
Beberapa saat kemudian mereka berenam sudah sampa di rumah mas Fahmi dan mas Fahmi sudah menunggu mereka.
" assalamu'alaikum... ucap mereka kompak.
" wa'allaikumsalam... sudah datang mari sini masuk dulu... cuacanya dingin biar mbak Ginah bikinin kalian minum anget dulu..
" boleh mas... ucap Dito
" mas, kampung sini seperti kampung mati ya mas nggak ada orang yang keluar.... ucap Dina
" iya ... kata orang-orang sejak ada pocong yang sering mengganggu warga.
" nih minumnya... silahkan di minum dulu... biar anget badannya...
" makasih mbak .. ucap mereka
" iya sama-sama...
Setelah berbincang beberapa saat dan menghabiskan minumnya, mereka berangkat lagi menuju rumah pak RT.
5 menit perjalanan mereka sampai di rumah pak RT dan pak RT juga sudah menunggu kedatangan mereka.
" waaah datang juga... ayo masuk dulu minum-minum dulu ini cuacanya juga lagi dingin...
" hehehe... makasih pak... ucap Dafa.
" gimana jam berapa nanti nak sie ke sananya...?
" sekarang masih jam 9 pak... tapi bener kampung ini sepi banget pak... kayak kampung mati...
" makanya itu orang-orang pada takut keluar malem-malem... tapi saya sudah ngasih tahu warga suruh kumpul disini... mungkin sebentar lagi mereka datang.
Memang tak berapa lama kemudian satu persatu orang-orang kampung berdatangan menuju rumah pak RT.
" Alhamdulillah keliatannya sudah pada kumpul semua...
__ADS_1
" maaf pak RT ada keperluan apa ya pak kita di suruh kumpul disini... ucap salah seorang warga.
" begini bapak-bapak, ibuk-ibuk... maksud saya mengumpulkan para warga yaitu bertujuan untuk mengikuti anak muda ini memindahkan pocong yang sering mengganggu warga...
" beneran nggak pak itu...
" la iya bener... nak sie ini bisa melihat makhluk astral dan insyaallah juga bisa memindahkan mereka yang mengganggu...
" hebat juga ponakan mbak Ginah ini ... cocok kalo buat dijadiin istri ... sudah cantik pinter lagi nggak kayak Sukma... penganut ilmu hitam... jangan-jangan dia yang sudah berhasil mencabut jantung Sukma hingga Sukma mati.... hahahaha... terima kasih gadis cantik kamu sudah membebaskan aku dari Sukma... batin mas Hendro.
" Oia perkenalkan namanya sie... ucap mas Fahmi sambil melihat ke arah sie.
" siera mas...
" iya namanya siera...
" terima kasih sebelumnya saya ucapkan pada pak RT yang sudah memberi kepercayaan pada saya dan insyaallah malam ini saya akan memindahkan makhluk itu agar tidak mengganggu para warga di sini lagi... ucapnya sambil memandang setiap warga yang ada dan terakhir tertuju pada mas Hendro yang tersenyum manis pada sie dengan mengedipkan sebelah matanya pada sie. Sie langsung melihat ke arah warga yang lain.
" baik, bapak ibuk... nanti kalo kita sudah dekat di tempat makhluk itu tolong jangan bersuara takutnya makhluk itu kabur sebelum sie pindahin. bagaimana bapak ibuk...
" setuju... kompak mereka menjawab.
Mereka semua berjalan beramai-ramai hingga sampai di perbatasan jalan, sie menghentikan semua warga dan menyuruh mereka untuk diam.
" bapak...ibuk... tolong berhenti dan jangan ada yang bersuara. makhluk itu lagi duduk manis di jembatan kecil yang ada di depan sana itu...
" mbak... mbak sie... ucap seorang gadis
" eh iya dek ada apa ...?
" maaf sebelumnya kenalkan saya Sarah... saya bisa merasakan mereka mbak tapi saya tidak bisa melihat mereka...
" benarkah Sarah... sejak kapan kamu bisa merasakan kehadiran mereka...
" ehm.... sejak...
__ADS_1
" sejak kecil sie... ucap seorang ibu yang mendekat ke Sie dan Sarah.
" ibuk... ucap Sarah.
" oooo... sejak kecil, tapi selama ini nggak pernah lihat wujud mereka.
Sarah menggelengkan kepalanya.
" baik... ehm... Sarah .. mbak mau tanya sesuatu ke Sarah... apa Sarah takut dengan kehadiran mereka...?
" dulu Sarah takut tapi setelah Sarah datang bulan Sarah tidak takut dengan kehadiran mereka...
" waaaaah.... pemberani ternyata ya.... ok, ehm... kamu mau mbak membuka mata batin kamu agar kamu bisa berinteraksi dengan mereka.
" ehm... boleh mbak... Sarah juga pengen bisa lihat wujud mereka.
" Sarah... apa kamu yakin... ucap ibu Sarah
" insyaallah Sarah yakin buk...
" tapi sie... apakah bisa berpengaruh untuk psikis Sarah nanti.. ucap ibu Sarah
" insyaallah nggak Buk... karena pada dasarnya Sarah sudah mempunyai kelebihan sendiri. lagian ya sar, kalo udah pernah lihat mereka pasti ada aja yang akan mendekati kamu. mbak aja ada lho sahabat dari golongan mereka.
" beneran mbak... apa mbak nggak takut bersahabat sama mereka... kan kadang mukanya nyeremin.
" nggak kok malah sahabat... sahabat mbak ini cantik dan ganteng ganteng kok...
" berarti sahabat mbak sie banyak dong... wah kayaknya seru bisa bersahabat seperti mereka...
" ok Sarah... sebelum mbak buka mata batin kamu, mbak mau ngunci dulu tu pocong biar g kabur...
" iya mbak...
Sie kemudian mengunci pocong itu agar tidak kabur dan bisa diajak bernegosiasi.
__ADS_1
" udah mbak...?
" udah... sekarang giliran kamu yang akan mbak buka mata batin kamu.