
Semua warga di situ menatap bingung ke arah sie yang seperti menggendong seorang bayi. Tetapi mereka masih tetap diam mengamati.
Begitu juga Aldo, Dina, ria, Dafa dan Dito juga bertanya-tanya dalam hati.
" yang mulai.... putra kita... lihatlah dia tidak menangis dalam gendongan siera... dia malah tertidur pulas
" waaaah... benar ratuku... sie... kamu memang manusia berhati suci...
Sarah yang melihat juga ikut tersenyum.
" mbak... ucap Sarah pada sie.
" eh iya sar... aduuuuh aku sampai lupa mau ngenalin kamu sama mereka... Sarah... mereka ini raja dan ratu siluman ular. yang ini raja Satria dan yang ini ratu Gayatri.
" salam kenal... ucap sarah
" salam kenal juga ... sie... kamu yang buka mata batin dia...
" iya sat kenapa...
" kalo bisa tutup kembali dulu... dia masih belum kuat untuk mengetahui semua tentang makhluk astral. Karena masih ada rasa takut yang menyelimuti hatinya... nanti kalo dia memang sudah kuat dan rasa takutnya sudah bisa dia kendalikan maka mata batinnya akan terbuka dengan sendirinya...
" baiklah sat... aku akan menutup kembali mata batin dia. Sarah... kamu sudah dengar kan apa kata raja Satria...
" iya mbak... Sarah akan menata hati Sarah untuk menghilangkan rasa takut itu...
" bagus kalo kamu sudah paham... Ratu... pangeran samudra boleh nggak aku pinjam sehari aja... aku seneng banget bisa main sama pangeran.
" maaf sie... belum saatnya pangeran jauh dari ku karena pangeran masih membutuhkan Asiku... Dan juga pangeran rentan di ganggu oleh sosok-sosok yang ingin mencelakai pangeran....
" begitu ya... kalo begitu tunggu pangeran sudah agak besar biar bisa aku ajak bermain... sekarang pangeran kembali ke ibu ratu dulu ya...
Sie menyerahkan pangeran ke ratu Gayatri.
" maaf ya sudah merepotkan...
" nggak papa sie selama kamu memanggilku, aku akan selalu ada dan datang untuk kamu... kalo begitu kita permisi dulu... assalamu'alaikum...
" wa'allaikumsalam... ucap sie dan Sarah...
__ADS_1
" senengnya ya mbak liat mereka... ok... mbak Sarah, mbak bisa menutup kembali mata batin aku dan aku akan benar-benar berusaha untuk memperdalam ilmuku agar aku bisa seperti mbak sie...
" ya udah ayok gabung ke yang lain...
" ya mbak...
Mereka berdua menuju ke warga yang sudah menunggu untuk mendengarkan cerita dari Sarah.
Sarah menceritakan semua tentang pocong itu, tentang Romi tentang Satria dan ratu Gayatri.
Mereka semua sangat terpukau dengan cerita Sarah dan mengucapkan terima kasih kepada sie untuk menyelesaikan masalah pocong yang mengganggu warga.
Setelah itu mereka sama-sama pulang dan kembali ke rumah masing-masing. Beda halnya dengan mas Hendro yang selalu ingin mendekati sie, tetapi sie tidak menanggapi.
" mas Fahmi... mbak ginah...kalo gitu kita pulang dulu ya... udah malem juga... ucap sie
" kalian beneran mau pulang... ucap mas Hendro menyela...
" eh iya mas...
" kok nggak nginep disini aja sih... di rumah saya tempatnya luas cukup buat kalian berenam.
" ya sudah kalo begitu... kalo mau main bisa main ke rumah saya nanti akan saya jamu...
" terima kasih banyak mas... kalo begitu kita permisi...
Setelah berpamitan, mereka melanjutkan perjalanan kembali ke villa.
" gaes... Lo liat nggak sikap mas Hendro tadi ke siera... ucap ria..
" iya... gue juga ngerasa dari tadi tu mas Hendro berusaha ngedeketin Lo kak...
" udah ah biarin aja... nggak usah dipikirin... ntar ada yang cemburu... ucap sie
" ups... sorry Al, gue lupa kalo ada Lo...
" emang gue setan apa...!! nggak dianggap banget...
" sorry L... bukan begitu... utuuuuh.... cayang... jangan ngambek... ya...
__ADS_1
" Al, kalo Lo ngambek alamat nggak dapat jatah tidur di kamar Lo...
" ya Lo Al.... jangan ngambek lagi... gue percaya sahabat gue siera ini orangnya setia...
" gue mah percaya sama istri gue tapi gue nggak percaya sama orang itu...
" sudah lah Al, nggak usah Lo pikirin lagian besok kita udah balik kan ke jakarta...
Ternyata percakapan mereka di dengar oleh Hendro yang dari tadi mengikuti mereka berenam.
" yaaaah... kok udah balik aja sih... padahal aku pengen mengenal lebih dekat lagi... tapi tunggu-tunggu... tadi Aldo bilang istriku... jangan-jangan memang sie istri dari Aldo... aaaaaah siaaaaal..... ok... buat meyakinkan hati ku... aku akan menanyakan secara langsung pada mereka...
" hai... kalian tunggu... ucap mas Hendro pura-pura ngos-ngosan.
Mereka berenam membalikkan badan dan melihat siapa yang berteriak.
" ada apa mas... ucap Dafa.
" apa bener kamu sie sudah menikah sama Aldo...
Aldo dan sie saling menatap dan mereka menjawab kompak.
" bener mas...
" maaf kalo begitu...
" maaf buat apa mas...
" aku... aku cinta sama kamu saat pandangan pertama... maafkan aku...
Sie menghela napas... " nggak papa mas itu manusiawi..
" ehm... apa kamu yang sudah memusnahkan istriku Sukma...
" deg... jantung sie berdebar... maaf mas bukannya aku bermaksud seperti itu tapi tindakan istri mas sudah kelewatan karena sudah merenggut nyawa orang apalagi bayi... mas
" iya saya tahu maka dari itu saya ucapkan terima kasih sama kamu karena dengan begitu kamu sudah membebaskan saya dari belenggu Sukma. Sekali lagi terima kasih...
" sama-sama mas... ya udah kita pulang dulu...
__ADS_1
" iya hati-hati ...