
Happy Reading....
Sekarang kondisi Kania sudah lebih baik setelah pulang dari rumah sakit dan menjalani perawatan di rumah sakit selama empat hari, usia anak-anak mereka kini sudah mencapai dua minggu dan saat ini mereka sedang persiapan untuk melakukan syukuran anak-anak mereka.
Kania dibantu oleh Ras untuk bersiap-siap, meskipun dia sudah lumayan membaik. Namun Ras selalu memaksa untuk membantunya melakukan aktivitas dengan alasan tidak ingin Kania kelelahan atau lukanya kembali terbuka jika Kania melakukan sesuatu sendiri.
"Anak-anak udah beres didandanin?" tanya Kania pada Ras yang sedang memakai pakaian, setelah membantu Kania.
"Kayaknya sekarang udah selesai," jawab Ras yang sedang fokus mengancingkan bajunya.
Acaranya diadakan hanya secara sederhana, acara pengajian dengan anak-anak panti dan para kerabatnya saja yang menghadiri acara itu. Ras dan Kania memang ingin acara yang sederhana saja karena Ras takut Kania akan kecapean jika mengadakan acara yang terlalu meriah dan mengundang banyak orang.
Ras dan Kania memakai baju yang senada Ras memakai baju koko berwarna putih dan Kania memakai baju gamis berwarna putih bersih juga.
Acara hari ini adalah acara potong rambut anak-anak mereka seperti acara syukuran bayi pada umumnya.
Kania memakai kerudung segi empat yang sudah disiapkan sebelumnya, dia menatap dirinya di cermin, menatap tampilan pertama kalinya memakai kerudung dan baju yang benar-benar tertutup seperti itu.
Meskipun sebelumnya Kania juga tidak pernah memakai baju yang terlalu terbuka, masih dalam kategori sopan. Hanya saja memakai baju gamis kebesaran dan kerudung seperti ini baru pertama kalinya.
"Kamu cantik Queen," kata Ras berdiri di belakangnya dan menatap Kania dari cermin.
"Baru kali ini aku lihat penampilanku yang seperti ini," kata Kania menatap bayangan dirinya dari cermin.
"Apa kamu mau terus berpenampilan seperti ini Queen?" tanya Ras menatap Kania dalam.
"Mungkin nanti aku akan melakukannya," jawab Kania tersenyum pada Ras.
"Aku senang kalau kamu mau," sahut Ras yang ikut tersenyum.
Beberapa saat kemudian terdengar suara ketukan di pintu kamar mereka membuat mereka langsung melangkah ke arah pintu.
"Kak, Mom meminta kalian untuk turun. Para tamu dan anak-anak panti udah sampai," kata Zani.
"Baiklah ayo kita turun," kata Ras sambil menggandeng tangan Kania dan mulai melangkah dengan hati-hati.
"Anak-anak udah dibawa ke bawah belum?" tanya Ras pada Zani.
"Mereka lagi dikerubuni para tamu, sambil diperebutkan," jawab Zani santai.
Saat sampai di lantai bawah rumahnya, suasana sudah sangat ramai dengan para tamu yang sudah berkumpul, akhirnya tidak menunggu lama lagi mereka langsung memulai acaranya.
__ADS_1
Arsal Syarahail. Nama anak yang lahir pertama.
Alina Parveen. Nama anak kedua atau yang perempuan.
Azlan Radeya. Nama anak yang lahirnya terakhir.
Acara itu berlangsung dengar lancar dan khidmat hingga acaranya selesai dan para tamu sudah mulai pergi satu persatu.
Kini yang masih berada di sana hanya tinggal keluarga dari pihak Ras dan Kania saja, bayi mereka pun sudah dibawa kembali ke kamar dan Kania saat ini sedang menyusui mereka satu persatu.
Untung saja asi-nya banyak jadi untuk sekarang dia belum dibantu oleh susu formula. tapi, jika anak-anaknya ingin minum susu barengan, Kania akan memeras asi-nya dengan alat khusus dan memberikannya menggunakan botol susu.
"Mereka belum selesai minum asi-nya?" tanya Ras yang memasuki kamarnya.
"Tinggal si cantik, seperti biasa dia selalu ingin yang terakhir tapi dia selalu yang paling lama," jawab Kania menatap Ras sekilas setelah itu menatap anak perempuannya yang masih asyik menyedot p*tingnya.
"Kayaknya nanti dia bakal jadi yang paling manja diantara saudaranya," kata Ras ikut duduk di ranjang lalu mengusap kepala anaknya dengan hati-hati.
"Wajarlah dia manja dia anak perempuan," jawab Kania menatap anaknya yang sedang memejamkan matanya.
"Tamunya udah pada pulang?" tanya Kania menatap Ras.
"Udah tinggal Mom dan Mama yang masih mau tinggal di sini, bantu kamu ngurusin si twins A sampai kamu benar-benar baikan," jawab Ras.
Kania menidurkan bayinya di box dia melihat satu persatu anak-anaknya, mereka tidak kembar identik meskipun masih ada kemiripan antara mereka.
Diusapnya pipi anak-anaknya dengan lembut, dia bersyukur dia telah di berikan karunia ini oleh Allah, diberi kesempatan untuk memiliki anak-anak yang menjadi penyempurna kebahagiaan rumah tangganya.
Saat sedang asyik dengan lamunannya dia merasakan sebuah tangan membelit di perutnya, dia langsung membalikkan badannya hingga berhadapan suaminya.
"Terima kasih karena selalu melakukan yang terbaik untukku, terima kasih untuk kasih sayang dan cinta yang selalu tercurah untukku, terima kasih karena kamu selalu menjagaku dengan baik, My King." Kania memeluk Ras dan menyimpan kepalanya di dada Ras.
"Seharusnya akulah yang berterima kasih padamu, terima kasih karena kamu sudah menerimaku dan memberikan kesempatan padaku untuk menjadi bagian dalam hidupmu, terima kasih untuk segala perjuanganmu dan memberikan aku mereka," kata Ras menunjuk anak-anaknya.
"Ini bukanlah akhir. tapi, ini adalah awal untuk kita, dari sini kita akan belajar mejadi orang tua untuk anak-anak kita, maukah kamu belajar bersamaku?" tanya Kania menatap Ras.
"Tentu saja, ayo kita belajar bersama untuk itu, untuk menjadi orang tua yang baik untuk anak-anak kita," jawab Ras dengan yakin.
Dia kemudian mendaratkan sebuah kecupan penuh kasih ke kenig Kania. Kania memejamkan matanya menikmati sentuhan hangat nan lembut dari bibir Ras itu.
Beberapa detik kemudian Ras menjauh bibirnya dari kening Kania hingga membuat Kania membuka matanya secara perlahan.
__ADS_1
Saat matanya terbuka tatapannya terkunci pada mata Ras yang juga tengah menatapnya juga, mereka saling menatap satu sama lainnya, tatapan mata yang menyiratkan cinta yang teramat dalam dari keduanya.
"*Aku mencintaimu My Queen."
"Begitu pun dengan aku My King*."
Mereka saling mengungkapkan perasaan yang tidak akan pernah bosan mereka ucapkan meski ucapan itu sudah teramat sering mereka ucapkan.
Mereka akhirnya saling memangut dengan lembut dan penuh perasaan, menuangkan cinta yang membuncah di hati mereka.
Masalah dan cobaan yang datang menerpa di hubungan mereka membuat perasaannya semakin kuat dan hati mereka semakin terikat satu sama lainnya.
Perjuangan Ras untuk mendapatkan cinta Kania, sebagai cinta pertamanya telah mendapatkan hasil yang indah. Mereka mampu mempertahankan keeraratan hubungan mereka dari masalah-masalah yang datang dan orang ketiga yang berniat menyelinap masuk diantara mereka.
Kini mereka tinggal menikmati kebahagiaan mereka dan fokus pada anak-anak mereka yang kini sudah hadir setelah sekian lama mereka nantikan kehadirannya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
......TAMAT......
Udah tamat aja nih, untuk para pembaca setia cerita ini makasih untuk waktunya karena sudah membaca cerita ini.
Makasih juga untuk dukugan-dukungan dari kalian semuanya🙏
Barang kali ada yang mau mampir ke karyaku yang lainnya, boleh banget. Ngarep banget malah ada yang mau baca karya-karya ku yang lainnya🤭
__ADS_1
Ini cerita yang akan aku lanjut setelah cerita ini tamat yuk, coba mampir juga ke sini.
Sampai jumpa di cerita recehku yang lainnya 👋 Love banyak-banyak buat kalian😘😘