
" apa maksud kalian dan kenapa nadia harus menyampaikan pesan lewat dia, kenapa nadia nggak pulang saja...
" maaf tante bukannya nadia nggak pengen pulang tapi nadia nggak bisa pulang tante... Ucap sie
" apa alasan nadia nggak bisa pulang, selama ini dia baik-baik saja dan kami sangat menyayangi nadia.
" karena... Nadia sudah meninggal tante...
" nggaaaaaaak.... Nggak mungkin nadia meninggal, jangan mengada-ngada kamu... Bisa saya laporkan ke polisi kamu bawa berita hoax...
" maaf tante, tapi kakak saya nggak bohong... Ucap dina membela kakaknya.
" iya tante, teman saya ini indigo... Dan mungkin sekarang arwah nadia ada disini... Sie, suruh nadia masuk ke tubuh lo... Biar tante ini percaya sie...
Sie mengangguk dan menatap nadia mengisyaratkan agar masuk ke tubuhnya. Setelah beberapa saat nadia sudah masuk ke dalam tubuh sie. Nadia menangis dan langsung memeluk ibunya, disana juga ada ayah, adek, tante, paman dan keponakannya.
" maaaaaa.... Ucap nadia memanggil mamanya seperti yang biasa dia lakukan... Hiks..hiks...mama...maafin nadia ma...
" Ya Allah ternyata ini memang kamu nadia putri mama, sayang... Ucap ibu risma
" iya ma, ini nadia ma... Maafin nadia ma... Huhuhuhu
" kamu kenapa bisa begini sayang... Siapa yang melakukan ini... Kenapa kamu ninggalin mama sayang....
" nadia dibunuh ma, nadia diperkosa ma.. Huhuhuhuu...
" astaughfirullahal'adzim... Siapa yang sebiadap itu melakukannya pada kamu sayang.. Kenapa mereka harus membunuh kamu sayang... Mama nggak terima, mama akan laporkan pada polisi.. Keadilan harus ditegakkan sayang... Ucap bu risma dengan memeluk dan menciumi nadia seolah lupa bahwa tubuh itu milik siera. Semua keluarga yang mendengar juga ikut menangis.
__ADS_1
" iya ma... Nadia ingin mereka dihukum seberat-beratnya ma...
" mereka siapa sayang, mereka ada berapa..
" mereka adalah toni dan teman-temannya...
" toni,... Apa toni anak juragan darto...
" iya ma...
" kurang ajar, dia sejak dulu memang suka sama kamu kan..
" iya ma, 3 hari yang lalu saat nadia pulang sekolah lewat depan rumah kosong nadia langsung dibekap dan diseret masuk ke rumah kosong itu ma, nadia digilir oleh mereka... Dan mereka memasukkan balok ke ******** nadia ma.... Huhuhuhuu..
Bu risma tak kuasa mendengarkan cerita putri kesayangannya hingga menangis meraung-raung dan berteriak-teriak.
" ada apa ini bu risma, kenapa ibu menangis seperti itu... Apa nadia sudah pulang... Ucap bu fatma yang rumahnya bersebelahan dengan rumah nadia
" nadia, nggak akn pulang ke sini lagi sekarang, karena dia sudah pergi... Ucap bu rusni adek bu risma
" pergi gimana maksud kamu rus...
" iya buk joko... Nadia sudah meninggal... Hiks.. Hiks...
" Ya Allah... Astagfirullahal'adzim.. Nadia... Hiks...hiks...dia gadis yang baik kenapa harus meninggal secepat ini... Ucap bu fatma..
" trus yang didalam itu siapa bu rusni kok berpelukan dengan bu ris a... . Ucap bu joko
__ADS_1
" dia gadis indigo dan sekarang arwah nadia masuk ke tubuh gadis itu meminta tolong untuk diantar kesini..
" boleh kami masuk bu rusni..
" mari silahkan...
Banyak ibu-ibu yang masuk ke rumah bu risma untuk melihat. Semua yang melihat langsung meneteskan air mata.
Nadia meminta maaf kepada seluruh keluarga dan kepada tetangganya dan menceritakan apa yang terjadi, banyak diantara mereka yang marah dengan ulah toni dan teman-temannya. Ada beberapa yang mengabadikan sie yang dirasuki nadia, mereka menganggap itu bisa menjadi bukti untuk menjerat toni masuk ke bui karena selama ini mereka takut dengan juragan darto jadi dengan bukti itu mereka bisa melawan juragan darto seorang rentenir yang terkenal kejam di kampung itu.
Setelah menceritakan semua nadia berpamitan kepada keluarga dan tetangganya, dia juga mengucapkan terima kasih kepada sie dan teman-temannya.
" alhamdulillah akhirnya selesai juga urusan nadia sekarang tinggal nada dan nadi.. Ucap sie.
" nak sie, terima kasih ya karena sudah bersedia menolong nadia dan bersedia menjadi perantara untuk nadia, ucap pak hendro papa nadia..
" iya om, sama-sama itu sudah kewajiban saya kalo saya bisa membantu mereka...
" pak hendro... Bu risma, mari kita laporkan toni dan teman-temannya ke kantor polisi... Ucap pak RT
" tapi pak, saya nggak punya bukti...
" ibuk tenang saja, semua percakapan nadia tadi sudah saya rekam di hp saya... Ucap pak Rt tersenyum..
" oia tante, jasad nadia sekarang ada di rumah sakit sejahtera,... Di kamar mayat...
" iya nak sie, kami akan mengambil jasad nadia dan akan kami kebumikan... Sekali lagi saya berterima kasih pada kalian semua... Dan kami akan segera mengurus Toni...ucap bu risma
__ADS_1
Tak lama sie dan yang lain pamit pulang dan benar saja mereka semua berbondong-bondong menuju kediaman juragan darto dengan adanya kejadian ini mereka jadi tidak takut lagi dengan juragan darto. Ada juga yang langsung menuju ke kantor polisi dengan menyerahkan bukti video tadi. Toni harus mempertanggung jawabkan perbuatannya.