I AM SPECIAL INDIGO

I AM SPECIAL INDIGO
Bab 121


__ADS_3

Niko mencoba menghubungi nindi. Dan betapa terkejudnya niko mendengar apa yang telah terjadi tadi pagi.


Niko dengan wajah merah padamnya menahan malu berlalu pergi dari tempat itu, banyak murid yang bertanya apa yang sebenarnya terjadi tapi aldo, sie dan yang lain memilih diam.


Dito datang membawa pesanan mereka dan mereka memakannya dengan bercerita dan bercanda tawa.


➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖


Setahun sudah sejak kejadian itu, kini mereka sudah naik ke kelas XII. Setelah kejadian kecelakaan itu rizky tak pernah lagi terlihat di dekat mereka, kehidupan sie dan aldo semakin romantis. Tidak ada gangguan lagi dari nindi dan niko, setelah kejadian itu nindi keluar dari sekolah karena merasa malu dengan apa yang terjadi pada dirinya. Sedangkan niko memilih untuk menjauhi mereka... Beberapa bulan kemudian, mereka menghabiskan sisa sekolah yang hanya tinggal beberapa bulan lagi dengan belajar, karena sebentar lagi mereka akan melaksanakan ujian nasional. Setiap hari mereka belajar kelompok bergantian tempat.


Terkadang jika suntuk belajar di rumah mereka akan belajar di cafe ataupun tempat-tempat yang menurut mereka nyaman untuk tempat belajar.


Mereka juga membentuk band musik untuk menyalurkan hobi mereka. Setiap sabtu mereka akan menyewa studio musik untuk berlatih band.


Sie yang memang suka menyanyi dan juga dina akan menjadi teman duet saat mereka bermain. Dengan aldo yang akan memainkan drum, dito dan ria yang memainkan gitar dan dafa yang memainkan bas.


Hari ujian nasional telah tiba mereka semua mengikuti ujian dengan tenang. Seminggu sudah unas telah selesai dan sekarang kegiatan mereka free...


" alhamdulillah udah selesai unas... Semoga nilai kita bagus... Ucap siera...


" pastinya dong kak, kan kita sudah belajar dan senengnya apa yang kita pelajari banyak yang keluar...


" karena hari ini kita free yok ngeband... Ucap dafa


" boleh... Ayok gaes... Ucap dina... Dan yang lain mengangguk setuju.


Berangkatlah mereka menuju studio musik yang biasa menjadi tempat mereka bermain musik...


" hari ini kita nyanyi lagu apa kak...


" ehm...lagu apa ya...


" gimana kalo lagunya kotak yang pelan-pelan saja...


" ehm... Boleh dek...


" gaes lagunya kotak pelan-pelan saja...


" siap... Ayok diposisi... One two three...


Kutahu kamu pasti rasa


Apa yang kurasa


Kutahu cepat atau lambat


Kamu kan mengerti


Hati bila dipaksakan


Pasti takkan baik


Pantasnya kamu mencintai


Yang juga cintai dirimu

__ADS_1


Cinta kamu


Lepaskanlah ikatanmu dengan aku


Biar kamu senang


Bila berat melupakan aku


Pelan pelan saja


Tak ada niat menyakiti


Inilah hatiku


Pantasnya kamu mencintai


Yang juga cintai dirimu


Cinta kamu


Lepaskanlah ikatanmu dengan aku


Biar kamu senang


Bila berat melupakan aku.....


Pelan-pelan saja.....


Pelan-pelan saja......


Pelan-pelan saja......


" gaes, selepas lulus jadi kan kuliah di universitas cendrawasih... Ucap sie


" jadi dong, kita akan tetap bersama-sama... Ucap dafa dan diangguki mereka


" lo jadi dit, ri, ambil jurusan kedokteran...


" he em sie, kita berdua udah sepakat ngambil jurusan itu.


" kalo lo daf,...


" kalo gue sih ekonomi bisnis tetep sama kayak suami lo dan adek lo... Kalo lo sendiri masih tetep akuntansi bisnis...


" iya dong...


" nggak papa cin kamu ngambil jurusan apa aja yang penting kita masih sekampus.


" oia gaes nanti acara perpisahan kita ngikut acaranya ya... Kita ramein acaranya... Buat kenang-kenangan. Ucap dito


" yoi... Harua itu... Ucap dafa.


Selesai dari cafe mereka kembali pulang. Hari ini sie dan aldo menginap di rumah mama yunita.


" assalamu'allaikum ma... Ucap mereka bersama..

__ADS_1


" wa'allaikumsalam.. Kok baru pulang anak-anak mama...


" dari studio musik ma sekalian nongkrong di cafe dulu...


" papa belum pulang ma... Ucap sie...


" belum sayang... Mungkin bentar lagi...


Tak lama kemudian papa ronal datang dan memberi salam...


" assalamu'allaikum...


" wa'allaikumsalam... Papa baru pulang ucap sie mencium tangan papanya diikuti dina dan aldo.


" ya, jalanan macet tadi ada kecelakaan di jalan nak...


" pantesan...


" pantesan kenapa.. M


" tuh, ngikut... Ucap soe menunjuk ke arwah yang ngikuti papa Ronal..


" loh kok jadi ngikut papa...


Arwah itu memandang sedih ke arah sie dengan kondisi seluruh tubuh yang berdarah...


" kamu siapa, kenapa kamu ngikut papa saya...


" aku nggak tau, tiba-tiba aja aku masuk di mobil papa kamu... Karena cuma kamu yang bisa liat aku, aku mohon sama kamu bantu aku...


" bantuan apa yang kamu inginkan dari aku...


" hiii hiii hiii.. Tolong aku, aku korban tabrak lari... Aku sedang hamil 7 bulan dan bayiku... Bayiku juga mati.. Suamiku sedang diluar kota. Tadi aku keluar ke supermarket mau membeli belanja bulanan, saat keluar dari supermarket dan mau menyeberang jalan dari arah samping ada sebuah mobil yang melaju dan menabrakku... Tolong kasih tahu keluargaku karena saat aku keluar tadi aku tidak membawa identitas.


" Ya Allah kasian sekali nasib kamu... Siapa nama kamu...


" namaku almira, aku tinggal dengan kedua mertuaku karena suamiku anak tunggal.


" ehm... Pa, jasad wanita yang kecelakaan tadi sudah ditangani pa...


" sudah, tadi juga sudah ada pihak kepolisian dan tadi sudah diangkut ambulan dibawa ke rumah sakit... Kasihan sekali wanita itu kelihatannya dia sedang hamil nak...


" iya pa, namanya almira dia hamil 7 bulan... Dia korban tabrak lari pa...


" L, boleh nggak bantu almira malam ini juga... Kasihan L, suaminya di luar kota dia tinggal dengan kedua mertuanya.


Aldo melihat ke arah jam dinding yang menunjuk pukul 7 malam..." ok, aku anter...


" kak, gue juga ikut...


" kalian boleh pergi tapi masak iya masih pakai seragam sih... Ucap mama yunita...


" Ya Allah iya... Ma... Lupa... Ucap sie sambil menepok jidatnya..


Sie, aldo dan dina menuju kamar mereka untuk mandi dan berganti baju. Setengah jam kemudian mereka turun dan segera berangkat menuju rumah almira.

__ADS_1


__ADS_2