
" kenapa L...
" kalian bener, ternyata ortu nindi dan beberapa guru mendatangi rumah gue...
" ya sudah al, lo tenang aja kan bukti masih ada.
" iya... Gue juga nggak mau tanggung jawab sama nindi orang bukan gue kan yang ngelakuin lagian gue juga nggak pernah cinta sama nindi...
" hem...biarin aja nindi sama niko sekarang tertawa bahagia bentar lagi juga mereka bakalan menangis.
Tak berselang lama datang suster yang akan melepas selang infus ditangan kanan aldo, beberapa peralatan dan pakaian sudah sie bereskan dari tadi.
Setelah itu mereka keluar dari ruang rawat inap aldo dan segera menuju mobil milik dina yang akan membawa mereka langsung menuju rumah aldo.
Beberapa menit kemudian merwka sudah memasuki pelataran rumah aldo, aldo tersenyum bisa melihat kembali rumahnya.
" cinta,...
" hem....
" aku bersyukur karena masih diberi kesempatan Allah untuk bisa melihat semua ini lagi... Dan aku ucapkan makasih ya buat kamu, yang selalu sabar menemani dan merawat aku.
" itu sudah kewajiban aku L, karena kamu suami aku...
Aldo menggenggam tangan sie dan menciumnya dengan lembut...
" woy... Ingat tempat... Bikin ngiri yang belum muhrim aja sih... Ucap dito yang duduk di belakang sie dan aldo...
" sirik aja lo...
Setelah sampai mereka berenam turun, aldo disambut tangisan oleh mama fitri...
" kenapa nangis ma...
" al, coba jelasin ke mama apa maksud semua ini...
" iya ma, al bakal jelasin semuanya tapi biarin al dan yang lain masuk dong ma...
__ADS_1
" hehehe.. Iya maafin mama... Maafin tante ya...
" iya tante...
Aldo, sie dan yang lain menuju sofa ruang tamu.
Tak lama papa arya datang dengan wajah penuh kecewa.
" sudah kumpul semua,... Al, coba jelaskan ke papa apa maksud orang tua nindi datang dan meminta pertanggung jawaban kami kepada nindi...
" pa, duduk dulu... Ucap sie yang berusaha menenangkan papanya yang sedikit emosi..
" sayang, kamu nggak papa... Kenapa kamu masih bisa tenang-tenang saja dengan keadaan seperti ini...
" makanya papa tenang dulu ya... Biar kita yang jelasin semua sebenarnya apa yang terjadi.
Sie dan aldo kemudian bergantian memberikan penjelasan kepada mama fitri dan papa arya tentang apa yang terjadi di pesta ulang tahun nindi, bahkan aldo menunjukkan bukti video mesum nindi dan niko..
" kurang ajar... Berani sekali nindi dan niko mempermainkan kita semua... Ucap papa arya dengan emosi
Papa arya menghela nafas kasar, " baik karena akar masalah ini ada pada mereka. Besok pagi kita meminta pihak sekolah untuk mempertemukan kita dengan kedua orang tua nindi beserta nindi dan niko.
" iya... Pa...
" ya sudah sayang karena kamu baru sadar dan masih butuh istirahat sekarang kalian berdua menuju kamar...
" kalo begitu kita permisi ya om, tante..
" iya hati-hati...
" sie, al... Kita pulang dulu ya... Nggak usah dipikirin mending lo istirahatkan badan dan pikiran lo buat ngadepin besok...
" kak, gue pulang ya...
Merwka berempat pergi dari rumah aldo. Sie dan aldo menuju ke kamar mereka untuk istirahat.
Pagi menjelang, papa arya tadi sudah menghubungi pihak sekolah untuk meminta pertemuan dengan keluarga nindi.
__ADS_1
Selesai sarapan mereka semua menujunke sekolah aldo dan sie...
Banyak suara sumbang yang mencemooh aldo karena tidak bertanggung jawab. Aldo masih dengan sikap cueknya tetap berjalan mengantarkan sie menuju ke kelasnya.
Tak berapa lama kedua orang tua nindi, nindi dan juga niko datang ke sekolah...
Pihak sekolah menyediakan ruangan khusus untuk pertemuan kedua keluarga aldo dan nindi.
Aldo dan nindi juga dipertemukan dalam pertemuan itu.
Bel masuk berbunyi, semua murid bersiap menerima pelajaran hari ini... Di lain tempat kini kedua orang tua nindi dan aldo sudah saling bertemu... Aura kemarahan tampak jelas di kedua orang tua mereka.
" selamat pagi semuanya... Ucap kepala sekolah.
" selamat pagi... Ucap semua
" maaf, jika kedua keluarga kami pertemukan disini karena untuk membahas kelanjutan masalah nindi dan aldo, sebenarnya ini masalah pribadi tapi kejadian ini sudah menyangkut sekolah jadi mau tidak mau kami dari pihak sekolah harus ikut campur. Disini, kami ada bukti foto kalo nindi dan aldo sedang berpelukan menuju ke kamar hotel dan saat ini nindi juga sedang mengandung. Jadi saya meminta pertanggung jawaban aldo tentang masalah ini.
Papa arya nampak marah mengepalkan tangannya tapi mama fitri menenangkan suaminya.
" baik... Sebelumnya saya pribadi meminta maaf atas apa yang sebenarnya terjadi karena itu menyangkut saya. Kalo dilihat dari foto ini memang benar adanya saya sedang dipapah nindi masuk ke sebuah kamar hotel tempat nindi menginap karena pada saat itu saya sedang pusing. Ucap aldo melihat ke arah nindi dan nindi tersenyum manis kepada aldo karena berharap jika masalah ini tersebar maka mau tidak mau aldo akan bertanggung jawab padanya...
" jadi kamu memang mengakui kalo itu bayi kamu...
Ucap orang tua nindi yang juga senang jika aldo mau bertanggung jawab karena kekayaan orang tua aldo yang sangat berlimpah.
" maaf sebelumnya om, sampai kapanpun saya tidak akan pernah mengakui kalo itu anak saya..
" apa maksud kamu... Kamu yang sudah melakukannya tapi kamu mau lari dari tanggung jawab
" saya seorang pria om, sampai kapanpun saya tidak akan pernah lari dari tanggung jawab kalo itu memang anak saya... Ucap aldo pelan dan tegas
" bruak... Gebrakan meja dilakukan oleh nindi yang berdiri... Apa maksud kamu al, kamu mau seenaknya sendiri setelah melakukan kamu mencampakkan aku... Ucap nindi pura-pura sedih...
" sayang, kamu tenang ya... Ucap mama nindi menenangkan putrinya.
" nin, apa lo yakin bayi itu anak gue... Karena waktu itu yang ngelakuin bukan gue... Masak lo lupa sih siapa yang udah buntingin lo...
__ADS_1