I AM SPECIAL INDIGO

I AM SPECIAL INDIGO
Bab 157


__ADS_3

Hari Minggu sore Sie dan yang lainnya akan kembali Jakarta. Mereka senang karena bisa bermain ke villa .


" gaes mampir dulu cari makan... laper... ucap Dina...


" iyalah... kita mampir ... tapi dimana... ucap Dito yang mengendarai mobil...


" terserah pokoknya yang enak tempatnya juga rame.. ucap Dina...


" beb... itu ada tempat makan rame banget...


" iya... ya udah kita ke situ aja...


" Hem... boleh... kak... kita ke situ ya...


" sie yang memejamkan mata selama di dalam mobil, melihat sebelum mobil masuk ke tempat makan...


" jangan disitu... nanti aja di depan... banyak banget disitu...


" beneran sie... ucap Dafa...


" iya... masak gue bohong sih ... gini aja gue buka dulu mata batin kalian semua biar sebelum belok kalian bisa tau tempat itu bersih apa nggak...


" boleh deh ... ucap Dito antusias.


Sie yang masih mengantuk berusaha membuka mata batin mereka berlima.


" kalo kalian udah nemuin tempat yang bersih... bangunin gue ya gue masih ngantuk....


Dito melajukan lagi mobilnya karena setiap kali ingin masuk ke tempat makan pasti mereka akan berteriak.


" jangan disitu... cari yang lain...


Hingga sampai mereka menemukan tempat makan yang benar-benar bersih.


" disini nggak ada... ucap ria


" iya bener kata Lo... ucap Dina...


" yaudah yok turun udah laper banget nih. .. ucap Dina..


" sabar sayang, Dito masih cari tempat parkir.


" cin... cinta... bangun yuk kita makan dulu...


" hemmmm.... kenapa L...

__ADS_1


" bangun ... ayok turun dulu...


" Hem .. iya... tapi masih ngantuk.


Mereka berempat turun dan masuk ke tempat makan itu sedangkan Aldo masih membangunkan siera.


" mau turun nggak cin...


" iya sebentar... mata kenapa nggak bisa diajak kompromi sih L...


" sini.... hadap sini... ucap Aldo menghadapkan badan sie ke arahnya.


Aldo mengecup lembut kedua mata siera.


" gimana masih ngantuk...


" hehehehe... dikit...


Al, mengecup bibir sie singkat.


" masih ngantuk...


" makasih ya... ucap sie membalas kecupan lembut Aldo. Mereka berdua sama-sama tersenyum. Setelah itu mereka turun dan bergabung dengan yang lain.


" selamat malam... mamaku cantik..ucap sie dan Dina kemudian mencium dan memeluk sang mama...


" gimana liburannya sayang... seru...


" seru banget ma... tapi ceritanya besok aja ya.. Dina ngantuk... capek...


" ya udah kamu ke kamar gih bersih-bersih terus tidur.


" ma... ucap Aldo...


" Oia Al tadi mama papa kamu ke sini loh... katanya kangen sama kalian kan kalian udah lama nggak tidur di sana...


" hehehehe... iya ma... kalo gitu besok Al sama sie akan menginap di rumah mama...


" iya... kasian juga mama kamu Al... sekarang kamu anak satu-satunya..


" eh ma... siapa bilang Aldo anak satu-satunya kan ada sie juga mah ...


" oh iya mama lupa... maaf ya...


" ya udah ma... kita ke kamar dulu ya...

__ADS_1


" ya udah net istirahat...


" siap mama cantik...


Mereka berdua menuju kamar mereka di lantai atas.


" mandi air anget kayaknya enak nih ... ucap Aldo...


" kamu mau mandi air anget .. tunggu ya aku siapin... ucap sie setelah meletakkan tasnya di meja


Setelah selesai sie memanggil Aldo agar mandi terlebih dahulu.


" L... airnya udah siap nih .. kamu mandi dulu gih...


" iya... ucap Aldo dan menuju kamar mandi.


Saat sie hendak keluar, Aldo menarik sie hingga mereka berdua jatuh ke dalam bathtub...


" L... jadi basah semua kan baju sie...


" sini mandi sekalian... kita berendam...


Mau tak mau sie menuruti perkataan Aldo, melepas semua pakaiannya dan berendam bersama.


" Hem .. harum banget istri aku... ucap Aldo merayu...


" pakek merayu ujung-ujungnya ada sesuatu...


" pinter banget istriku... boleh ya...


" kamu nggak capek L...


" kalo beginian nggak ada capeknya cinta sayang ...


Aldo berdiri dan mengangkat tubuh si yang telanjang ke dalam kamar.


Aldo mengabsen setiap inci tubuh sang istri. Dia mengecup puncak kepala sie, kening, kedua pipi dan ******* bibir sie lembut. Memberikan sensasi rasa straubery pada bibir sie... Suasana semakin memanas kala Aldo mulai mendaki ke gunung kembar yang tak pernah bosan Aldo lihat. Jalan yang tak lagi terjal dan berbelok-belok menuju ke hutan rimba dengan penuh semak begitu mudah di lewati seakan jalan itu semakin licin setelah tersiram air hujan hingga Aldo bisa terpeleset sewaktu-waktu.


Mereka menuju lautan cinta dengan mendayung manja dan perlahan agar bisa sampai menuju puncak keindahan.


Olah raga malam yang mereka lakukan tak membuat mereka kehabisan tenaga. Hingga mereka terlena dalam permainan yang mereka ciptakan.


Malam yang dingin dan syahdu menjadikan saksi penyatuan kembali cinta mereka.


" cinta sayang.... makasih ya... ucap Aldo mengecup bibir lembut sie... karena kecapekan mereka sama-sama terlelap tidur hanya berbalut selimut.

__ADS_1


__ADS_2