I AM SPECIAL INDIGO

I AM SPECIAL INDIGO
Bab 37


__ADS_3

Setelah menyelesaikan pembayaran di kasir mereka menuju rumah aldo. Rumah aldo hampir sama besar seperti rumah Siera, aldo putra ke dua dari keluarga kurniawan. Tetapi 5 tahun yang lalu kakak aldo meninggal karena kanker otak yang dideritanya.


Kedua orang tua aldo sangat sibuk hingga sangat jarang untuk bertemu dengan aldo. Mereka memiliki usaha dibidang ekspor impor. Kesibukan kedua orang tuanya membuat kehidupan aldo menjadi berubah dingin dan angkuh.


Semenjak bertemu dengan Siera, aldo mulai berubah. Aldo menjadi sosok yang ceria dan penyayang.


" masuk yuk... Ucap aldo sambil membuka pintu rumahnya.


" rumah lo besar juga al... Ucap dina yang memeng tak pernah tau


" biasa aja din, sama kayak rumah lo malah lebih besar rumah lo... Bentar ya gue panggil bik ani dulu... Bik, bik ani... Tolong buatin minum dong buat temen-temen aldo


Bik ani yang dari dalam buru-buru keluar untuk menemui majikannya


" iya den, di tunggu akan bibi buatkan...


" makasih bik... Bik ani menjawab dengan senyum dan berlalu pergi menuju dapur


" ros, tolong kamu bawa minuman ini ke depan disana ada teman-teman den aldo... Ucap bi ani pada rosmala teman kerjanya


" baik mbak... Ucap rosmala


Rosmala berjalan ke depan sambil membawa minuman untuk aldo dan teman-temannya. Saat sudah agak dekat rosmala berhenti karena dia seperti mengenal suara salah satu perempuan teman aldo


" kayak suara Siera, tapi nggak mungkin itu Siera masak iya gadis miskin itu bisa berteman dengan den aldo yang kaya raya apalagi sekolah mereka kan nggak sama.. Gumam rosmala pelan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya tanda tak yakin. Rosmala tetap membawa minuman itu ke ruang tamu.


" ini den, minumnya...

__ADS_1


" iya bik ros, makasih ya


Siera langsung menoleh ke arah suara perempuan yang barusan dia dengar. Siera kaget karena yang dia lihat adalah ibunya


" ibuk.... Ucap Siera kepada ibunya rosmala. Rosmala juga tampak kaget karena yang di depannya benar adalah Siera.


" permisi den, bibik ijin ke belakang dulu... Ucap bu rosmala sambil melangkah cepat ke belakang


" al, tadi itu...


" dia sie, asisten rumah tangga di rumah gue... 1 bulan yang lalu dia masuk menjadi asisten rumah tangga di sini lewat agen penyalur kerja. Tadi lo manggil dia ibuk... Apa lo kenal sama dia sie...


" al, dia ibuk gue al...


" apa... Beneran lo sie... !!!!!


" ok sie gue anter...


" makasih ya al...


Aldo menggamdeng tangan Siera memasuki rumahnya menuju dapur tetapi di sana mereka tidak melihat ibu rosmala,


" bi ani, di mana bibi rosmala...


" ada den dia di belakang ngangkat jemuran


Aldo mengajak Siera menuju halaman belakang di mana ada ibu rosmala di sana

__ADS_1


" ibuk... Ini Siera buk... Ucap Siera berkaca-kaca melihat ibunya. Siera kangen dengan ibunya meskipun Siera sering di hina dan disiksa tapi sie masih tetap sayang sama ibunya. Ibu rosmala yang mendengar Siera menyebut namanya diam dan berusaha cuek.


" sie, gue tinggal ya... Ucap aldo. Sie hanya mengangguk. Akan tetapi aldo tidak benar-benar pergi, aldo agak menjauh dari Siera dan bibi rosmala.


" buk, ibuk udah lupa sama Siera buk... Ibuk... Sie kangen sama ibuk... Sie mendekat ke arah bu rosmala tapi bu rosmala tetap diam dan melanjutkan pekerjaannya.


" kenapa ibuk ninggalin Siera, kenapa ibuk nggak jenguk sie waktu sie koma, kenapa ibu jual rumah satu-satunya peninggalan nenek... Kenapa buk... Ucap sie dengan tangisnya


" apa perduli kamu hah... Gadis pembunuh...ucap bu rosmala dengan nada marah tanpa menatap muka siera


" sie sayang sama ibuk, sie bukan pembunuh buk, sie juga sayang sama ayah...


" sayang kamu bilang... Hah.... Sayang... Kamu udah menyebabkan suamiku mati...


" tapi itu sudah takdir dari Allah buk,... Sie nggak membunuh ayah... Ayah kecelakaan buk...


" iya ayahmu memang kecelakaan tapi itu semua karena kamu gadis bod*h.... Kalau bukan kamu yang minta di belikan mainan ayah kamu, ayah kamu mungkin masih hidup sampai sekarang dan ibuk g perlu susah-susah cari kerja buat makan...


" tapi buk... Kenapa rumah nenek ibu jual...


" itu terserah aku, itu rumah-rumah ibuku... Nggak ada hak kamu di rumah itu


" tapi kenapa... Sie anak ibu... Nenek juga nenek sie... Kenapa sie nggak berhak atas rumah itu buk...


Aldo masih setia mendengarkan perbincangan Siera dengan ibunya... Aldo merasa geram dengan sikap ibu siera


" gadis bod*h, kamu itu bukan anakku... Kamu adalah gadis hasil penculikan dan aku dibayar oleh orang yang menculik kamu untuk membunuhmu... Aku tidak tega melakukannya jadi kamu aku bawa pulang... Eh tak taunya malah suamiku sayang sama kamu...

__ADS_1


__ADS_2