I AM SPECIAL INDIGO

I AM SPECIAL INDIGO
Bab 191


__ADS_3

Sosok gadis itu masih terus mengharapkan Dito agar mau ikut dengannya.


" Adelia maaf aku nggak bisa ikut kamu... dunia kita sudah berbeda....


" tapi Dito... kamu sudah janji kalo kamu akan ikut denganku tepat disaat ulang tahun kamu yang ke 21... kenapa kamu ingkar...


" maaf Adelia dihatiku sudah ada nama Ria dan aku sudah lupa dengan kamu...


" kamu jahat Dito... demi gadis itu kamu rela menghapus kenangan ku dihati kamu... aku akan menghancurkan gadis itu agar kamu bisa pergi denganku...


" tidak Adelia... perbuatan kamu itu tidak bisa dibenarkan... aku sebagai sahabat Ria akan melindungi dia dari sosok jahat seperti kamu...


" heh... ini semua karena kamu... kamu sudah menghasut Dito agar tidak ikut denganku...


" dunia kalian berbeda... Adelia... mengertilah... ikhlaskan Dito... dia tidak akan pernah menjadi milik kamu...


" tidak bisa... aku sudah menunggu lama untuk menjemput Dito...


" tapi Adelia... di hatiku sudah tidak ada kamu... Ria yang sudah mengisi hatiku...


" Ria... gadis itu harus aku singkirkan....!


Adelia menghilang dan segera melesat menuju ke tempat dimana Ria menunggu Dito yang sedang kritis. Dina dan juga Dafa berada di samping Ria.


Adelia menampakkan wujudnya di depan Ria dengan wajah yang sangat menakutkan penuh amarah.


" si...si..siapa kamu.... ucap Ria ketakutan...


" kamu Ria... kamu gadis yang menjadi penghalang hubunganku dengan Dito... kamu harus mati agar Dito bisa bersatu denganku...


" tidak... jangan kamu bawa Dito... Dito milikku... ucap Ria


" kamu tidak pantas menjadi pendamping Dito hanya aku yang pantas....


Dina dan Dafa tampak bingung melihat Ria yang ketakutan.


Saat sosok Adelia mendekati Ria dan akan mencekik Ria, Siera datang dengan mengeluarkan cahaya putih menghalangi Adelia mendekati Ria.


" Siera.... Sie... tolongin gue... ada sosok yang mau mencekik gue...


" hah... teriak Dina dan Dafa kaget.


" jangan berani-berani kamu menyakiti temanku Adelia... kamu sudah menyalahi kodrat jika bertindak seperti ini...


" kurang ajar kamu... kenapa kamu menghalangiku untuk mencelakai gadis itu...


" Dito sayang... kenapa lo disini... ucap Ria dalam tangisnya.

__ADS_1


" Dito... apa maksud Lo Ri... ucap Dina


" entahlah... Din... gue lihat arwah Dito ada di sini...


" Ri... Lo tenang dulu ya ... gue bakal bantuin Dito agar kembali pada tubuhnya. karena gue lihat Dito belum waktunya pergi...


" Adelia... tolong mengertilah... dunia kalian berbeda... Dito yang sekarang bukan Dito yang dulu... cinta Dito yang dulu hanyalah cinta anak-anak...


" tidak... Dito sudah janji akan menemaniku...


" maaf Adelia... maafkan aku ... aku sudah melupakan kamu... aku cinta dengan Ria... maafkan aku...


" Adel... tolong ikhlaskan Dito... biarkan Dito sekarang bahagia dengan Ria... dunia kalian berbeda... pergilah...


Adelia melihat cinta tulus Ria dan Dito sehingga dia sadar dan berusaha untuk mengikhlaskan mereka berdua.


" Dito... ucap Adelia sendu dengan penampakan tak seperti tadi, Adelia menampakkan sosok asli dia dengan wajah yang sedih.


" Adelia... maafkan aku...


" maafkan aku juga Adel...


" Ria... tolong jaga Dito jangan pernah kamu sakiti Dito kalo sampai itu terjadi aku akan mengambil Dito kembali dan mengajak dia pergi....


" Dito... selamat tinggal... berbahagialah....


Tak lama setelah itu terlihat pergerakan tangan Dito secara perlahan.


" Dito sayang... lihat Dito menggerakkan jarinya... ucap Ria senang.


" iya... sebentar gue panggil dokter dulu... ucap Aldo.


Sayup-sayup Siera mendengar suara rintihan perempuan dan Sie berusaha untuk tidak menghiraukan.


Setelah dokter datang dan memeriksa Dito yang sudah dipindahkan ke ruang perawatan, Siera pamit untuk pergi keluar sebentar mencari suara tangisan perempuan.


" gaes... sebentar ya... gue keluar dulu...


" mau kemana Lo Sie...


" sebentar...


" gue anterin ya cinta...


" ayo...


Setelah keluar dari ruangan Dito, Aldo bertanya kepada Siera.

__ADS_1


" kamu kenapa kok tiba-tiba keluar...?


" aku mendengar suara tangisan perempuan dia meminta tolong L...


" dimana...


" entahlah... aku masih berusaha mencari... sepertinya suara itu dari arah sana... ucap Sie menunjuk ke kamar jenazah.


Sie dan Aldo berjalan mendekati kamar jenazah dan Sie mendengar suara itu semakin kencang.


" iya bener L asal suara itu dari sini...


" kita nggak papa masuk ke sini ... nggak ada penjaganya..


" ehm... g papa kita masuk aja... aku penasaran dengan sosok ini....


Siera membuka pintu kamar jenazah itu dan dia melihat sosok gadis penuh darah menangis meminta tolong.


" toloooong.... ucap sosok itu


" kamu kenapa...


" tolong aku...


" kamu korban kecelakaan...


" iya...


"siapa nama kamu...


" namaku Sasti...


" apa yang mesti aku bantu...


" tolong carikan keluargaku... keluargaku tidak tahu kalo aku di sini...


" astaghfirullah hal'adzim...


" mukaku hancur dan tidak ada yang mengenaliku, aku tidak ada identitas


" Ya Allah... Sas... kamu kecelakaan dimana... kenapa bisa seperti ini...


" saat itu aku janjian dengan pacarku dan dia mengajak aku ketemuan di dekat pantai... aku sengaja mengajak dia ketemuan di pantai karena itu tempat pertama kali kami jadian... dan aku memberi tahu dia kalo aku sedang hamil, kelihatannya dia senang sekali... tapi... dibalik itu dia merencanakan rencana yang buruk kepadaku. Kami berdua merencanakan untuk pergi ke puncak dan kami kecelakaan tapi... dia pergi meninggalkan aku saat kecelakaan dan mobil itu terbakar....


"astaghfirullah hal'adzim... jahat banget pacar kamu... boleh aku tahu dimana rumah kamu Sas... aku akan memberitahu keluarga kamu tentang semua ini ...


" terima kasih...

__ADS_1


__ADS_2