Istri Tercinta Tuan Muda

Istri Tercinta Tuan Muda
Ulang tahun Zanitha.


__ADS_3

Happy Reading....


Tok... Tok...


Terdengar suara ketukan pintu di depan kamar Ray.


"Apa Zan?" tanya Ray saat membuka pintunya dan melihat adik bungsunya sedang berdiri di depan pintu kamarnya.


"Kak, udah kabarin Kak Kania belum?" tanya Zani.


"Udah, nanti dia pasti datang," jawab Ray.


"Baiklah Zani mau siap-siap dulu," kata Zani antusias dan pergi dari depan kamar Ray.


Ray kembali masuk ke kamarnya untuk siap-siap. malam ini adalah acara ulang tahun Zani adik bungsunya.


Tadinya dia malas untuk pergi karena dua hari lagi adalah hari yang akan menjadi hari paling membahagiakan baginya, hari spesialnya yaitu hari dimana dia akan melangsungkan pernikahannya dengan Kania. tapi, adiknya itu memaksanya dan Kania agar hadir di acaranya itu.


Hari sudah mulai sore mereka semua pun mulai berangkat ke tempat acara itu diadakan. Ray menggunakan mobilnya sendiri karena dia berencana untuk menjemput calon istrinya.


Mobil Ray telah sampai di depan rumah Kean dia keluar dari mobilnya dan berjalan menuju pintu utama rumah itu.


Ray mengetuk pintu dan pintunya dibuka oleh seorang pelayan di rumah itu. setelah dipersilahkan untuk masuk Ray pun masuk ke rumah itu dia akan menunggu Kania di ruang tamu.


"Kamu sudah datang Ray," kata Kiran yang berjalan menuju ke arahnya bersama dengan Kean.


"Iya Ma, Pa." Ray berdiri dari duduknya dan bergantian menyalami Kean dan Kiran.


"Duduklah dulu Kania sedang bersiap-siap," kata Kiran. dia mendudukkan dirinya di sofa diikuti Kean.


"Kai juga sedang siap-siap," sambung Kean membuat kiran dan Ray menatapnya heran.


"Dia katanya mau ikut ke acara itu karena bosan di rumah," kata Kean yang melihat tatapan heran dari Ray dan Kiran.


"Tumben dia mau ikut ke acara seperti itu dia kan gak terlalu suka keramaian," kata Kiran heran karena dia tau kedua anaknya tidak terlalu suka berada di keramaian terlalu lama.


"Gak tau mungkin sekarang dia sedang pengen ikut saja," jawab Kean santai.


"Gak pa-pa Ray kalau Kai ikut?" tanya Kiran kepada Ray.


"Gak pa-pa Ma, kalau Kai mau ikut di sana juga acaranya anak remaja, kebanyakan yang hadir di sana teman-teman Zani," kata Ray.


Kiran pun menganggukkan kepalanya dan beberapa saat menunggu akhirnya Kania turun. di susul oleh Kai yang sudah siap mengikuti Kania.


"Ray ayo," ajak Kania saat sampai di ruang tamu.


"Ayo," kata Ray bangun dari duduknya.


"Kai kamu mau kemana sudah rapi?" tanya Kania saat melihat Kai yang berdiri di dekatnya sudah rapi.

__ADS_1


"Kai mau ikut Kakak," jawab Kai singkat.


"Tumben kamu mau ikut?" tanya Kania heran.


"Dia bosen di rumah jadi biarkan dia ikut bersamamu," jawab Kean.


"Iya Kan, biarkan dia ikut bersamamu," sambung Kiran.


Kania menatap Papanya dengan mata menyipit dia tahu pasti itu kerjaan papanya yang sengaja menyuruh Kai untuk ikut dengannya karena dia tahu jika kai paling tidak suka pergi ke pesta karena menurutnya itu sangat membosankan.


"Sudah gak pa-pa, biar Kai ikut bersama kita," kata Ray.


"Baiklah ayo," kata Kania.


Akhirnya mereka bertiga pun berpamitan pada Kiran dan Kean dan berangkat menggunakan mobil Ray.


Selama di perjalanan Kai tidak memperdulikan sekitarnya dia hanya fokus pada ponselnya dengan memainkan gamenya. sebenarnya dia malas pergi ke tempat ramai seperti pesta dan semacamnya itu. tapi, Papanya memaksanya untuk mengikuti Kakaknya agar Ray tidak bisa ngapa-ngapain Kania saat belum waktunya.


Mobil mereka sudah sampai di depan lobby hotel milik keluarga Ray yang di kelola oleh Ras. Hotel yang megah dan mewah yang menyediakan pasilitas yang lengkap sehingga tidak jarang banyak orang yang menyewa Hotel itu untuk acara-acara besar.


Saat turun dari mobil Kania terperangah karena dia baru menyadari jika dari gerbang masuk sampai pintu lobby sudah terpajang foto-foto preweding dirinya dan Ray karena acara mereka dua hari ke depan juga akan diadakan di Hotel itu.


"Apa harus berlebihan seperti ini Ray?" tanya Kania menatap Ray.


"Harus, karena aku ingin kita bisa mengenang hari bahagia kita untuk selamanya," kata Ray dengan tersenyum.


"Ayo kita masuk mereka pasti sudah menunggu kita," kata Ray menggandeng tangan Kania diikuti oleh Kai di belakang mereka.


Ray menekan lift menuju ke rooftop karena acaranya diadakan di rooftop hotel itu. saat sampai di sana ternyata semua orang sedang menunggu mereka untuk acara tiup lilin.


"Maaf ya lama, selamat ulang tahun Zani," kata Kania memberikan kado yang dibawanya tadi.


"Iya gak pa-pa Kak, makasih ya udah datang," kata Zani.


Mereka saling berpelukan dan cipika-cipiki, setelah itu Kania menyalami Vano dan Adelia secara bergantian diikuti oleh Kai.


"Maaf lama ya Mom, Dad," kata Kania pada calon mertuanya.


"Gak pa-pa acaranya juga baru akan dimulai," kata Adelia.


Acaranya pun di mulai seperti acara ulang tahun pada umumnya tiup lilin dan potong kue setelah itu menikmati hiburan yang tersedia.


Zani meniup lilin di atas kue dengan angka 19 itu. itu artinya saat ini tepat dia berusia 19 tahun.


Suara riuh terdengar di tambah suara alunan musik dan nyanyian dari penyanyi yang sengaja orang tua Zani undang sesuai dengan permintaan Zani.


Ray, Kania dan Kai duduk di sofa yang panjang Kania fokus melihat ke arah panggung dimana penyanyi sedang membawakan lagu-lagunya.


Terlihat Vano dan Adelia sedang berjalan mendekati mereka.

__ADS_1


"Ray, Kania, Kai. Mommy dan Daddy mau istirahat duluan ya," pamit Adelia kepada mereka bertiga.


"Iya Mom, Dad, kalian istirahatlah," kata Ray.


"Iya kalian nikmati saja pestanya, kamu tenang saja adik kamu sudah dijagain oleh Ras," kata Adelia menunjuk Ras yang duduk tidak jauh dari Zani.


"Iya Mom," kata Ray.


Setelah itu Vano dan Adelia pergi dari pesta itu untuk ke ruangan khusus untuk keluarga mereka untuk beristirahat. meninggalkan anak-anaknya menikmati pesta yang khusus untuk anak muda itu.


"Kai kamu gak mau kenalan sama salah satu gadis dari tamu di sini, sepertinya mereka ada yang seumuran denganmu," kata Kania pada adiknya yang malah sibuk dengan ponselnya.


"Mereka pasti ada yang seumuran denganmu Kai karena Zani juga mengundang juniornya yang satu SMA dengannya," kata Ray.


"Gak deh, males ngapain kenalan sama gadis-gadis berisik itu," kata Kai mengangkat bahunya tanpa mengalihkan pandangannya dari ponselnya.


"Ya udah terserah kamu deh Kai," kata Kania.


"Lagian Kakak ngapain mau aku ke sana dan kenalan dengan gadis-gadis itu, Kakak pasti...."


"Jangan mikir macem-macem, Kakak cuma takut kamu bosen aja," kata Kania memotong perkataan adiknya.


"Kai gak bosen sama sekali," jawabnya santai.


Sebenarnya dia bosan di sana sangat berisik dan itu sangat mengganggu menurutnya. tapi, dia sudah diperintahkan oleh papanya untuk selalu di samping Kakaknya.


"Kalau kamu mau ke tempat yang agak sepi di sana tempatnya," kata Ray pada Kania menujuk tempat yang dekat dengan pagar rooftop yang lumayan sepi.


"Kamu ikut ke sana?" tanya Kania.


"Kamu sama Kai saja, aku di sini biar bisa merhatiin kamu dan adikku juga," kata Ray tersenyum.


"Gak pa-pa gitu aku sama Kai di sana?" tanya Kania.


"Gak pa-pa, kalau aku ikut ke sana aku gak bisa lihatin Zani takutnya Ras ada kepentingan dan pergi ninggalin Zani. kalau aku di sini aku bisa melihatmu dan Zani dari sini," kata Ray.


"Baiklah aku sama Kai ke sana dulu ya," kata Kania kemudian mengajak Kai untuk ke tempat yang ditunjuk oleh Ray.


Ray tersenyum dan menganggukkan kepalanya dia melihat Kania yang mulai berjalan meninggalkannya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung....


__ADS_2