I AM SPECIAL INDIGO

I AM SPECIAL INDIGO
Bab 187


__ADS_3

Saat itu arwah Mona masuk ke tubuh Siera.


" bunda... suara mona memanggil ibunya.


" Mona... ini beneran kamu sayang...


" iya bunda... ayah... Mona kangen sama kalian....


" sayang ayah sama bunda juga kangen sama kamu nak... maafin ayah sama bunda yang tidak bisa menolong kamu tepat waktu...


" tidak apa-apa ayah... maafkan Mona yang selama ini selalu menyusahkan ayah dan bunda...


" nggak sayang... ayah sama bunda tidak pernah merasakan itu... ayah sama bunda juga sayang sama kamu...


" hahahahahaha... mana ada orang yang sudah meninggal bisa merasuki manusia kecuali mereka adalah setan... ejek Tante Sonia.


Mona yang mendengar itu langsung marah dan dia segera berdiri mendekati Sania.


" iya aku memang setan Tante, tapi Tante adalah iblis yang berwujud manusia...


" ha... apa maksud kamu...


" Tante adalah orang yang sudah membunuhku...


" apa... ucap om Arman yang nampak kaget begitu juga Tante Diana yang pura-pura kaget.


" iya ayah... bunda... Tante Sonia yang sudah membunuhku...


" he anak kecil jangan asal ngomong kamu... kamu nggak punya bukti...


" iya memang aku nggak ada bukti tapi Tante yang sudah meracuni aku...


" apa yang kamu bilang sayang ... kapan... kapan itu terjadi... ucap om Arman.


Mona menceritakan semuanya kepada semua orang yang ada di ruangan itu. Ayah dan bundanya menangis tersedu-sedu.


" nggak itu bohong... aku nggak ngelakuin itu... bela Sonia.


Tak lama terdengar ketukan pintu dan nampak 2 orang memakai seragam polisi masuk ke dalam rumah.


" selamat siang apa ini kediaman ibu Diana...


" benar pak... ini rumah saya...


Sonia nampak terkejut dan ketakutan melihat dua orang polisi.


" pak... silahkan tangkap wanita ini pak... dia sudah membunuh putri saya...


" nggak pak... itu tidak benar... saya tidak melakukan apa-apa...


" pak polisi tangkap saja Tante Sonia... dia sudah membunuh saya...


" membunuh kamu...


" ini pak... dia arwah putri saya Mona dan masuk ke tubuh gadis ini... ucap Tante sonia


" Oia bunda... ayah... Tante Sonia nggak hamil... dia hanya pura-pura karena dia ingin menguasai harta ayah dan bunda...


" ya Allah... astaghfirullah hal'adzim... tega kamu Sonia... apa salahku pada kamu Sonia... kamu teman baikku tapi kamu menusukku dari belakang... tangis om Arman semakin pecah...


" mas... semua bohong mas... gadis itu bohong mas...


" pak.. silahkan tangkap saja wanita ini... dia yang secara sengaja meracuni putri saya hingga meninggal dan mengaku hamil anak saya... hingga saya harus menikahi dia...


" baik pak... kita akan segera memproses kejadian ini dan saya harap bapak sama ibuk menjadi saksi untuk kasus ini....


" siap pak... kami akan siap selalu jika dibutuhkan...


" mas... tolong jangan seperti ini mas... aku cinta sama kamu mas...

__ADS_1


" maaf Sonia kamu sudah sangat keterlaluan jadi hanya dengan cara seperti inilah agar kamu jera...


Sonia segera dibawa paksa oleh kedua polisi tersebut.


" maaf ya ayah, bunda sudah salah sangka terhadap ayah...


" iya bunda... maafkan juga ayah yang sudah marah pada bunda...


" Mona... maafkan kesalahan ayah dan bunda... ucap Tante Diana.


" iya bunda... Mona sayang sama ayah sama bunda... sekarang Mona harus pergi... tolong setelah kepergian Mona, ayah dan bunda harus hidup rukun...


" baik sayang... selamat tinggal...


Arwah Mona keluar dari tubuh Sie dan dia berterima kasih kepada Sie.


" kakak... terima kasih banyak...


" sama-sama Mona... selamat jalan...


Mona melambaikan tangan pada Siera dan Siera membalasnya kemudian Mona menghilang dalam cahaya seraya tersenyum bahagia.


" terima kasih sie... ucap Tante Diana.


" sama-sama Tante...


" Oia Tante maaf tadi Dina sengaja memvidio agar jadi bukti kejahatan Tante Sofia...


" ya Allah... terima kasih... Tante beneran nggak kepikiran tadi... Tante seneng ketemu sama Mona sampai lupa segalanya... untung kamu cekatan...


" sama-sama Tante... sudah Dina kirim ke nomor Tante...


" terima kasih banyak ya ntah balasan apa yang bisa Tante dan om berikan pada kalian...


" tidak usah repot-repot... dengan Sie bisa membantu om sama Tante, Sie bahagia...


" kalian nggak nunggu sekalian makan siang...


" nggak usah om... kita masih ada perlu...


" ya sudah hati-hati di jalan...


" assalamu'allaikum... salam ketiganya.


" wa'allaikumsalam...


Mereka bertiga naik ke dalam mobil dan melajukan kendaraan untuk pulang.


" Alhamdulillah akhirnya selesai juga... ucap siera


" ya... ternyata beneran jahat banget ya tu perempuan apa nggak takut dosa ya...


Sie nampak pucat dan dia bersandar di kursi setelah itu dia merasakan perutnya mual dan seperti mau muntah.


" huek...huek...


" cinta... kamu kenapa...


" kak... kakak kenapa... muka kakak pucat banget...


" nggak tahu... perut kakak kayak di aduk-aduk... huek...huek... sie merasa ingin muntah tapi tidak ada sesuatu yang keluar.


" kita ke rumah sakit ya... muka kamu pucet banget cinta...


" nggak usah L... mungkin cuma masuk angin biasa .. sekarang udah mendingan kok...


" kalo gitu kita pulang aja ya...


Aldo melajukan mobilnya lumayan kencang agar bisa cepat sampai di rumah. Tak lama kemudian mereka sudah sampai dan Aldo buru-buru memarkirkan mobilnya dan segera menggendong siera masuk ke kamarnya untuk istirahat.

__ADS_1


" loh... sayang... kamu kenapa... muka kamu pucet banget... ucap mama Yunita yang berpapasan di tangga.


" nggak papa ma... mungkin sie kecapekan aja...


" Al, buruan bawa ke kamar...


Dina dan mama Yunita mengikuti Aldo yang menggendong siera sampai ke kamar siera. Tak lama setelah itu sie merasakan mual lagi. Buru-buru dia pergi ke kamar mandi. Mama Yunita sedikit curiga tentang keadaan siera.


" sayang... kamu kapan terakhir haid...?


" Ya Allah ma, Sie udah telat 2 Minggu...


" beneran sayang...


" iya ma...


" Al, kamu ke apotik terdekat beli alat test kehamilan... ucap mama Yunita dengan senyum sumringahnya.


" Sie hamil ma... ucap Aldo tak kalah terkejutnya.


" kita coba dulu kalo iya kita bawa sie ke rumah sakit...


" iya ma, Aldo pergi dulu jaga sie ya ma...


" iya... udah kamu tenang aja...


Aldo segera keluar dari rumah dan menuju apotik terdekat dengan wajah berseri-seri karena terlalu senang.


" Ya Allah semoga benar engkau berikan amanah kepada kami.... amiiin...


Tak lama Aldo datang dengan membawa alat test kehamilan dan sie segera mencobanya di kamar mandi. Sambil menunggu sie keluar... Aldo, mama Yunita, Dina berharap cemas dan berdo'a semoga saja apa yang dipikirkan mama benar adanya.


Sie keluar dari kamar mandi dengan wajah yang masih pucat dan tertunduk lesu.


" kenapa cinta...


" kenapa sayang... belum ya...


Sie masih terdiam.


" ya sudah nggak papa sayang kalo memang belum rezeki nanti pasti ada saatnya kamu dikasih lagi sayang yang penting banyak berdo'a...


Sie menghembuskan nafasnya dan menunjukkan test yang bergaris dua kepada Aldo karena dia ingin Aldo adalah orang pertama yang tahu.


" garis dua cinta... nggak papa nanti kita berusaha lebih semangat lagi... ucap Aldo sedikit lesu.


" apa Al, garis dua... ucap mama Yunita mengambil test peck di tangan Aldo.


" iya ma garis dua...


" Aldo... ini tandanya Siera hamil...


" apa ma... beneran ma...


" iya Al... selamat ya...


" Ya Allah cinta sayang kamu beneran hamil... ini disini ada benih kita... ucap Aldo menunjuk perut Siera dan Siera mengangguk dengan tersenyum.


" aaaaah terima kasih sayang.... ucap Aldo serasa mengangkat tubuh siera dengan senang.


" Al, pelan-pelan kasihan siera...


" hehehehe... Aldo saking senangnya ma...


" selamat ya kakak gue tersayang semoga baby nya selalu sehat... ucap Dina memeluk Siera.


" selamat juga kakak ipar... sebentar lagi Lo akan jadi seorang ayah... jaga kakak gue sama baby-nya...


" siap...

__ADS_1


__ADS_2