak banget... aku nggak mau terjadi apa-apa sama Dito...
" ok... aku hubungi Dito dulu...
Tak lama sambungan telp Dito terdengar.
" assalamu'allaikum dit... lo dimana...?
" wa'allaikumsalam ini gue mau berangkat ke kampus...
" sama ria...
" nggak... Ria berangkat bareng sama mama nya karena masih nganter mamanya ke rumah temennya.... ada apa Al...?
__ADS_1
" nggak kenapa-kenapa... lo hati-hati kalo dijalan...
" siap... gimana kabar calon mamud...?
" Alhamdulillah baik-baik aja... dit... siera mau ngomong sama Lo...
" ok...
" halo dit... lo lagi dimana... udah di jalan belum...
" lo kenapa sih sie tanya pakek nyerocos aja tanya tuh satu-satu... gue mau berangkat ke kampus, baru keluar dari rumah ini lagi ngidupin motor...
" dit... boleh nggak hari ini gue minta sama Lo jangan keluar rumah... pokoknya jangan aktivitas di luar rumah...
" kenapa sih sie... ya nggak bisa gitu juga kali sie... gue hari ini ada pertemuan sama dosen... gue udah janji sama beliau... nggak enak dong kalo gue tiba-tiba main cancel aja...
" tapi dit... gue...
" udah sie... lo tenang aja... gue nggak papa kok... udah ya gue tutup dulu telpon nya gue mau berangkat udah telat nih...
" ok... hati-hati ya ...
" udah kan... Dito nggak kenapa-kenapa kan cinta sayang... udah nggak usah mikir yang aneh-aneh... berdo'a saja... semoga semuanya baik-baik saja...
" iya L... ucap sie tersenyum
Aldo menarik tangan siera dan mengecupnya lembut.
" kita berangkat yuk...
" Hem...
Mobil Aldo melaju membelah jalanan ibu kota yang sudah ramai kendaraan yang berlalu lalang hingga terjadi sedikit macet.
" bruak... ciiiiiiiiit.... suara mobil yang bertabrakan terdengar sangat jelas.
" aaaaaaah.... suara seorang perempuan yang melihat kejadian itu.
" Allahuakbar... ya Allah... tolong... tolong...
Siera dan Aldo yang berada persis di depan mobil itu segera menoleh dan keluar dari mobil.
" Ya Allah... Dito.... Siera berlari mendekati Dito seakan lupa kalo dia sedang hamil.
" Dito... teriak Aldo yang memegang Dito dan juga merasakan hembusan nafas Dito.
Darah segar mengalir di tangan dan kaki Dito karena terbentur aspal jalan.
" Ya Allah... Dito... bangun Dito... ucap siera
" tolong... tolong panggilkan ambulan... ucap seseorang
" nggak usah pak tolong bantu saya mengangkat ke mobil saya... ucap Aldo.
Aldo melihat Dito masih bernafas dan segera mengangkat tubuh Dito menuju rumah sakit terdekat.
Siera menghubungi Ria, Dina dan Dafa agar segera menuju rumah sakit. Derai air mata Ria saat datang di rumah sakit dimana Dito masih ditangani dokter di ruang ICU.
" gimana kejadiannya tadi Al... ucap Ria
" gue sendiri juga g tahu tiba-tiba aja Dito kecelakaan dibelakang mobil kita...
" hu...hu...hu .. Dito... tangis ria kencang.
" sabar ya Ria,banyak berdo'a semoga Dito nggak kenapa-kenapa...
__ADS_1
Mereka masih menunggu Dito yang ditangani dokter.
Sie melihat raga Dito seakan keluar dari balik pintu dengan perasaan sedih dan berjalan menjauh dari ruang ICU
Sie berdiri menghampiri tapi dia masih diam saja. Sie berusaha untuk tidak menangis agar teman-temannya tidak histeris dan mengejar dito.
" L... ikut aku... ucap Sie memberi kode pada Aldo
" gaes... sebentar gue pergi dulu sama Aldo...
" iya... jawab Ria yang masih sedih.
Sie mengikuti kemana Dito pergi dan Aldo hanya diam saja mengikuti kemana Siera pergi.
" mau kemana cinta...?
" shtttt... kamu ikut aja L... roh Dito pergi keluar ucap Siera berbisik.
" apa... ucap Aldo kaget.
" jangan kenceng-kenceng L... nanti kedengeran yang lain.⁰
Sie masih mengikuti kemana arah Dito pergi, dan dia melihat Dito menemui seorang gadis yang memang sepertinya sedang menunggu Dito. Gadis itu melambai sambil tersenyum ke arah Dito dan Dito juga tersenyum pada gadis itu.
" Dito... panggil siera saat Dito hendak pergi.
Merasa namanya dipanggil Dito menoleh dan sedikit terkejut melihat Siera dan Aldo.
" Siera... ucap Dito
" iya ini gue... lo mau kemana...
" gue... gue nggak tahu mau kemana...
" Dito... kamu lupa ya... kita kan mau pergi bersama... ucap gadis itu tersenyum ke dito
" pergi bersama... ucap siera kaget.
" siapa kamu... ucap siera pada gadis itu.
" aku... namaku Juwita....
" Juwita... tunggu sepertinya aku tidak asing dengan nama kamu... ada hubungan apa kamu sama Dito dan kenapa kamu harus mengajak Dito....?
" Dito... dia kekasih kecilku dulu... kami berjanji sehidup semati bersama dan Dito juga berjanji akan menemaniku pergi saat tepat dia berumur 21 tahun dan itu hari ini... makanya aku menjemput dia untuk pergi bersama-sama...
" benarkah seperti itu... dan kapan kamu meninggal...?
" 10 tahun yang lalu saat aku berumur 11tahun dan saat itu Dito janji akan menemaniku saat dia berusia 21 tahun... dia bilang akan menjadikanku istrinya....
" tapi maaf itu sudah berlalu... sekarang Dito sudah menemukan kebahagiaannya....
" Dito... apa kamu bersedia ikut dengan dia...
" aku ... ucap Dito ragu
" jangan ragu Dito sayang... ini adalah janji kita waktu kita kecil dulu...
" tapi... aku...
" Dito... kembalilah... kasihan ria... dia selalu menunggu lo.. dia yang selama ini selalu mendampingi lo... dia adalah cinta Lo... ucap siera.
" iya... ria adalah cinta gue... gue cinta sama dia ....
" Dito... kenapa kamu jahat padaku... kenapa kamu mencintai gadis lain...
__ADS_1