
Tak butuh waktu lama sie langsung tertidur karena sudah sangat ngantuk. Panggilan telp dari rizky tak dia jawab karena sudah terlelap dalam tidur.
Pagi menjelang sayup sayup suara adzan subuh terdengar. Sie bangun dari tidur bergegas ke kamar mandi dan melaksanakan ritual sholat subuhnya. Setelah selesai sie turun dan bergegas menuju ke dapur., asisten rumah tangga sudah melaksanakan kesibukan ya masing-masing. Sie menghampiri mbok darmi yang sedang memasak, sedangkan bik narti dan bik sumi bertugas membersihkan rumah...
" mbok... Mbok darmi... Ucap Siera menakut-nakuti mbok darmi dengan suara mirip makhluk astral dengan bersembunyi di balik tembok dekat dapur.
" siapa sih yang manggil-manggil saya... Bikin bulu kuduk merinding saja sih... Woi... Jangan ganggu saya dong... Saya disini cuma kerja nggak ganggu kamu kok... jadi kamu jangan ganggu saya ya... Sana pergi... Ucap mbok darmi takut
Sie mendengar suara mbok darmi yang ketakutan langsung tertawa terbahak-bahak.
" loh... Saya ini takut kok kamu malah tertawa. Suara kamu itu bikin saya merinding.... Tolong jangan ganggu saya, kamu nanti tak panggilkan non Siera loh biar kamu di usir dari rumah ini... Ayo pergi sana jangan ganggu saya...
Karena mbok darmi sudah ketakutan sie ada ide buat jahilin mbok darmi... " saya nggak ganggu kamu kok mbok saya cuman pengen kenalan sama kamu... Apa kamu mau jadi teman saya.... Hi hi hi hi ( tertawa khas kunti)
" ndak, ndak... Saya nggak bisa berteman sama kamu... Wong saya nggak bisa lihat wujud kamu bagaimana saya bisa jadi teman kamu...
" kalo gitu saya mau nunjukin wujud saya di depan mbok... Biar kita bisa enak saling ngobrol...
Bik narti dan bik sumi yang dari arah depan mendengar dan melihat tingkah Siera ikut tertawa tapi tidak terdengar oleh mbok darmi...
" mau ya mbok berteman sama saya, saya kesepian mbok... Apa mbok mau ikut sama saya mbok....?
__ADS_1
" walah... Walah malah kamu mau ngajak saya... Ndak saya nggak mau saya masih banyak tanggungan... Hutang-hutang saya di kampung masih belum lunas jadi jangan ajak saya... Saya masih pengen kumpul sama cicit saya... Jadi saya mohon jangan ganggu saya....
" saya nggak perduli... Saya suka sama mbok jadi mbok harus ikut dengan saya... Hi hi hi hi ( suara khas kunti)
" astaughfirullahal'adzim.... Jangan bawa saya... Saya mohon...
Hahahahahahaha.... Suara tawa sie, bik narti dan bik sumi terdengar oleh mbok darmi... Sie keluar dari persembunyiannya diikuti bik narti dan bik sumi
" oalah jadi dari tadi non Siera ya yang godain mbok... Untung mbok nggak jantungan non... Non...
" maaf ya mbok becandanya sie kelewatan habis mbok sih penakut... Niatnya sie cuma goda dikit doang eh malah keterusan habis mbok lucu...
" ehm mbok, sie tadi denger mbok punya hutang di kampung... Hutang apa mbok... ?
" jangan bohong mbok sie tau kok kalo mbok bohong...
" mbk darmi boleh saya yang cerita.. Ucap narti
" jangan nar, saya nggak enak sama non Siera... Apalagi kalo sampai nanti terdengar tuan dan nyonya... Saya nggak mau nar, menjadi beban mereka.
" mbok, ayo coba mbok cerita ke sie siapa tau sie bisa bantu...
__ADS_1
" tapi non... Ucap mbok darmi ragu-ragu...
" nggak papa mbok cerita aja sie akan dengarkan
Mbok darmi mulai menghela nafas dalam-dalam kemudian beliau mulai bercerita.
" sebenarnya kejadiannya 3 bulan yang lalu non... Mbok mempunyai 3 orang anak laki-laki mereka sudah menikah semua... Anak sulung mbok sifatnya keras kepala dan malas bekerja,,, suka main judi dan mabuk-mabukan. Karena hutang judinya sudah banyak dia tidak sanggup membayar sehingga dia mencuri sertifikat rumah milik almarhumah suami mbok kemudian dia gadaikan ke seorang rentenir dengan bunga yang tinggi. Mbok sama sekali nggak tahu tentang itu non, kedua putra mbokk yang lain juga tidak ada yang mengetahui kalo sertifikat itu sudah di gadaikan... Tiba jatuh tempo kemarin, uang itu harus dikembalikan kalo tidak rumah peninggalan almarhum suami mbok akan disita... Mbok jadi bingung mbok mau cari kemana uang buat nembus sertifikat...
" Ya Allah mbok... Yang sabar ya... Berapa putra sulung mbok menggadaikan rumah mbok...
" 100 juta non dan bunganya 50 juta... Jadi mbok harus melunasi sebesar 150 juta non... Dimana mbok harus nyari uang sebanyak itu non... Ucap mbok darmi menangis begitu juga bik narti dan bik sumi yang juga ikut menangis...
Sie langsung berdiri dan langsung memeluk tubuh mbok darmi. " mbok sie ada simpanan perhiasan dan uang peninggalan nenek sie tapi sie rasa itu masih belum cukup mbok...
" ehem... Ehem... Kenapa mbok nggak mau cerita ke saya mbok... Ucap mama yunita yang tak sengaja mendengar semuanya dari balik pintu dapur.
" nyonya... Tidak nyonya saya sudah terlalu sering membebani nyonya... Saya malu nyonya...
" mbok darmi, bik narti dan bik sumi... Kalian di sini adalah keluarga saya... Jadi apapun masalah yang kalian hadapi juga merupakan masalah saya... Saya akan membantu semampu saya... Ucap mama yunita meyakinkan mereka bertiga
" tapi nyonya... Saya...
__ADS_1
" mbok... Saya sudah mengenal mbok sedari dina kecil begitu juga dengan bik narti dan bik sumi jadi saya sudah mengenal sifat kalian semua... Jadi, sebentar saya akan berbicara dengan suami saya...
" terima kasih banyak nyonya... Nyonya sudah banyak membantu kami... Kami janji nyonya kami akan selalu mengabdi pada keluarga ini sampai akhir hayat hidup kami... Ucap mbok darmi dan di angguki bik narti dan bik sumi dengan mata berkaca-kaca terharu bercampur senang karena mereka bertiga bersyukur mempunyai majikan yang baik hati.