I AM SPECIAL INDIGO

I AM SPECIAL INDIGO
Bab 200 - Shariq Adnan


__ADS_3

Setelah pulang dari istana raja Saloka, Shariq dan teman-temannya ijin pulang karena hari juga sudah malam. Raja Saloka dan Raja Satria berkata berpesan untuk menyampaikan kepada Siera bahwa mereka akan berkunjung.


Sesampainya di rumah dan ke tiga temannya sudah pulang ke rumah masing-masing, Shariq berkata kepada maminya bahwa tadi bertemu dengan pangeran samudra beserta kedua orang tuanya dan menyampaikan pesan raja Saloka juga.


" Mi... Pi... raja Saloka sangat terkesan melihat persahabatan Shariq dengan pangeran Samudra... seperti halnya mami sama raja Satria...


" bersyukurlah nak... karena kita bisa berteman baik dengan sosok astral yang baik hati dan selalu ada jika kita butuh pertolongan mereka...


" iya mi... Oia Pi... apa dulu papi nggak takut tau mama punya kelebihan....


" awalnya sih takut sayang... tapi karena sudah terbiasa jadinya papi... biasa aja... malah pernah nih ada kejadian papi di culik sama ratu Gayatri...


" beneran mi...Pi... ?


" iya... Aldo menceritakan apa yang pernah dia alami dulu dan maminya yang menyelamatkan dia.


" waaah... ternyata mamiku ini beneran hebat ya... beruntung Shariq terlahir dari keluarga ini... mami dan papi juga sayang sama Shariq....


" tentu sayang ... itu adalah hak kamu mendapatkan kasih sayang dari mami dan papi... makanya kamu juga harus mempunyai kasih sayang kepada semua makhluk ciptaan Allah...


" iya mi... Shariq akan selalu ingat pesan mami...


" ya udah sayang sana bersih-bersih dulu terus kita makan.... mami sama papi udah laper nungguin kamu nggak dateng-dateng...


" hehehehe... maaf mi... ya udah Shariq ke kamar dulu ya...


" iya...


Selesai bersih-bersih, Shariq menuju ruang makan menemui mami dan papinya yang sudah menunggunya.


Pagi menjelang setelah melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim, Shariq berangkat sekolah dengan berjalan kaki bersama dengan ke tiga sahabatnya karena sekolah yang tidak terlalu jauh... jari shariq lebih memilih berjalan kaki.


Setiba di sekolah, Shariq menjadi pusat perhatian karena wajah yang tampan melebihi wanita yang cantik. Karena sifat dari sang mami, Shariq menjadi anak yang ramah dan suka membalas senyum setiap disapa teman-temannya. Begitu juga guru merasa sangat senang dengan Shariq walaupun dari keluarga kaya tapi tidak sombong.


Saat hendak masuk ke dalam kelas, Shariq dihadang sosok gadis cantik keturunan bule yang sering memperhatikan dia.


" jangan halangi jalan gue... gue nggak mau Lo kenapa-napa...?


" Shariq... kenalin gue Margaretha... Lo bisa panggil gue retha... gue sering merhatiin Lo .. gue kagum sama Lo... boleh kita berteman... ucap Retha sambil mengulurkan tangan.


Mumpung suasana kelas tidak begitu rami.


" ok... karena Lo udah tahu nama gue... jadi nggak perlu gue sebutin lagi.... gue masuk kelas dulu ya... bye retha


Setelah berpamitan Retha segera menghilang dan kembali ke tempat dia.

__ADS_1


" Lo kenalan sama siapa riq...


" gadis turunan bule... namanya Retha....


" ada ya makhluk astral seperti itu...? tanya dewa


" ada... nanti kalo ada waktu kalian gue kenalin..


" asyik makin tambah temen nih... ucap lano


" he em riq... gue juga penasaran sama si Retha... pasti orangnya cantik...


" cantik lah... tuh dia nonggok karena kalian bahas dia...


" dimana... ucap Reza


" di samping dewa....


Tak berapa lama banyak murid yang berdatangan dan bel sekolah berbunyi.


Saat jam istirahat Shariq, Lano, Reza dan Dewa lebih memilih istirahat di taman belakang sekolah. Mereka malas jika harus mengantri, berdesakan di kantin belum lagi tangan jahil murid perempuan yang suka mencubit pipi Shariq.


" kalian udah siap gue kenalin sama retha...


" siap... kompak mereka menjawab.


" ini... Retha... ucap dewa.


" iya...


" hai Retha... gue dewa...


" gue... Reza...


" dan gue Lano... tapi maaf sebelumnya kita hanya bisa lihat lo kalo mata batin kita dibuka aja... tapi kita bisa kok ngerasain keberadaan lo...


" iya... gue sering merhatiin kalian berempat... gue seneng banget lihat persahabatan kalian...


" tha... Lo disini tinggal di mana...


" tuh... di rumah sebelah sekolah...


" rumah tua itu... banyak temennya nggak Lo...


" banyak banget... mau kenalan juga...

__ADS_1


" nggak ah... gue nggak mau kalo harus kenalan sama Miss kun-kun apalagi yang mukanya ancur... ucap Reza


" gue juga ogah apalagi kalo si poci muka rata dan gosong... ucap dewa


Mereka asyik berbincang dengan memakan bekal yang sengaja mereka bawa dari rumah sampai tanpa terasa bel masuk kelas berbunyi.


" Retha... kita masuk kelas dulu ya...


" ikut... gue mau ikut sama kalian...


" jangan... ntar Lo dicariin...


" nggak kok... nggak ada yang nyariin gue... boleh ya please... ucap Retha memelas.


" ya udah ayok... tapi jangan jahil ya...


" eh... kalian bertiga... masih mau mata batinnya di buka... nggak mau ditutup...


" biarin buka dulu sampai nanti pulang baru ditutup... bolehkan riq...


" boleh aja asal kalian kuat dan tahan dengan sosok yang akan kalian lihat nanti saat akan masuk ke kelas...


" hihihihi... tawa Retha.


" kenapa Lo ketawa tha...?


" mukanya serem-serem...


" tapi selama ada Lo riq kita pasti aman...


" ya udah jangan jauh-jauh dari gue...


" siap bosku...


Benar saja selama melewati jalan menuju kelas, mereka melewati lorong yang ternyata suadah ada makhluk yang menunduk berada di depan salah satu kelas 3.


" gila... tu mis Kun kenapa sudah ada di situ...? tanya dewa


" la emang tempatnya disitu...


" nggak jahatkan riq...


" nggak cuma sedikit jahil...


" ok lah kalo nggak jahat .. gue nggak takut...

__ADS_1


Kali ini mereka bertiga melewati lorong dengan menutup mata, pasalnya sosok Miss Kun yang mereka lihat mempunyai wajah yang mengerikan dengan belatung dan darah yang menetes dari wajahnya.


__ADS_2