Istri Tercinta Tuan Muda

Istri Tercinta Tuan Muda
Merasa Kosong.


__ADS_3

Happy Reading....


Ras menjalankan mobilnya dengan lumayan kencang, dia baru saja menanyakan keberadaan Kania pada sopirnya dan setelah tahu di mana Kania, dia langsung melajukan mobilnya menuju ke rumahnya.


Dia ingin segera menemui istrinya dan menjelaskan semuanya. Dia menyesal telah menyembunyikan hal ini dari Kania, dia terlalu takut akan kehilangan Kania, hingga dia tidak tahu jika dengan menyembunyikan masalah tidak akan bisa membuat masalah itu jadi lebih baik. Justru masalah akan semakin memburuk karena hal itu dan kini dia menyesalinya.


Mobilnya pun akhirnya sampai di rumah orang tuanya. Dia memasukkan mobilnya ke garasi saat penjaga membukakan gerbang untuknya, lalu dia memarkirkan mobilnya itu dengan asal dan turun dari mobilnya dengan tergesa-gesa.


"MOM!" teriaknya saat memasuki rumah itu.


"KANIA!" teriaknya lagi sambil berjalan menuju ke arah tangga.


"Berisik, ngapain sih kamu teriak-teriak gitu? ini rumah, bukan hutan," kata Adelia yang berjalan menuruni tangga mendekati Ras.


"Ras mau ketemu Kania Mom," kata Ras sambil berjalan menaiki tangga dan akan melewati ibunya itu.


"Gak bisa, Kania sedang istirahat. Kamu sebaiknya pulang saja." Adelia menahan alangkah Ras dengan memegang lengan Ras.


"Iya, Ras akan segera pulang bersama Kania," kata Ras kembali melangkahkan kakinya. tapi, lagi-lagi ditahan oleh Adelia.


"Gak boleh, kamu gak boleh bawa Kania pulang sebelum kamu menyelesaikan masalahmu dan wanita itu," kata Adelia yang langsung manarik Ras menuruni tangga menuju ke lantai dasar lagi.


"Tapi, Mom. Gimana Ras mau nyelesein masalah kalau Ras tidak bicara dengan Kania," kata Ras berusaha berontak saat Adelia menyeretnya turun dari tangga.


Adelia tidak menggubris perkataan anaknya itu, dia terus menyeret Ras untuk ke ruang keluarga, sedangkan Ras ingin segera menemui Kania.


"Jelaskan pada Mom, apa yang sebenarnya terjadi apa kamu benar-benar selingkuh sampai sekertaris kamu hamil?" Adelia mulai menginterogasi Ras saat mereka sudah duduk di sofa yang ada ruang keluarga.


"Ras gak pernah selingkuh Mom," sanggah Ras.


"Terus kenapa sekertaris kamu bisa ngaku-ngaku hamil anak kamu kalau kamu emang gak selingkuh." Adelia menatap Ras dengan tatapan penuh selidik seolah saat ini dia sedang menginterogasi narapidana.


"Itu semua hanya kesalahpahaman Mom, jadi kejadiannya itu...." Ras mulai menceritakannya semuanya pada Adelia tanpa ada yang di tutup-tutupi sama sekali.


Adelia hanya manggut-manggut mengerti mendengar cerita Ras tentang dari mana asal mula masalah itu terjadi.


"Terus kenapa kamu gak terus terang dari awal tentang masalah itu pada Kania, kalau kamu terus terang Kania tidak akan salah paham dan akibatnya tidak akan seperti ini," kata Adelia menatap Ras dengan serius dan dibalas tatapan serius oleh Ras juga.

__ADS_1


"Iya Ras nyesel gak cerita dari awal pada Kania, Ras tidak mengira wanita itu akan berbuat seperti itu sekarang," kata Ras menghela napas panjang.


"Apa yakin anak itu bukanlah anak kamu?" tanya Adelia memastikan lagi.


"Ras yakin Mom. Saat ini Ras belum menemukan bukti untuk mengusir Ayu karena Ras belum menemukan bukti yang kuat, dia sebenarnya sudah mempengaruhi pegawai Hotel kita dengan memberikan berita bohong untuk menarik simpati mereka dan Ras harus membersihkan dulu nama baik Ras dimata pegawai kita sebelum Ras mengusir dia pergi," jelas Ras membuat Adelia bernapas lega.


Dia lega karena anaknya tidak melakukan kesalahan itu, sebagai seorang ibu dan seorang wanita dia pasti akan merasa sedih jika anaknya benar-benar melakukan hal yang akan menyakiti wanita.


Mengingat dulu dia pernah dipermainkan oleh pria dan merasakan, rasanya ketika mengetahui suaminya mencintai wanita lain membuat dia mewanti-wanti anaknya untuk tidak melakukan hal semacam itu.


"Kania sekarang sedang emosional, kamu pulanglah dulu. Nanti setelah dia sudah merasa baikan dia pasti akan menemui secara langsung," kata Adelia memberi pengertian pada anaknya.


"Ras juga di sini aja ya Mom," kata Ras menatap ibunya dengan memelas.


"Tidak Ras, Mom yakin Kania tidak akan bisa lama-lama jauh dari kamu, jadi setelah dia tenang dia akan menemui dengan sendirinya."


"Apa Kania tidak akan meninggalkan Ras karena masalah ini Mom?" tanya Ras dengan raut wajah yang sedih.


"Kania tidak mungkin meninggalkanmu kamu tenang saja," jawab Adelia dengan yakin.


"Baiklah, Ras akan pulang dulu, tolong titip Kania ya Mom. Kalau ada apa-apa sama Kania langsung hubungi Ras ya," kata Ras sambil berdiri.


"Ras akan segera mengurusnya."


Mereka berdua berjalan beriringan menuju ke pintu utama rumah itu, saat melewati tangga Ras menghentikan langkahnya dan melihat ke arah tangga, dia ingin menemui Kania saat ini juga rasanya.


"Tenanglah kalian tidak akan lama berpisah," kata Adelia mengusap pundak Ras.


Ras menganggukkan kepalanya, dia kemudian kembali melangkahkan kakinya menuju ke pintu utama itu, saat sudah sampai di pintu, Ras berpamitan pada Adelia dan berjalan menuju ke mobilnya.


"Oh iya lupa, Mom jangan biarkan Ray mendekati Kania ya, jauhkan Ray dari Kania," kata Ras membuat Adelia memutar matanya malas.


"Iya, kamu masih aja negatif thinking pada sudaramu itu," kata Adelia menggelengkan kepalanya.


Ras masih saja tidak ingin Kania dan Ray terlalu dekat, padahal sebenarnya apa yang Ras takutkan. Ray sudah bahagia dengan kehidupan rumah tangganya dan tidak mungkin mau mengusik kehidupan Ras dan Kania.


Ray sudah mencintai Tisha apalagi sekarang telah hadir seorang anak diantara mereka yang memperat hubungan antara Ray dan Tisha.

__ADS_1


"Ras hanya jaga-jaga Mom," sahut Ras santai lalu masuk ke dalam mobilnya.


Ras menjalankan kembali mobilnya ke Hotel karena masih ada yang harus dikerjakannya, dia sudah meminta anak buahnya untuk mencari informasi sekecil apapun tentang Ayu untuk membuktikan kalau dia tidak salah dan anak yang Ayu kandung itu bukanlah anaknya.


...****************...


Waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam, Kania masih belum bisa memejamkan matanya sama sekali. Dia bergerak dengan gelisah di tempat tidurnya.


Biasanya saat dia tidak bisa tidur seperti ini, Ras akan memeluknya dan memberikan ciuman di seluruh wajahnya dan dia selalu menikmati kehangatan pelukan Ras itu juga usapan dan kecupan lembut yang Ras berikan padanya.


Rindu ... mungkin kata itulah yang pantas untuk menjabarkan perasaannya saat ini, ternyata benar, dia sama sekali tidak bisa jauh dari suaminya itu.


Kania merasa dia dan suaminya sudah benar-benar terikat satu sama lain hingga belum juga 24 dia berjauhan dengan suaminya itu sudah merasakan ketidak nyamanan dalam dirinya.


"Tadi siang saja sok iya, pakai acara ngomong mau pisah, ini belum juga beberapa jam berpisah sudah gak kuat," gerutu Kania pada dirinya sendiri.


Dia melihat ponselnya, ada pesan masuk dari Ras satu jam yang lalu yang mengucapkan selamat istirahat dengan panggilan yang biasa selalu dia bisikan saat mereka akan tidur.


Disimpannya lagi ponselnya itu ke nakas dan menatap langit-langit kamar itu, kamar itu adalah kamar yang Ras tempati dari masih kecil sampai dia dewasa, kamar yang didominasi warna abu-abu dengan ukuran yang luas.


Pikiran Kania melayang memikirkan apa yang harus dilakukannya esok hari, ternyata dia tidak bisa lama-lama jauh dari suaminya seperti ini apa dia harus menemui Ras besok.


Tadi setelah makan malam dia sudah berbicara dengan Adelia, mertuanya itu menceritakan apa yang Ras katakan padanya saat dia datang ke rumah tadi siang.


Saat dia sedang sibuk dengan lamunannya, perlahan matanya terasa mulai memberat, sedikit demi sedikit kesadarannya mulai menghilang hingga akhirnya dia pun tertidur tanpa dekapan hangat Ras malam ini.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung....


__ADS_2