
Setelah itu mereka pulang dan kembali ke rumah masing-masing. Sesampainya di rumah paman hasan sie dan yang segera membersihkan diri kemudian tidur karena tubuh mereka sangat lelah dan mereka juga mengantuk.
Hari ini mereka kesiangan karena sekitar jam 4 mereka baru tidur. Setelah semua bangun dan sarapan bersama yang sudah disediakan oleh bibi nya ria. Sie dan teman-temannya memutuskan untuk kembali ke Jakarta walaupun liburan masih seminggu lagi, karena kejadian kemarin hingga membuat teman-teman sie takut untuk berlama-lama di desa itu. Kali ini dito yang mengendarai mobil, setelah berpamitan dengan keluarga paman hasan mereka juga berpamitan pada warga kampung dan teman-teman yang ada di kampung itu
" kenapa kalian sudah cepat pulang padahal setauku rencana kalian pulang masih hari minggu besok... Ucap bagas dan diangguki yang lain.
" nggak papa kak memang liburan kita, kita percepat karena kita harus balik cepat ke jakarta... Kita mau ucapin terima kasih buat semua warga dan kakak-kakak semua yang sudah berbaik hati selalu menemani dan menjaga kami selama di sini... Ucap sie
" kita yang harusnya terimakasih sama kamu sie karena kamu sudah membantu penduduk kampung mengatasi masalah tuyul yang kemarin meresahkan
" iya kak sama-sama... Ya udah kita pamit pulang dulu ya kak.. Paman, bibik, teh sari dan teh imah makasih ya sudah mau menyediakan tempat untuk kami tinggal dan sudah begitu baik kepada akami selama kami ada di sini... Ucap sie dan diangguki teman-temannya
" iya... Dan jangan kapok main kemari ya... Kami akan selalu menunggu kalian ke sini lagi...
" insyaallah paman kalo kami tidak sibuk... Ucap ria
" Ya sudah paman kita berangkat dulu ucap aldo
" kakak, botol 2 ini mau dikemanain... Ucap dina menunjukkan botol yang sedang dibawanya.
" oia gue lupa dek, ehm... Mau di bawa nggak mungkin kan dek masak iya kita pulang bawa botol isinya tuyul. Ucap sie masih berfikir.. " aha... Bentar ya gaes gue panggil satria dulu...
" mau ngapain sie kamu manggil satria lagi... Ucap aldo..
" L sayang kenapa kamu cemburu..
" nggak kok... Ucap aldo sewot...
__ADS_1
" bilang aja lo cemburu al... Ucap dito
" iya al... Nggak papa kok kalo lo cemburu, itu tandanya lo cinta sama siera... Ucap dafa
" nggak usah cemburu L, aku cuma mau nitipin nih 2 tuyul ini sama satria.. Biar nggak berkeliaran lagi di kampung sini... Ucap sie menjelaskan
" Ya sudah kamu panggil saja... Ucap aldo mengalah sedangkan sie tersenyum sambil mencubit pipi aldo...
" makasih L ku sayang... Aldo tersenyum dan mengangguk senang
Sie kemudian diam menutup mata dan berdo'a, setelah itu dia memanggil nama satria.
" satria..satria..datanglah ke sini aku membutuhkanmu... Ucap sie seperti apa yang dikatakan satria jika sie membutuhkan bantuan satria, sie bisa memanggil satria dimanapun sie berada.
Setelah itu muncullah sebuah asap putih di depan siera... Semua warga yang ada di situ terkejut dengan apa yang mereka lihat... Mereka juga mengangga melihat penampakan satria yang memperlihatkan sosok manusia yang sangat tampan dihadapkan sie...
" ada apa kamu memangilku sie.. Ucap satria
" minta tolong apa..
" tolong kamu bawa 2 tuyul ini ke alammu kalo bisa tolong awasi mereka jangan sampai mereka berkeliaran disini lagi...aku nggak mau mereka berdua mengganggu penduduk kampung sini... Ucap sie menyerahkan 2 botol itu ke satria
" baik, aku akan membawa 2 tuyul ini ke alam ku... Sepertinya kamu akan pergi sie...
" iya sat, aku akan kembali ke Jakarta..
Satria nampak bersedih karena sie akan pergi
__ADS_1
" jangan sedih sat, kamu tetap temanku..
" baiklah... Tapi kalo kamu butuh bantuanku, kamu harus panggil namaku sie,,, aku akan datang menolongmu dimanapun kamu berada...
" iya... Teman.. Sampai jumpa...
" hati-hati aku pergi dulu ya... Ucap satria kemudian menghilang dari hadapan mereka semua.
Akhirnya setelah berpamitan pada semuanya sie dan yang lain berangkat pulang.
Perjalanan kali ini sedikit heboh karena secara tak sengaja dito, aldo dan dafa ,melihat sosok kunti yang mengikuti mereka tetapi sie malah tertawa melihat kunti itu yang mengejar mereka.
" cinta, kamu kok malah ketawa sih nggak ada takut-takutnya... Heran aku sama kamu, ucap aldo bergidik ngeri
" iya nih sie, lo tu ya... Gue aja liat tu muka kunti eneg tau nggak.. Ucap dafa
" kalian bertiga ini kenapa da lo sie lo juga kenapa ketawa terus...
" beb... Masak lo nggak liat sih tuh dibelakang mobil kita ada kunti yang ngikutin kita.
" masak sih, mana... Ucap dina sambil mencari keberadaan kunti itu
" iya mana sih beb... kok kita berdua nggak bisa liat ya nggak din...
" he em... Ngaco kalian nih... Kak sie apa bener di belakang kita ada kunti yang ngikutin... Ucap dina
" he em... Jawab sie santai
__ADS_1
" mana sih kak... Ucap dian bingung begitu juga ria
" sie tu kunti kenapa masih ngejar terus sih padahal gue udah kenceng loh bawa mobilnya... Ucap dito tegang dan takut