Istri Tercinta Tuan Muda

Istri Tercinta Tuan Muda
Merasa Aneh.


__ADS_3

Happy Reading....


Hari ini Ras dan Kania kembali bekerja setelah seharian kemarin mereka menghabiskan waktu bersama seharian di rumah, hari ini mereka harus kembali bekerja karena pekerjaan mereka sudah menunggu.


Saat waktunya untuk makan siang, Kania berniat akan pergi ke Hotel untuk makan siang bersama dengan Ras.


"Pa, Kania pinjem sopir Papa ya," kata Kania saat memasuki ruangan Papanya.


"Mau kemana?" tanya Kean menatap Kania.


"Kania mau pergi ke Hotel, mau makan siang bareng Ras," jawab Kania.


"Kemana suami kamu? tumben gak jemput?" tanya Kean heran karena biasanya Ras selalu mengantar jemput Kania.


"Ras belum selesai meeting dengan kliennya, jadi Kania pergi ke sana untuk makan siang bareng, ya udah Kania pergi ya Pa," kata Kania langsung keluar dari ruangan itu meskipun Kean belum mengiyakannya.


Kania turun ke lobby yang lumayan rame karena para karyawan sedang beristirahat jadi mereka akan pergi untuk makan siang.


Kania menuju ke parkiran khusus Papanya dia langsung memasuki mobilnya, dimana sopir Kean sedang berada di mobil itu.


"Pak, anterin aku ke Hotel Ras ya," kata Kania pada sopir Kean.


"Baik Non," jawab sopir itu langsung menjalankan mobilnya.


Sementara itu di sisi lain. Ras saat ini sedang duduk di kursi kerjanya, sambil menatap wanita yang berdiri di depannya, wanita itu adalah Ayu, sekretarisnya yang dua hari yang lalu tidur dengannya.


"Apa yang telah kita lakukan malam itu?" tanya Ras menatap Ayu dengan tatapan datar.


"Maaf Tuan, ini salah saya, seharusnya saya tidak ikutan mabuk malam itu sehingga kejadian ini tidak akan pernah terjadi," kata Ayu menundukkan kepalanya.


"Baguslah kalau kamu sadar itu salah kamu, kamu jangan pernah membahas ataupun mengingat kejadian itu. Karena kejadian itu diluar kendaliku, aku tidak mungkin bertanggung jawab padamu karena aku tidak ingin meninggalkan istriku dan aku sangat mencintainya, aku harap kamu bisa mengerti hal itu," kata Ras dengan nada dingin, terdengar sangat kejam memang.


"Iya Tuan, saya tidak akan membahas masalah itu lagi, Anda tenang saja. Hanya saja saya mohon agar Tuan mengijinkan saya untuk tetap bekerja di sini. Saya sangat membutuhkan pekerjaan ini Tuan," kata Ayu masih dengan kepala yang tertunduk.


"Kamu tenang saja, asal kamu tidak berulah Saya akan membiarkan kamu bekerja dengan tenang di sini. tapi, ingat sekali saja kamu berulah aku tidak akan segan-segan melemparmu dari sini," kata Ras tanpa perasaan.


"King," panggil Kania yang sudah berdiri di depan pintu Ras.


Ras menatap Kania dengan kaget dia tidak menyadari keberadaan Kania, dia menerka-nerka apakah Kania mendengar pembicara dia dan Ayu.


"Kamu sudah selesai meetingnya?" tanya Kania berjalan dengan santai memasuki ruangan itu.


Ras menghembuskan napas lega karena Kania tidak mendengar percakapan antara dirinya dan Ayu, dia dengan cepat merubah ekspresi dinginnya dan tersenyum. Dia berdiri dari duduknya menyambut Kania yang mendekat padanya.


"Baru aja beres, kamu kenapa gak bilang kalau mau ke sini," kata Ras sambil mendaratkan sebuah kecupan di kening Kania.

__ADS_1


"Aku mau makan siang bareng, karena kamu sibuk jadi aku memutuskan untuk ke sini," jelas Kania yang membalas senyuman Ras.


"Mau makan siang bareng, apa kangen nih," kata Ras menggoda Kania.


"Dua-duanya," jawab Kania membalas menggoda Ras.


"Udah mulai ya, suka menggoda. Belajar dari siapa sih?" tanya Ras mencubit hidung Kania seperti kebiasaannya.


Mereka berbicara dan saling menggoda tanpa memperdulikan keberadaan sekretarisnya yang masih berada di sana dengan kepala yang masih menunduk dan melihat interaksi antara Kania dan Ras dengan ekor matanya.


"Mau makan di sini, di rooftop atau di lantai dasar?" tanya Ras, menyimpan rambut Kania kebelakang telinganya.


Di Hotel Ras memang memilik Restoran di dua tempat, di lantai dasar bangunan itu dan di rooftop yang belum lama dibuka.


"Makan di sini aja ya, aku malas kalau harus jalan lagi," jawab Kania.


"Mau aku gendong," tawar Ras.


"Gak mau My King, aku mau makan di sini aja," kata Kania langsung mendudukkan dirinya di sofa.


"Baiklah ... Pesankan makanan untuk makan siang aku dan istriku," perintah Ras pada Ayu.


"Baik Tuan, maaf Tuan dan Nona mau makan apa?" tanya Ayu.


Setelah Ayu pergi Kania mulai membuka lagi pembicaraan antara mereka, dia menanyakan tentang pembicaraan antara Ras dan Ayu sebelum dia datang ke sana.


"Kamu tadi sepertinya sedang berbicara hal yang serius dengan sekertaris kamu itu, membicarakan apa, sampai aku melihat wajahmu terlihat kaget dan tegang saat aku masuk?" tanya Kania dengan tatapan mata penuh selidik pada Ras.


Ras meneguk ludahnya dengan kasar, dia tahu Kania orang yang jeli dan dia harus bisa bersikap seolah tidak ada yang dia sembunyikan.


"Aku hanya kaget saat kamu datang, aku kira kamu tidak akan ke sini dan untuk masalah sekertarisku itu, dia memang melakukan kesalahan saat tadi sedang meeting jadi aku menegurnya," jawab Ras memasang wajah setenang mungkin.


"Bener hanya itu? tidak ada yang sedang kamu sembunyikan dari aku 'kan King?" tanya Kania menatap mata Ras dengan intens.


"Gak ada apa-apa Queen. Emangnya apa yang bisa aku sembunyikan darimu," kata Ras terkekeh.


"Sepertinya mimpi itu benar-benar telah menjadi pengaruh yang buruk padaku King, aku jadi berpikiran yang tidak-tidak terus padamu," kata Kania menghela napas berat.


Ras menarik Kania kedalam pelukannya, dia tahu itu bukan hanya sekedar karena mimpi saja. tapi, itu juga adalah insting kuat Kania sebagai istri.


"Aku mengerti kenapa kamu seperti itu, kamu seperti itu pasti karena takut kehilangan aku 'kan?" tanya Ras mengusap rambut Kania.


Kania menganggukkan kepalanya yang masih di pelukan Ras. Dia memang takut kehilangan Ras dan dia juga merasa ada yang aneh dengan sekertaris Ras tapi dia berusaha mengenyahkan pikirannya itu.


"Aku juga sangat takut kehilanganmu, aku ingin selalu bersamamu. meskipun aku harus berbohong seumur hidupku, akan aku lakukan asal bisa selalu berada di sisimu," kata Ras yang mengucapkan kalimat terakhirnya di dalam hati.

__ADS_1


Tak lama kemudian Ayu kembali memasuki ruangan itu dengan membawa meja dorong yang di atasnya sudah tersedia berbagai macam makanan pesanan Ras dan Kania.


Ayu langsung memindahkan makanan itu ke meja yang berada di depan Kania dan Ras, saat Ayu sudah selesai menata makanan itu Kania mencengkram tangan Ayu karena dia melihat ada sesuatu yang aneh di Ayu.


"Tunggu, apa kamu sudah menikah?" tanya Kania pada Ayu, membuat Ayu melihatnya sekilas dan kembali menundukkan kepalanya.


"Belum Nona," jawab Ayu tanpa melihat Kania.


"Kamu tutupi tanda di lehermu itu, rasanya tidak pantas seorang wanita yang belum menikah memamerkan hal itu kepada khalayak ramai," kata Kania membuat Ras secara otomatis melihat ke arah leher Ayu yang terdapat tanda-tanda bekas k*ssm*rk.


Ras tidak menyadari hal itu dari tadi. tapi, kenapa Kania langsung menyadarinya. Ras bertanya dalam hatinya apa itu dia yang melakukannya.


"Maaf Nona, saya lupa," jawab Ayu terdengar canggung.


"Apa kamu ikut saat Ras menemui kliennya dua hari yang lalu?" tanya Kania membuat Ras tidak nyaman, apakah Kania mengetahui sesuatu.


"Saya ikut Nona," jawab Ayu dengan menganggukkan kepalanya dan menatap Kania.


"Dia ikut Queen, dia 'kan sekertaris aku, waktu itu karena klien ku ingin langsung membicarakan masalah pekerjaan jadi aku mengajaknya," jelas Ras membuat Kania melepaskan cengkraman tangannya dari Ayu.


"Aku lupa belum menanyakan suatu hal padamu."Kania menatap Ras dengan serius.


"Menanyakan apa?" tanya Ras.


"Kenapa kamu pulang sangat larut malam itu? apa sekertaris kamu juga pulang malam sama seperti kamu?" tanya Kania menatap Ras dan sekretarisnya bergantian.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung....


Udah kesel belum Reader, kira-kira Ras benar-benar ngelakuin itu gak ya🤔

__ADS_1


__ADS_2