I AM SPECIAL INDIGO

I AM SPECIAL INDIGO
Bab 38


__ADS_3

" apa buk... Nggak... Nggak mungkin buk... Ucap Siera dengan tangis kerasnya dan langsung terduduk di lantai. Aldo yang melihat Siera langsung menghampiri Siera dan memeluk siera.


" al, bilang sama gue al... Kalo semua ini bohong al... Ucap Siera sambil memeluk aldo dan menangis dalam pelukan aldo. Aldo membelai rambut Siera untuk menenangkan Siera...


" bik, apa yang bibik ucapkan ini benar...


" benar den, Siera memang bukan putri saya,,, bibik juga nggak tau dia putri siapa...


" lalu siapa orang yang menyuruh bibik untuk membunuh Siera, kenapa bibik bisa kenal dengan orang itu...


" dia dulu majikan saya den, dia pengusaha tetapi karena persaingan bisnis... Dia kalah tender dengan rivalnya, dan dia dendam dengan rivalnya akhirnya dia menculik putri dia yang masih bayi agar keluarga rivalnya hancur... Setelah bayi itu berhasil diculik bukan kebangkrutan yang dia terima karena saat itu istri rivalnya mengandung lagi... Saya disuruh untuk membunuh bayi itu akan tetapi saya tidak tega harus membunuh bayi itu hingga akhirnya saya bawa pulang dan kami rawat bayi itu dengan penuh kasih sayang... Akan tetapi kasih sayang kami dibalas dengan air mata karena dia (menunjuk Siera) sudah merenggut kebahagiaan saya. Dia membunuh suami saya


" nggak buk, sie nggak membunuh ayah buk.. Ayah kecelakaan...


" sama saja karena kamu yang menyebabkan kematian suami saya.... !!!!!! Dengan nada emosi


" cukup bik, cukup bibik menyalahkan Siera karna selama ini Siera sudah sangat menderita...


" tapi penderitaan dia tidak sebanding dengan rasa sakit saya den...


" apa memisahkan Siera dengan orang tuanya bukan suatu penderitaan buat Siera bik...


" itu... Itu... Tapi itu bukan saya den yang memisahkan Siera dengan orang tuanya...


" sama saja bik... Itu artinya bibik sama jahatnya dengan orang itu


" tapi saya tidak membunuh dia kan den...


" tetap saja bik, apa bibik tau siapa orang tua Siera

__ADS_1


" maaf den, bibik nggak tau


Sie masih saja menangis dalam pelukan aldo.


" bik, apa bibik nggak bisa sedikitpun memberi maaf pada Siera... Karena selama ini Siera juga menderita... Bahkan tadi saya dengar sejak kematian suami bibik, bibik selalu menghina dan menyiksa Siera... Itu sudah cukup bik untuk penderitaan Siera selama ini... Tolonglah bik, bik maafkan Siera...


" al, lo memang bener-bener bisa menghibur gue, lo juga bisa nenangin gue... Gue bener-bener nyaman di samping lo al... Batin Siera


Bu rosmala memandang ke arah Siera, dia mendekati Siera dan memeluk siera.


" ibuk minta maaf sie, selama ini ibuk udah buat kamu susah. Ibuk selalu menganggap kamu sebagai seorang pembunuh. Maafkan ibuk sie....


Sie melepas pelukan aldo dan beralih menatap ibunya dan dia memeluk ibunya dengan erat dan air mata yang masih terus mengalir deras.


" maafin sie juga ya ibuk, sie sayang sama ibuk...


Kedua wanita beda usia itu saling menangis sesenggukan. Aldo yang melihat hanya tersenyum dan berlalu pergi meninggalkan Siera dan ibunya. Aldo pergi menuju ruang tamu.


" nggak ada gue habis mempertemukan seorang ibu dan anak yang terpisah karena kesalahpahaman...


" maksud lo...


Aldo menceritakan apa yang barusan terjadi kepada mereka.


" ooooh kasihan ya Siera tapi gue seneng akhirnya kesalahpahaman itu usai... Tapi siapa ya orang tua sie sebenarnya gue jadi penasaran.... Ucap dina sambil berfikir


" bukan lo doang yang penasaran kita juga kali.... Ucap ria dan diangguki dafa dan dito


Sementara itu di halaman belakang...

__ADS_1


" buk, mata batin Siera kebuka lagi... Ucap Siera masih dalam pelukan ibunya.


Rosmala melepas pelukan Siera. " kok bisa sie, kan g ada yang buka mata batin kamu... Ucap rosmala sambil membelai rambut siera


"sie nggak tau juga buk, setelah sie bangun dari koma sie bisa melihat mereka lagi


" apa kamu nggak takut melihat mereka


" sie nggak takut buk, awalnya sie hanya kaget tapi akhirnya sie terbiasa malah di antara mereka ada yang jadi teman sie..


" beneran sie... Ucap ibuk ingin tahu


" iya buk... Ucap sie meyakinkan sang ibuk...


Di kejauhan yang masih di sekitar halaman belakang rumah aldo tampak roh ayah Siera sedang memandang mereka berdua dengan tersenyum


" ayah... Ucap sie sambil tersenyum ke arah ayahnya


" ayah... Apa maksud kamu ayah kamu suami ibuk... Sie menjawab dengan mengangguk


" di mana sie, ibuk nggak liat ayahmu... Ucap ibu rosmala sambil celingak celingak-celinguk mencari keberadaan suaminya.


Sie menunjuk di mana arah roh ayahnya berdiri memandang mereka.


" apa ibuk pengen lihat ayah... Ucap sie menawarkan kepada ibunya..


" boleh sie, ibuk kangen sama ayahmu... Tapi apa kamu bisa bantu ibuk...


" bisa dong... Ibuk tenang aja... Sie kemudian membuka mata batin ibunya agar ibunya bisa melihat ke arah suaminya. Setelah mata batin ibu rosmala terbuka, ibu rosmala langsung menangis dan tersenyum ke arah roh suaminya.

__ADS_1


" ayah, ibuk kangen sama ayah... Ucap bu rosmala pada suaminya. Roh ayah mendekati mereka berdua


" ayah juga kangen sama kalian, ayah bersyukur karena hari ini ayah lihat kamu (menunjuk ke istrinya) sudah memaafkan Siera... Dalam hal ini Siera nggak salah sayang..


__ADS_2