I AM SPECIAL INDIGO

I AM SPECIAL INDIGO
Bab 185


__ADS_3

Sie tersenyum karena baru kali ini dia melihat langsung wujud asli dari ibu ratu.


" satria... tadi beneran ibu ratu kan...


" iya...


" waaaah... ternyata memang cantik ya... wajah yang bijaksana... seneng banget...


" cinta... kamu dari tadi kok diem aja sih...


" diem... ucap sie mengerutkan alisnya... kapan L...?


" iya dari tadi aku tanyain kamu malah diem aja, aku kira kamu kenapa-napa...


" nggak kok L... aku tadi lagi berinteraksi... tadi ibu ratu datang ke sini...


" ibu ratu .... tanya Aldo heran.


" he em... ibu ratu penguasa pantai selatan... aaaah... senengnya aku bisa ketemu langsung sama beliau...


" kok aku lihatnya kamu dari tadi diem...


" ada apa sih kok rame-rame... ucap Dito dan yang lainnya yang baru datang.


" tuh... lo lihat mayat Aldo udah ketemu...


" waaaah.... ternyata bener apa yang Lo bilang semalem sie...


" dan asal kalian tahu sie juga baru aja ketemu sama ibu ratu pantai selatan...


" waaaaah.... beneran sie... ucap mereka tak percaya.


" beneran...


" gimana wujud beliau sie...


" cantik... berwibawa... pokoknya hari ini gue seneng banget bisa ketemu langsung sama ibu ratu...


" hebat kamu sie...


Tak lama datang seorang lelaki tua mendekati siera.


" saya sudah tahu apa yang barusan terjadi... selamat ya nduk... kamu memang orang yang terpilih... tidak semua orang yang memiliki kelebihan seperti kamu yang bisa langsung bertemu dengan beliau... pergunakan kelebihan kamu untuk menjadi perisai dan penolong... ucap kakek tua itu dan berlalu pergi.


Mereka masih tercengang dengan apa yang dikatakan kakek tua itu hingga mereka tak tahu kalo kakek tua itu sudah pergi.


" siapa kakek tua tadi... ucap Mega


" nggak tahu .. ucap niken


" manusia bukan sih... kok nongol langsung pergi.. ucap dina


" manusia kok... kalian tenang aja... tuh orangnya lagi lihat jasad Aldo...


" oooooh.... ucap mereka kompak.

__ADS_1


" gimana gaes jadi berenang nggak... ucap dito


" nggak ah... gue jadi takut mau berenang... ucap ria


" udah nggak papa... berenang aja... aman kok... tapi disana aja... ucap sie menunjuk ke tempat yang ada orang bermain air.


" ya udah ayok... kita ganti baju... ucap Niken dan diangguki yang lain.


" eit... tunggu... kalian belum ada yang sarapan kan... ayo sarapan dulu habis itu kita berenang... ucap siera


" hahahahaha... lupa... ya sudah kita cari tempat makan buat sarapan...


Mereka akhirnya mencari tempat makan yang menyediakan nasi soto dan rawon.


Selesai makan mereka berenang bersama hingga tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 10.


" gaes... udahan yok... kita masih harus melintasi jalur lintas selatan habis itu baru kita pulang... udah agak siang nih... belum juga beres-beresnya...


" ok... ayo... ucap dina.


1 jam lamanya mereka berkutat di kamar dan membereskan semuanya. Setelah itu mereka menjalankan kendaraannya untuk melintasi jalur malang Selatan hingga melewati pantai Sendang biru.


Mereka sudah mengambil banyak foto untuk kenang-kenangan mereka selama ada di malang.


Pukul 7 malam mereka sudah kembali ke Malang kota, mereka memilih untuk memesan kamar hotel untuk semalam menginap di malang. Setelah mendapat kamar, Aldo dan Dito mengembalikan mobil sewaan mereka. setelah itu kembali ke hotel.


Hari yang melelahkan tapi bahagia dan menyenangkan hingga membuat mereka terlelap tidur karena badan yang capek.


Pagi menjelang...


Setelah melaksanakan kewajiban, mereka sarapan di kamar masing-masing. Semalam Aldo sudah memesan tiket pesawat untuk mereka kembali ke jakarta. Pukul 10 mereka keluar dari hotel dan langsung menuju ke bandara karena jadwal mereka sekitar pukul 10.45


Sebentar lagi pesawat take-off... semua penumpang segera memasuki pesawat begitu juga wanita tadi.


Dia berjalan di depan siera sehingga sie bisa melihat dengan jelas bahwa sosok gadis itu ikut berjalan di sebelah ibu tadi.


Mereka semua sudah duduk di tempat mereka dan juga seorang ibu tadi. Sie bisa melihat karena tempat duduk ibu itu di sebelah siera. Sosok yang sie lihat sedang duduk di sebelah ibu tadi. Sosok itu melihat ke arah siera dengan tatapan yang dingin dan sedih.


Sie yang penasaran berusaha bertanya kepada seorang ibu tadi.


" permisi tante...


" eh... iya ...


" tante sendirian...


" iya ...


" maaf tante... apa tante tidak apa-apa


" nggak kok Tante nggak papa...


" ehm... Tante maaf boleh saya tanya sesuatu ke tante...


" tanya... silahkan mau tanya apa...

__ADS_1


" Tante punya anak...


Tante itu diam sejenak kemudian memandang sie lagi.


" punya tapi sudah meninggal...


" meninggal...? meninggal kenapa tante...?


" Tante nggak tau .... anak tante meninggal di kamarnya keracunan makanan.


" astaghfirullah hal'adzim... apa anak tante cewek...


" iya ... remaja kelas 3 SMP...


Sie melihat sosok itu menangis. Sie yang melihat merasa terharu.


" tante sangat menyayangi anak tante... Tante belum rela kalo anak tante meninggal itulah sebabnya saya sangat sedih dan saya juga merasa anak saya ada di dekat saya...


" kapan anak tante meninggal...?


" sekitar 1 bulan yang lalu, setelah saya dan suami bertengkar karena rumah kami kedatangan seorang perempuan yang bernama Sonia dan dia mengaku hamil anak suami saya. Percekcokan antara saya dan suami tidak terelakkan, saya pergi meninggalkan rumah begitu juga suami saya yang menyusul berusaha menjelaskan bahwa semua itu bohong. Setelah itu saya pulang dan menemui putri saya Mona di kamarnya. Tapi saya melihat Mona sudah kejang-kejang, saya panik dan segera membawa dia ke rumah sakit. Tapi belum sampai rumah sakit Mona sudah meninggal... hiks...hiks... maafin bunda Mona...


Mona menangis karena bundanya menangis.


" kak, tolong bilang sama bunda ... ayah tidak selingkuh, Tante Sonia yang bohong... dia memang sengaja ingin menghancurkan ayah dan bunda. Waktu bunda keluar dari rumah dan ayah mengejar, Mona secara tidak sengaja mendengar Tante Sonia menghubungi seseorang dan dia bilang kalo usahanya berhasil mengadu domba ayah dan bunda... dan dia bilang akan menguasai seluruh harta ayah dan bunda... aku kaget mendengarnya dan tanpa sengaja saat aku hendak berlari menuju kamar mungkin Tante Sonia tahu kalo aku mendengar percakapannya. Setelah itu Tante Sonia mengetuk pintu kamarku dan memberikan aku segelas minuman. Awalnya aku menolak tapi Tante Sonia mengancam ku hingga aku terpaksa meminumnya tapi tak lama kemudian badanku terasa panas, tenggorokanku sakit dan aku tak sadarkan diri.


Sie yang mendengar penuturan Mona menganggukkan kepalanya dan beralih kepada ibunya Mona.


" Tante .. maaf sebelumnya... saya bisa melihat arwah Mona yang ada di sebelah ibu...


" benarkah... tante juga selalu merasakan kalo Mona ada di sebelah Tante ... apa...apa yang Mona katakan ...


" Mona bilang kalo suami Tante tidak selingkuh, Sonia yang menjebaknya dan sengaja membuat tante dan suami Tante bertengkar, dia juga ingin menguasai harta Tante dan juga dialah yang sudah meracuni Mona hingga meninggal.


" ya Allah, tega sekali itu perempuan... aku akan membalas semuanya...


" Tante, sie mengerti apa yang Tante rasakan tapi tolong jangan menyimpan dendam Tante pasrahkan semuanya, ikhlaskan dan minta polisi mereka ulang kejadian itu... Sie siap membantu Tante...


" benar apa kata kamu... ucapnya menggantung karena tidak tahu nama siera.


" siera Tante...


" iya sie... Tante akan mengikuti saran kamu...


" suami Tante sekarang dimana...? baru saja pulang kampung...


" rumah Tante di mana ...


" di Kemang...


" ok... sie dan teman-teman akan main ke rumah Tante dan akan berusaha membantu Tante mengungkap siapa Sonia... tolong Tante kasih alamat lengkap Tante...


" baik... ini kartu nama Tante dan disitu tercatat juga alamat rumah Tante...


" Tante tenang saja, Mona tersenyum sekarang tidak seperti tadi sedih...

__ADS_1


" Mona maafin bunda ya... bunda sayang sama Mona..


Mona juga mengangguk dan tersenyum.


__ADS_2