
Hari yang di nanti pun tiba Siera yang sedang asyik bercengkerama di suatu sore ditemani Aldo di gazebo belakang merasakan sedikit mulas di perut.
" aduh...aduh...aduh... perutku mules...
" cinta kamu mau lahiran....
" nggak tau juga L... ini mules kayak mau Bab...
" sakit...
" sedikit... anterin ke kamar mandi dong L...
" boleh ayok... aku gendong ya...
" jangan L... sekarang aku kan badannya nggak kayak dulu... nanti kamu nggak kuat...
" jangan meremehkan Aldo... ayo aku angkat...
wiiiing.... tiba-tiba Siera sudah ada di gendongan Aldo dan Aldo membawa Siera ke kamar mandi yang ada di dekat dapur.
Setelah selesai Siera keluar sedikit meringis mungkin agak sakit.
" sakit ya...
" iya ini si dedek nendang kenceng banget L...
" walaaaah... kayaknya sudah nggak sabar pengen lihat dunia ya sayang ... cinta... ke kamar aja yok... aku kasian lihat kamu yang kecapekan gitu...
" ya sudah terserah kamu aja L sayang....
Lagi Aldo mengangkat Siera menuju ke kamar mereka. Tak berapa lama datang Dina and the geng karena mereka sudah lama nggak ketemu Siera jadinya mereka kangen.
" hai... hai .. mamud... gimana kabar Lo... idiiiiih perutnya Segede apa tuh... ucap Ria
" syirik Lo... ntar juga ngerasain...
" Sie... gimana kabar Lo ... sehat kan... calon ponakan juga sehat kan... tanya dafa
" Alhamdulillah sehat... kalian sendiri juga gimana... kalian jahat... kenapa nggak ada yang nengokin gue... padahal gue kangen banget sama kalian...
" yaelah Sie, kayak Lo nggak tau gimana kesibukan kita aja... ucap dito
" ok deh... buat menebus kesalahan kita... malam ini kita akan menginap di sini.... balas Ria
" beneran kan....
" iya bener...
" oooooh.... makasih banget. Kita barbeque gimana...
" siap... buat Lo... kita selalu ok...
Pukul 9 malam mereka sudah menyiapkan segalanya termasuk mengajak mama Fitri dan papa Arya. Malam ini suasana rumah Sie nampak sangat berbeda karena mereka semua berkumpul untuk mengadakan barbeque di halaman belakang rumah mereka.
Suasana yang biasa sepi kini tampak ramai oleh acara itu.
Semilir angin menambah suasana tersendiri menyelimuti acara tersebut.
" eh, gaes Lo ngerasa nggak malam ini dingin banget...
" iya... nggak kayak biasanya...
" udah nggak usah mikir aneh-aneh... semoga semua baik-baik saja...
Tepat pukul 11.45 Sie merasakan kontraksi yang sangat luar biasa di perutnya.
" aaaaaaah.... Ya Allah... perut aku sakit banget... astaghfirullah hal'adzim... sakit... tolong aku L...
__ADS_1
" cinta... kamu mau melahirkan kita ke rumah sakit ya...
" kayaknya nggak keburu L... kamu panggilkan dokter saja L...aku udah nggak kuat kalo harus ke rumah sakit.
" Aldo, bawa Siera ke kamarnya cepat mama sudah panggil dokter Laras... ucap mama Yunita.
" iya Al... kasihan Siera kalo mesti ke rumah sakit kayaknya sudah nggak tahan... ucap mama Fitri.
" mbok... siapin air anget mbok... teriak mama Yunita.
Semua yang ada di situ bingung dan cemas di tambah lagi tiba-tiba hujan turun dengan derasnya dan juga petir yang menyambar-nyambar.
" kok... tiba-tiba ujian sih... ucap Dina..
" iya... padahal kan dari tadi terang banget... ucap Ria
Sie sudah diangkat dan diletakkan di kamarnya, Aldo berada di samping Siera menunggui Siera yang sedang merasakan kontraksi, sedangkan mama Yunita dan mama Fitri sedang di bawah Siera melihat kondisi Siera.
Yang lain di luar menunggu dengan cemas dan rasa khawatir.
" ya sayang... tarik nafas... keluarkan pelan...
" aaaaah.... ma.... Sie... nggak tahan ma....
" tarik nafas hembuskan , tarik nafas hembuskan... ya sayang... itu rambut dedeknya sudah kelihatan sayang... ayo semangat sayang...
" aaaaah... Ya Allah.... astaghfirullah hal'adzim...
" ayo cinta sayang... kamu pasti bisa... ucap Aldo sambil berlinang air mata tidak tahan merasakan sakit yang di derita Siera.
Tak berapa lama setelah hujan reda muncul sebuah cahaya benderang yang sangat terang masuk ke dalam tubuh Siera bersamaan dengan itu lahirlah bayi mungil dari rahim Siera dengan suara yang sangat kencang
" oek...oek...oek...
" Alhamdulillah hirrabil'allaminn.... semua orang bersyukur, bahagia dan meneteskan air mata dengan apa yang mereka dengarkan.
" iya cucu ayah lahir... ucap papa ronal
" cucu saya juga dong... balas papa Arya
Mereka semua tertawa. Tak berapa lama datang dokter Laras yang terburu-buru.
" dimana pasiennya...?
" di dalam dok mari silahkan masuk... ucap Dina
" Alhamdulillah bayinya sudah lahir... tapi saya bantu mengeluarkan placemtanya dulu ya..
Setelah selesai di tangani dan sang dedek sudah di bersihkan juga maka lagi sang dedek jadi rebutan papa Arya dan papa Ronal.
" ma... sini biar papa yang gendong... ucap papa Ronal
" biarkan saya saja yang gendong... ucap papa Arya
Mereka terus saja berdebat. Aldo tak ambil pusing...
" biarkan Al saja yang gendong... Al mau mengadzani dulu anak Aldo pa...
" Oia... ya Allah papa sampai lupa... saking senangnya...
" papa juga Al...
Mereka semua hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah para grandpa muda.
Selesai diadzani sang bayi itu menangis mungkin karena haus jadi Aldo membawa bayi itu ke samping Siera. Setelah bayi itu di samping Siera tangis itu berhenti.
" Al, anak Lo cowo pa cewek... tanya Dafa
__ADS_1
" loooh iya... cucu papa cowok apa cewek...
" menurut kalian cewek pa cowok...?
" gimana kita tebakan aja... siapa yang bisa menjawab benar yang salah mesti mentraktir selama sebulan full... gimana... ucap Dito
" saya juga ikut... ucap papa Ronal
" saya juga ikut loh... ucap papa Arya...
" deal... ucap Dafa, Dito, Ria dan Dina...
" sebulan full lho ya...
" kalo papa nebak cucu papa cewek... ucap papa Ronal
" kalo saya juga cewek... ucap papa arya
" kalo kalian apa... ? tanya Dito
" gue cowok... ucap Dina
" gue juga cowok... ucap Ria
" gue juga cowok... ucap Dito
" kalo gue anak siera pasti cowok... ucap Dafa
" jadi disini cuma om Ronal sama om Arya nih yang bilang cucunya cewek... alasannya apa om
" karena bayinya sangat cantik dan sangat bercahaya... ucap papa Ronal
" iya apalagi kulitnya mulus sekali... pasti cewek...!!
Tak lama datang dokter Laras dan mama Yunita dari dalam kamar yang mengantarkan dokter laras keluar.
" terima kasih banyak ya dokter....
" sama-sama ibuk... kalo begitu saya permisi dulu ya... mari semuanya...
" Mari silahkan... hati-hati dokter...
" ma... cucu kita cewek apa cowok...?
" loh kan tadi sudah di bawa keluar masak nggak tau...
" iya Tante ponakan kita cewek apa cowok...?
" kasih tahu nggak yah... memangnya... ehm jangan bilang kalian taruhan...
" iya ma...
" iya Tante...
" terus yang kalah mesti apa...?
" nraktir makan sebulan full...
" waaaah ini rezeki bagi yang menang ini...
" ayo ma... cepet bilang cowok apa cewek...?
" jawabannya adalah.... c
" ma... Siera butuh mama... teriak Al di dalam kamar...
" waaah... maaf jawabannya nanti aja...
__ADS_1